Sekjen AFC Puji Gairah Sepak Bola Indonesia, Perlu Ditopang Fondasi Kuat - Kompas
KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Datuk Seri Windsor John menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.
Menurutnya, perkembangan sepak bola tidak hanya menjadi tanggung jawab federasi, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, pemimpin olahraga, investor, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Hal tersebut disampaikan Windsor John dalam acara Indonesia Sports Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), pada Minggu (13/9/2026) pukul 13.00 WIB.
Windsor John menilai kemajuan sepak bola membutuhkan keterbukaan terhadap gagasan baru dan kemitraan yang kuat.
INSIDE | BERAKHIR! | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad
Kemajuan Sepak Bola Membutuhkan Dialog dan Kerja Sama
Windsor John mengatakan pembangunan olahraga membutuhkan keterlibatan banyak pihak melalui pertukaran gagasan dan kerja sama.
Baca juga: Reaksi Pelatih Borneo FC atas Hasil Drawing Fase Grup AFC Challenge League 2026-2027
“Menyatukan pemerintah, para pemimpin dunia olahraga, investor dan pemangku kepentingan utama lainnya untuk bertukar gagasan, menantang pola pikir konvensional dan membangun kemitraan yang membentuk rasa,” ujar Datuk Seri Windsor John dalam sesi Building a Sustainable Football Ecosystem: From Grassroots to Elite Performance di Indonesia Sports Summit 2026, JICC, Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Ia menegaskan bahwa kemajuan tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri. Dialog dan kerja sama menjadi bagian penting untuk menghasilkan perkembangan yang lebih efektif sekaligus mendorong asosiasi anggota AFC lainnya agar mengambil langkah serupa.
“Kemajuan jarang dicapai secara terpisah. Kemajuan dicapai melalui dialog dan kerja sama. Saya berharap asosiasi-asosiasi anggota AFC lainnya memerhatikan hal ini dan terinspirasi untuk menyelenggarakan acara serupa (Indonesia Sports Summit 2.0) di negara masing-masing,” lanjutnya.
Baca juga: Menpan-RB Dukung Kolaborasi Penguatan Ekonomi Kreatif di Indonesia
Windsor John juga mengapresiasi penyelenggaraan forum yang menurutnya menggambarkan realitas olahraga modern.
“Dan hari ini kita berkumpul di bawah naungan tim yang menginspirasi (Beyond The Game 2.0), mulai dari pembangunan bangsa hingga industri global.”
"Sepak bola merupakan sumber persatuan, simbol identitas, wadah untuk menciptakan peluang, serta kekuatan besar bagi pembangunan sosial dan ekonomi, " lanjutnya.
Baca juga: Qatar Serang AFC Usai Ikuti UEFA dan Concacaf Tekan Gianni Infantino
Fondasi Kuat Dimulai dari Akar Rumput
Windsor John turut menyoroti kedekatannya dengan sepak bola Indonesia selama bertahun-tahun.
Ia mengaku memiliki kekaguman terhadap kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola, termasuk semangat dan ketangguhan komunitas sepak bola di Tanah Air.
“Saya mendapat kesempatan untuk bekerja sama secara dekat dengan sepak bola Indonesia selama bertahun-tahun, dan melalui perjalanan tersebut saya telah mengembangkan kekaguman yang mendalam terhadap kecintaan masyarakat Indonesia yang tak pernah surut terhadap sepak bola," ujar Windsor John.
Baca juga: Politik Bebas Aktif Era Prabowo, Bagaimana Agar Dunia Tak Salah Paham ke RI?
Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan untuk menghubungkan masyarakat, menginspirasi generasi muda, dan mempererat hubungan antarnegara di Asia.
“Semangat dan ketangguhan komunitas sepak bolanya. Di seluruh Asia, sepak bola menghubungkan masyarakat, menginspirasi generasi muda dan menyatukan negara-negara.”
Meski demikian, Windsor John mengingatkan bahwa kecintaan terhadap sepak bola saja belum cukup untuk menghasilkan kesuksesan yang berkelanjutan.
Baca juga: Bakom RI Jelaskan Kunker Prabowo ke Rusia demi Buka Peluang Ekonomi RI
Ia menilai diperlukan visi yang jelas, investasi, institusi yang kuat, serta jalur pembinaan yang terstruktur.
“Namun, ketika kita melihat ke masa depan, kita harus menyadari bahwa kesuksesan dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya berdasarkan gairah. Gairah tidak menyediakan fondasi, tetapi kesuksesan berkelanjutan membutuhkan visi, investasi, institusi yang kuat, dan jalur yang jelas dari akar rumput hingga performa elite," lanjutnya.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang bagi AFC. Menurutnya, negara yang berhasil membangun sepak bola harus memiliki ekosistem yang kuat dan saling terhubung.
Baca juga: Demokrat Tegaskan Dukung Pemerintahan Prabowo: Kebijakan Harus Nyata
“Itulah tantangan dan peluang yang ada di hadapan kita saat ini di Konfederasi Sepak Bola Asia. Kami percaya bahwa setiap negara sepak bola yang sukses dibangun melalui ekosistem yang kuat dan saling terhubung,” ujar Windsor John.
Windsor John kemudian menekankan pentingnya kesempatan pertama bagi calon pemain.
Menurutnya, perjalanan seorang pemain menuju level elite dapat dimulai dari momen sederhana ketika seorang anak pertama kali mengenal sepak bola di tingkat akar rumput.
“Setiap pemain hebat dimulai dari kesempatan pertama. Hal itu bisa dimulai dari seorang anak yang menemukan sepak bola di tingkat akar rumput.”
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.