PSSI-nya Malaysia Punya Ketua Umum Baru, Janji Tak Rangkap Jabatan - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 17 September 2026 | 15:06 WIB
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menggelar kongres luar biasa untuk menentukan Ketua Umum baru pada Kamis (17/9/2026). (FAM.ORG.MY)
BOLASPORT.COM - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menggelar kongres luar biasa untuk menentukan Ketua Umum baru pada Kamis (17/9/2026).
Sebagai informasi, ada dua kandidat yang maju untuk menjabat sebagai Ketua Umum FAM periode 2025-2029.
Mereka adalah Ab Ghani Hassan dan Seri Shahril Mokhtar.
Ab Ghani Hassan memenangkan pemilihan dengan hasil dominan.
Ghani tercatat memperoleh 20 suara sedangkan Seri Shahril hanya mendapatkan lima.
Perlu diketahui, Ghani sebelumnya menjabat sebagai Presiden Liga Sepak Bola Malaysia (MFL).
Kalau di Indonesia, MFL adalah operator liga atau yang lebih sering disebut I.League.
Ghani sendiri berniat untuk mundur dari jabatan Presiden MFL.
Hal tersebut untuk menghindari agar tak rangkap jabatan.
Baca Juga: Butuh Uang untuk Hidup, Mantan Pemain Timnas U-20 Vietnam Pilih Jadi Supir Taksi
Ab Ghani Hassan terpilih menjadi Ketua Umum FAM untuk periode 2025-2029. (INSTAGRAM/@MFL_MY)
Ghani menegaskan ingin fokus dengan status barunya di FAM.
"Saya akan mengundurkan diri tetapi bukan dalam waktu dekat ini."
"Insya-Allah tak lama lagi saya akan umumkan pengunduran diri saya sebagai Presiden MFL."
"Saya tidak boleh fokus kepada dua jabatan dan kita tahu masalah ada di FAM."
"Itu yang harus kita fokuskan," kata Ghani, dilansir BolaSport.com dari Bharian.
Di sisi lain, Seri Shahril menerima kekalahan ini dengan ikhlas.
Seru Sahril lalu memilih untuk memberikan dukungan agar FAM bisa semakin baik.
"Demi sepak bola, saya tidak akan membuat (protes soal hasil kongres)."
"Harapan saya adalah Presiden FAM yang baru kerja dengan benar, dapat meningkatkan martabat sepak bola Malaysia, bekerja dengan tulus dan jangan mengulangi kesalahan yang sama," tuturnya.
Sementara itu, Seri Rosmadi Ismail terpilih menjadi Wakil Presiden 1.
Kemudian, posisi Wakil Presiden 2 ditempati oleh Saaran Nadarajah.