Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Israel UEFA Nations League

    Selebrasi Bedil Pemain Israel Berujung Kartu Merah, Akhirnya Keok akibat 2 Gol Menit 90-an - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Internasional
  • Jumat, 25 September 2026 | 07:40 WIB

    Pemain Timnas Israel, Sayed Abu Farchi, melakukan selebrasi kontroversial yang menyebabkan dirinya diusir wasit dalam laga melawan Austria di UEFA Nations League (24/9/2026).Pemain Timnas Israel, Sayed Abu Farchi, melakukan selebrasi kontroversial yang menyebabkan dirinya diusir wasit dalam laga melawan Austria di UEFA Nations League (24/9/2026). (X.COM/SPORTV)

    BOLASPORT.COM - Insiden selebrasi kontroversial yang dilakukan pemain Timnas Israel, Sayed Abu Farchi, mewarnai matchday 1 UEFA Nations League 2026-2027.

    Kejadian tersebut muncul dalam pertandingan Timnas Austria vs Israel di Raiffeisen Arena, Linz, Kamis (24/9/2026) waktu setempat.

    Kedua tim membuka perjalanan di Grup 3 Liga B atau kasta kedua dalam kejuaraan Liga Antarbangsa Eropa.

    Kontroversi terjadi setelah Sayed Abu Farchi mencetak gol penyama skor 1-1 bagi Timnas Israel pada menit ke-55.

    Sundulan lob dari penyerang 20 tahun itu membayar gol penalti Romano Schmid di ujung babak pertama (43').

    Awalnya tidak ada yang salah ketika Farchi merayakan gol sambil dikerubungi rekan setimnya.

    Dia sangat antusias karena berhasil mencetak gol pertama dalam penampilan keduanya untuk tim nasional.

    Namun, aksi lanjutannya yang mengundang perdebatan. Dia berlari kecil menuju sudut lapangan.

    Farchi mencabut tiang bendera korner dan melakukan gestur seperti sedang menembak dengan benda tersebut.

    Wasit Georgi Kabakov asal Bulgaria mengganjar aksinya dengan kartu kuning.

    Otomatis, kartu kuning tersebut melebur jadi kartu merah karena Farchi sudah mendapatkan sanksi yang pertama cuma empat menit sebelumnya.

    Baca Juga: Gagal ke Inter Milan, Pemain Israel Kutip Surat Al-Baqarah, Tandem Jay Idzes Terbang ke Inggris

    Para pemain Timnas Israel dan si pelaku membela diri. Kabakov diduga menginterpretasikan gestur Farchi seperti gerakan memegang senjata dan menembakkannya.

    Tindakan tersebut bisa dikategorikan pelanggaran sebagai selebrasi provokatif dalam aturan permainan di Pasal 12.4 Laws of The Game.

    Regulasi yang mengatur selebrasi gol yang berbuah pelanggaran berbunyi, "Seorang pemain harus diberi peringatan (kartu kuning) karena (1) memanjat pagar pembatas dan/atau mendekati penonton dengan cara yang menimbulkan masalah keselamatan dan/atau keamanan, (2) bertindak dengan cara yang provokatif, menghina, atau memancing keributan, (3) menutupi kepala atau wajah dengan topeng atau benda serupa lainnya, (4) melepas atau menutupi kepala dengan kaus."

    Senjata atau Sodokan Biliar?

    Sayed Abu Farchi terpaksa meninggalkan lapangan. Timnas Israel harus menjalani sisa laga dengan 10 pemain.

    Dampaknya, Timnas Austria berhasil memanfaatkan keadaan. Tuan rumah mencetak dua gol larut via aksi Phillipp Mwene (90') dan Sasa Kalajdzic (90+3') guna menyegel kemenangan 3-1.

    Seusai pertandingan, insiden perayaan gol Abu Farchi ramai diperdebatkan di media daring ataupun jagat medsos.

    Portal berita besar Austria, Oesterreicher Rundfunk (ORF), mengulas bahwa gestur Farchi sebenarnya mengumpamakan dia sedang melakukan shot alias sodokan bola dalam biliar.

    Caranya meletakkan tiang bendera di punggung tangan antara jempol dan telunjuk diasumsikan sebagai gerakan menyodok bola. Selebrasi tersebut bukan kali pertama dilakukan Farchi.

    Dalam akun Instagram, pemain yang kini memperkuat klub MLS, Colorado Rapids, itu pernah mengunggah foto perayaan serupa pada Februari lalu.

    Namun, wasit Kabakov dianggap menerjemahkannya berbeda sebagai gestur sedang memegang bedil.

    "Ia menggerakkan bendera korner seolah-olah sedang melakukan pukulan biliar, yang pada akhirnya diartikan sebagai tembakan yang dilepaskan," bunyi uraian di laman Sport.orf.at.

    Pemain Timnas Israel, Sayed Abu Farchi, juga pernah mengunggah selebrasi serupa dalam foto lamanya di akun Instagram.Pemain Timnas Israel, Sayed Abu Farchi, juga pernah mengunggah selebrasi serupa dalam foto lamanya di akun Instagram. (INSTAGRAM @SAYED_AF7)

    Pengakuan Pelatih

    Aksi kontroversial ini menjadi panas mengingat latar belakang konflik yang melibatkan militer Israel dengan rival-rival politiknya.

    Faktanya, Sayed Abu Farchi sendiri lahir di Baqa al-Gharbiyye, sebuah kota di Israel yang memiliki mayoritas penduduk keturunan Arab-Muslim.

    Dalam bio di akun Instagram pribadinya, @sayed_af7, dia juga menuliskan kata 'Alhamdulillah'.

    Di balik benturan asumsi soal perayaan gol ini, pelatih Timnas Israel, Ran Ben-Shimon, mengakui anak buahnya memang telah melakukan kesalahan.

    "Saya sepenuhnya memahami mengapa Abu Farchi diusir dari lapangan," ucap Shimon, dikutip BolaSport.com dari media lokal Israel, One.co.il.

    "Dia mengangkat bendera (korner) dan mengayunkannya. Hal itu pelanggaran yang layak mendapat kartu kuning."

    "Begitulah aturannya di (pertandingan internasional level) Eropa. Wasit keempat menjelaskannya kepada saya dan saya memahaminya."

    "Hal seperti ini memang bisa terjadi. Dia masih muda dan masih dalam proses belajar."

    "Dia adalah pemain luar biasa yang selalu memberikan seratus persen. Kami akan mendukungnya dan membantunya bangkit," katanya.

    Komentar
    Additional JS