Petenis Indonesia Gagal Juara Seri 4 ITF Men’s World Tennis Championship 2026 - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 5 September 2026 | 23:15 WIB
Petenis Indonesia Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp (Istimewa )
BOLASPORT.COM - Petenis Indonesia Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp harus menunda ambisinya untuk menjadi juara setelah kalah dari Alexander Chang/Pablo Perez Ramos pada final ganda putra seri ke-4 ITF M-15 Men’s World Tennis Championship 2026.
Bertanding di Lapangan A, Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali, Sabtu (5/9/2026), Rafalentino/Ethan harus mengakui ketangguhan pasangan unggulan kedua tersebut dengan skor 3-6, 5-7.
Pada set pertama, Chang/Perez Ramos langsung menerapkan permainan menyerang dengan mengandalkan servis dan voli.
Pola tersebut membuat Rafalentino/Ethan kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka hingga akhirnya kehilangan set pertama dengan skor 3-6.
Memasuki set kedua, pasangan tuan rumah yang sebelumnya berhasil menumbangkan unggulan pertama Isaac Becroft/Reece Falck serta unggulan keempat Sebastian Grundtvic Jorgensen/Ryotaro Taguchi itu tampil lebih solid.
Ethan yang baru merayakan ulang tahunnya yang ke-17 dan Rafalentino yang masih berusia 16 tahun mampu memberikan perlawanan sengit.
Kedua pasangan bahkan terus berimbang hingga kedudukan 5-5.
Baca Juga: Hancurkan Kutukan 8 Tahun! Shin Tae-yong Sanjung Skuad Persija usai Hajar Borneo FC di Samarinda
Namun, pengalaman serta kematangan mental Chang/Perez Ramos menjadi pembeda.
Pasangan Amerika Serikat dan Spanyol tersebut berhasil mematahkan servis Rafalentino pada gim ke-11 sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 7-5 dalam waktu 1 jam 11 menit.
Pablo Perez Ramos mengakui permainan Rafalentino/Ethan sempat membuat mereka kesulitan, terutama pada set kedua.
Sementara itu, Alexander Chang menyebut kekompakan dan komunikasi yang baik dengan Perez Ramos menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka meraih gelar juara.
Bagi Chang, gelar tersebut menjadi trofi keduanya di ajang M-15.
Pada seri pertama, ia juga berhasil menjadi juara ganda putra bersama petenis Thailand, Tanapat Nirundorn.
Meski gagal menjadi juara, pencapaian Rafalentino/Ethan yang mampu melaju hingga final dan mengamankan posisi runner-up mendapat apresiasi dari Ketua Umum PP Pelti periode 2018-2022, Rildo Ananda Anwar.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris - Enzo Bikin Pre-Assist untuk Gol Haaland, Man City Libas Timnya Lampard
Menurut Rildo, kemunculan talenta-talenta muda seperti Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp di sektor putra, serta Janice Tjen di sektor putri, menjadi modal penting bagi masa depan tenis Indonesia.
“Hadirnya talenta-talenta petenis muda Merah Putih seperti Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp di sektor putra serta Janice Tjen merupakan sebuah karunia sekaligus tantangan tersendiri dalam pembinaan tenis di Indonesia.”
“Tujuannya agar prestasi mereka terus meningkat lewat jalur kompetisi, serta berjalannya proses regenerasi dengan baik,” ujar Rildo.
Atas pencapaian sebagai runner-up, Rafalentino/Ethan berhak membawa pulang hadiah uang sebesar 540 dolar AS dan trofi.
Sementara itu, Chang/Perez Ramos sebagai juara mendapatkan prize money sebesar 930 dolar AS serta tambahan 15 poin ATP.
Sementara itu, persaingan sektor tunggal putra telah memasuki babak semifinal.
Petenis asal India, Karan Singh, berhasil mempertahankan performa impresifnya dan memastikan tiket ke partai final.
Baca Juga: Persebaya Gagal Menang di Kandang Bhayangkara FC, Bernardo Tavares Komentari Angin
Karan Singh melaju ke final setelah menghentikan petenis Jepang, Ryotaro Taguchi, dalam dua set langsung dengan skor 6-3, 6-3.
Pada partai puncak, Karan akan menghadapi petenis Australia, Isaac Becroft.
Becroft memastikan tempat di final setelah mengalahkan Leo Borg melalui pertandingan tiga set yang berlangsung selama 1 jam 59 menit.
Ia bangkit setelah kehilangan set pertama dan menutup laga dengan kemenangan 2-6, 6-4, 6-2.