Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita EPL Featured Financial FairPlay Kasus Keuangan Liga Inggris Manchester City Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Premier League sebut Manchester City bersalah soal FFP Liga Inggris - Antara News

    4 min read

     

    Ilustrasi logo klub Liga Premier Inggris, Manchester City. (ANTARA/Gilang Galiartha)

    Jakarta (ANTARA) - Premier League mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan klub Manchester City bersalah atas dakwaan soal pelanggaran regulasi finansial (FFP) Liga Inggris.

    Dilansir dari laman resmi Premier League, Selasa, sebuah komisi independen telah menyatakan Manchester City FC bersalah atas semua tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap peraturan keuangan Premier League selama periode sembilan musim.

    Masih dalam pernyataan tersebut, Manchester City juga terbukti bersalah atas sebagian besar tuduhan terkait kegagalan klub untuk bekerja sama dalam penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Liga.

    Premier League menjelaskan antara musim 2009/2010 dan 2017/2018, Manchester City melakukan setidaknya empat tindakan yang menyalahi aturan.

    Pertama, Manchester City dinilai menyusun kontrak palsu, yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya antara pihak-pihak terkait, dengan sejumlah mitra komersialnya, serta mengandalkan perjanjian palsu dengan pihak lain, demi mendongkrak pendapatan klub secara artifisial dan menekan biaya operasional.

    Selanjutnya kedua, klub menyerahkan laporan keuangan yang tidak akurat serta menyembunyikan kondisi keuangan yang sebenarnya dari auditor dan badan regulator sepak bola.

    Ketiga, Manchester City melakukan pelanggaran signifikan terhadap batasan pengeluaran yang ditetapkan oleh Premier League maupun UEFA.

    Lalu keempat, selama penyelidikan Premier League berlangsung, Manchester City melakukan berbagai pelanggaran terhadap kewajiban untuk bekerja sama dan bertindak dengan itikad baik sepenuhnya terhadap pihak Liga. Tiga dari empat dugaan pelanggaran tersebut terbukti benar.

    Sementara, Kepala Eksekutif Premier League Richard Masters mengatakan keputusan inti itu menetapkan fakta-fakta mengenai apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut.

    Masters menjelaskan keputusan itu merinci bagaimana klub secara sistematis melanggar Peraturan Premier League selama hampir satu dekade.

    "Hal ini juga membenarkan keputusan Premier League untuk menindaklanjuti kasus terhadap Manchester City ini. Meskipun prosesnya sejauh ini berlangsung lama dan sulit, pihak Liga tetap bertekad agar fakta-fakta tersebut dapat ditetapkan secara independen," ucap Masters.

    Dia menambahkan merupakan tanggung jawab utama Premier League untuk memastikan peraturan yang disetujui oleh klub-klub itu sendiri ditegakkan demi menjaga integritas kompetisi.

    Masters menegaskan sangatlah penting agar Liga tetap kompetitif dan adil bagi semua klub serta para penggemar sehingga mereka menanggapi peran tersebut dengan sangat serius.

    "Kasus disipliner dan keputusan ini merupakan yang paling signifikan dalam sejarah Premier League. Masih ada aspek-aspek kasus yang harus diputuskan, termasuk—yang tak kalah pentingnya—sanksi apa yang harus dijatuhkan atas pelanggaran-pelanggaran tersebut," kata Masters.

    "Kini setelah kami menerima keputusan komisi, kami berkomitmen untuk segera menuntaskan sisa proses ini demi memberikan kepastian bagi Liga, klub-klub kami, dan para penggemar,"ujarnya.

    Sebelumnya, Ketua Manchester City Khaldoon Al Mubarak yakin pihaknya tak bersalah setelah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan soal dugaan pelanggaran regulasi finansial (FFP) Liga Inggris.

    "Proses di Premier League masih panjang, dan keyakinan serta tekad kami untuk membuktikan bahwa Klub tidak bersalah tetap sama kuatnya seperti saat masalah ini bermula," tegas Al Mubarak, dikutip dari pernyataan resmi klub, Minggu.

    Dia mengatakan ada banyak hal yang ingin ia sampaikan agar semua orang memahami alasan mereka begitu meyakini bahwa Manchester City tidak bersalah.

    Meskipun begitu, Al Mubarak menjelaskan ketatnya ketentuan kerahasiaan dalam proses hukum serta tekad mereka untuk mematuhinya, sehingga ia tidak dapat melakukan hal tersebut saat ini.

    Al Mubarak menambahkan jika sebelum mengeluarkan pernyataan itu, pihaknya telah melalui beberapa pemeriksaan hukum untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

    "Saya meminta Anda untuk membaca dengan cermat pernyataan di bawah ini—yang kami sampaikan pada hari Jumat—serta pernyataan yang kami keluarkan pada bulan Februari 2023 (juga tercantum di bawah). Setiap kata di dalamnya memiliki makna penting dan sepenuhnya benar," tulis Al Mubarak.

    Selanjutnya Al Mubarak menegaskan Manchester City memberikan pernyataan jika proses masih berlangsung dan akan menghormati segala proses yang berlaku.

    "Proses yang melibatkan Premier League masih terus berjalan, dengan sejumlah aspek penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada ketentuan kerahasiaan yang ketat. Oleh karena itu, sikap Manchester City FC tetap konsisten dengan pernyataan Klub pada bulan Februari 2023," tulis pernyataan resmi klub.

    "Selama delapan tahun, Klub senantiasa menghormati prosedur yang berlaku dengan keyakinan bahwa Dewan dan jajaran eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, imparsial, dan adil, serta bebas dari pengaruh yang memihak," dalam pernyataan itu.

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Premier League sebut Manchester City bersalah soal FFP

    Komentar
    Additional JS