PSIS Desak Menang WO, Anggap Persiku Plin-plan soal Kesanggupan Gelar Pertandingan - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 30 September 2026 | 08:30 WIB
Logo PSIS Semarang. (NDARU GUNTUR/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Insiden batalnya pertandingan Persiku Kudus Vs PSIS Semarang membuat tim tamu mendesak kemenangan secara WO (Walkover).
PSIS Semarang berharap mendapat kemenangan WO (Walkover) atas pembatalan laga melawan Persiku Kudus yang seharusnya digelar Minggu (27/9/2026) di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Persiku Kudus selaku tuan rumah tiba-tiba saja memberikan pengumuman secara mendadak bahwa tidak bisa menggelar laga melawan PSIS beberapa jam sebelum sepak mula.
Alasannya, ijin pertandingan dari kepolisian tidak keluar.
"Pertandingan dikembalikan kepada I.League," demikian rilis klub di Instagram, sekitar satu jam sebelum sepak mula.
Laga Persiku Kudus vs PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (27/9/2026) dibatalkan. (INSTAGRAM PERSIKU KUDUS)
"Tidak terbitnya surat izin atau rekomendasi keamanan dari Kepolisian Resor Bantul dengan mempertimbangkan situasi Kamtibmas di wilayah Bantul."
"Sehubungan dengan tidak terbitnya surat izin atau rekomendasi keamanan dari pihak kepolisian, izin penggunaan Stadion Sultan Agung Bantul sebagai venue pertandingan juga tidak diterbitkan oleh Dispora Bantul."
"Berkaitan dengan hal tersebut, keputusan lebih lanjut mengenai pertandingan Persiku Kudus vs PSIS Semarang dikembalikan kepada I.League selaku operator kompetisi yang berwenang," tambahnya.
Asisten manajer PSIS, Reza Handika menyatakan Laskar Mahesa Jenar telah dirugikan akibat pembatalan ini.
PSIS sudah mengeluarkan biaya ke Bantul dan berada di sana sejak Jumat (25/9/2026).
Namun pada akhirnya, pembatalan dilakukan pada hari-H pertandingan oleh Persiku.
"Kalau dari kami, tetap berharap menang WO karena kami merasa dirugikan," kata Reza dilansir BolaSport.com dari Tribun Jateng.
Baca Juga: Dihantam Cedera, Mbappe Masih Bisa Bantu Real Madrid Hadapi Bulan Neraka
Sekretaris Jendral PSSI, Yunus Nusi (kiri) dan Direktur Utama I.League, Ferry Paulus (kanan) serta jajaran lainnya saat hadir dalam laga pembuka Championship 2026/2027 antara PSIS Semarang versus PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/9/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
"Tim sudah berangkat ke sana, biaya juga sudah keluar."
"Bahkan, H-2 pertandingan kami sudah berada di sana."
"Jadi, kami berharap keputusan yang diambil bisa seadil-adilnya," tambahnya.
Reza menjelaskan bahkan PSIS sudah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah terlebih dulu agar pertandingan bisa digelar di Stadion Jatidiri, Semarang saat H-7 laga.
Tapi Persiku saat itu masih berupaya menggelar pertandingan di Bantul.
Saat PSIS sudah tiba di Bantul, Persiku baru menawarkan pertandingan ke Stadion Jatidiri.
Sikap plin-plan Persiku tersebut membuat PSIS meradang.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/9/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
"Kami menjawab tidak bisa karena sudah sampai di sana," kata Reza.
"Jadi, kami sudah terlanjur berangkat dan persiapan juga sudah dilakukan."
"Terkait keputusan atau hasil dari persoalan tersebut, diserahkan kepada Komdis PSSI," tambahnya.