Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Angkat Besi Asian Games Berita CAS Featured Kasus Rizki Juniansyah Spesial

    Rizki Juniansyah Resmi Absen di Asian Games 2026, CAS Tolak Banding Skorsing Sementara - Gebrak ID

    3 min read

     

    GEBRAK.ID — Lifter Indonesia Rizki Juniansyah dipastikan tidak dapat tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan untuk mencabut skorsing sementara yang dijatuhkan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

    Keputusan tersebut membuat Rizki kehilangan kesempatan memperkuat Indonesia di Nagoya. Sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu dipersiapkan tampil di kelas 85 kilogram putra pada Asian Games 2026.

    Dalam pernyataan bersama yang dirilis Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), NOC Indonesia, dan Rizki Juniansyah, Minggu (27/9/2026), disebutkan bahwa skorsing sementara tersebut merupakan langkah prosedural selama proses pemeriksaan dugaan pelanggaran kewajiban pelaporan lokasi keberadaan atlet.

    “Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menolak untuk mencabut skorsig sementara yang dijatuhkan Federasi Angkat Besi Internasional. Dampaknya, Rizki tidak akan berpartisipasi di Asian Games Aichi-Nagoya.”

    Pihak Rizki menegaskan bahwa keputusan CAS tersebut bukan berarti sang atlet telah dinyatakan melakukan pelanggaran aturan antidoping. Proses pemeriksaan masih berjalan dan baru memasuki tahap awal.

    “Skorsing sementara ini merupakan langkah prosedural sambil menunggu proses pemeriksaan terkait dugaan kegagalan pelaporan lokasi keberadaan, yaitu kesediaan untuk menjalani tes di luar kompetisi.”

    Kasus yang sedang diperiksa berkaitan dengan kewajiban whereabouts, yakni informasi mengenai keberadaan atlet yang memungkinkan otoritas antidoping melakukan pengujian di luar kompetisi. Kegagalan memenuhi kewajiban tersebut berbeda dari hasil tes positif terhadap zat terlarang.

    Pernyataan bersama itu juga menyebutkan bahwa kasus Rizki tidak melibatkan zat terlarang. Selain itu, Rizki disebut tidak pernah memiliki hasil tes positif sepanjang kariernya, termasuk dalam pemeriksaan doping terakhir pada Agustus 2026.

    “Keputusan ini bukan merupakan pernyataan bahwa Rizki sudah melakukan pelanggaran aturan anti-doping, dan proses yang berjalan baru saja dimulai. Kasus ini tidak melibatkan zat terlarang. Rizki juga tidak pernah memiliki hasil tes positif dalam kariernya, termasuk dalam pemeriksaan doping terakhirnya pada Agustus 2026.”

    Rizki membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia bersama PB PABSI dan NOC Indonesia akan mengikuti proses hukum yang berlangsung dan mempersiapkan pembelaan dalam sidang CAS.

    “Rizki menyanggah tuduhan yang dialamatkan padanya dan akan membela diri di hadapan sidang CAS, dengan dukungan penuh dari PABSI dan NOC Indonesia. Rizki, PABSI, dan NOC Indonesia menghormati keputusan CAS dan proses anti-doping yang ada, dan bakal bekerja sama sepenuhnya dalam proses tersebut.”

    Absennya Rizki menjadi kehilangan bagi kontingen Indonesia. NOC Indonesia mencatat Rizki sebagai peraih emas Olimpiade Paris 2024 sekaligus juara dunia junior 2021 dan 2022 di kelas 73 kilogram putra.

    “Kami menyayangkan bahwa Rizki, juara Olimpiade dan juara dunia, tidak bisa mewakili Indonesia di Nagoya. Kami berterima kasih pada tim, federasi, dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang ada,” tulis pernyataan tersebut.

    Sebelumnya, PB PABSI menyiapkan Rizki untuk turun di kelas 85 kilogram putra setelah bertukar kelas dengan seniornya, Rahmat Erwin Abdullah. Rahmat kemudian tampil di kelas 75 kilogram dan pada Asian Games 2026 berhasil meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia.

    Proses pemeriksaan terhadap Rizki kini masih berlangsung. Karena itu, status skorsing sementara tersebut perlu dibedakan dari keputusan akhir mengenai ada atau tidaknya pelanggaran antidoping.

    (A. Rayyan/Sumber: CAS, PB PABSI)

    Komentar
    Additional JS