Sepak Bola Indonesia Butuh Visi Jangka Panjang, Sukses Tidak Dibangun Semalam - Kompas
KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor John, menilai keberhasilan sepak bola sebuah negara tidak dapat dibangun secara instan.
Kesuksesan merupakan hasil investasi dan pembangunan yang dilakukan secara konsisten di seluruh jenjang ekosistem sepak bola.
Proses tersebut dimulai dari sekolah dan pembinaan dasar, kemudian berlanjut ke akademi, klub, kompetisi, hingga tim nasional.
Menurut Windsor John, pembangunan sepak bola juga tidak dapat hanya berfokus pada pencarian pemain berbakat.
Kata Media Vietnam Usai Timnas Indonesia Keok di Kandang, Rekor Terburuk Garuda!
Kualitas pelatih, kompetisi kelompok usia, klub profesional, tata kelola organisasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.
Baca juga: Reaksi Pelatih Borneo FC atas Hasil Drawing Fase Grup AFC Challenge League 2026-2027
Hal tersebut disampaikan Windsor John dalam Indonesia Sport Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (13/9/2026) pukul 13.00 WIB.
Pembinaan Dimulai dari Sekolah hingga Tim Nasional
Windsor John menilai pembinaan sepak bola harus berjalan berjenjang, dari sekolah, akademi, klub hingga kompetisi.
Seluruh proses tersebut menjadi fondasi untuk membentuk pemain berkualitas hingga memperkuat tim nasional.
Baca juga: MLSC 2026-2027 Tambah 3 Kota Baru, Tangerang dan Semarang Jadi Pembuka
"Seorang pelatih memperkenalkan dasar-dasar permainan, sementara sekolah menciptakan jalur bagi partisipasi," ujar Windsor John.

Lihat Foto
"Klub membina bakat dan akademi mengembangkan potensi, kompetisi menyediakan wadah untuk berkembang dan pada akhirnya tim nasional mewakili harapan serta ambisi seluruh negara," lanjutnya.
Menurut Windsor John, keberhasilan yang terlihat pada tim nasional merupakan hasil dari proses panjang yang terjadi di seluruh jenjang pembinaan.
Baca juga: Evaluasi MBG: Dari Sentralisasi ke Desentralisasi
"Kesuksesan tidak diciptakan dalam semalam. Kesuksesan merupakan hasil dari investasi selama bertahun-tahun di seluruh piramida sepak bola," ujar Windsor John.
Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Sepak Bola
Selain pembinaan pemain, Windsor John menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. Pemerintah, federasi, asosiasi sepak bola, asosiasi provinsi, klub, sekolah, komunitas, hingga sektor swasta harus memiliki visi yang sama dalam membangun sepak bola.
"Hal ini juga membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, federasi, asosiasi, asosiasi provinsi, asosiasi anggota provinsi, klub, sekolah, komunitas, dan sektor swasta harus bekerja sama dengan visi yang sama karena setiap bagian dari ekosistem akan menjadi lebih kuat," ujar Windsor John.
Baca juga: Qatar Serang AFC Usai Ikuti UEFA dan Concacaf Tekan Gianni Infantino
Menurut dia, penguatan setiap bagian dalam ekosistem akan berdampak terhadap perkembangan sepak bola secara keseluruhan.
Sebagai badan yang menaungi sepak bola Asia, AFC pun menempatkan pengembangan sebagai bagian utama dari misinya.
"Sepak bola itu sendiri menjadi lebih kuat sebagai hasilnya. Sebagai badan yang mengatur sepak bola di Asia, Konfederasi Sepak Bola Asia selalu menempatkan pengembangan sebagai inti dari misi kami," lanjutnya.
Baca juga: Tiga Siswa Papua Football Academy Dipanggil TC Timnas U-16
Windsor John menegaskan bahwa membangun negara sepak bola yang sukses tidak cukup hanya dengan menghasilkan pemain berbakat. Sumber daya manusia dan institusi yang berada di belakang pemain juga harus diperkuat.
"Kami memahami bahwa membangun negara sepak bola yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar mengembangkan pemain-pemain berbakat. Hal itu juga membutuhkan pengembangan orang-orang dan institusi di balik permainan ini," ujar Windsor John.
"Tata kelola yang kuat menciptakan kepercayaan, sementara administrasi profesional menciptakan stabilitas. Klub yang berkelanjutan menciptakan kompetisi yang lebih baik. Kompetisi yang lebih baik menciptakan pemain yang lebih baik," ujar Windsor John.
Baca juga: Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus: Pentingnya Edukasi Bahaya Match Fixing Sejak Dini
Windsor John juga menyoroti upaya AFC dalam memperkuat kapasitas pengelolaan sepak bola melalui pendidikan administrasi dan manajemen.
Program sertifikasi AFC dalam administrasi dan manajemen sepak bola telah diselesaikan di Jakarta pada Januari 2026.
Menurut dia, masa depan sepak bola Asia tidak hanya ditentukan oleh talenta yang berhasil ditemukan, tetapi juga oleh kualitas orang-orang dan institusi yang membangun ekosistem tersebut.
"Kami tahu bahwa masa depan sepak bola Asia tidak hanya akan ditentukan oleh bakat yang kami temukan," lanjutnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.