Pesta Kembang Api hingga Deklarasi Suporter Away, Pembukaan Super League 2026/2027 Berlangsung Meriah dan Emosional - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 4 September 2026 | 21:15 WIB
Suasana kemeriahan kembang api dalam laga pembukaan Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026). (WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2026/2027, resmi dimulai dengan gegap gempita di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) malam WIB.
Pembukaan Super League 2026/2027 ini mempertemukan Bali United melawan PSS Sleman.
Seremoni pembukaan musim baru ini berlangsung meriah sekaligus penuh haru tepat sebelum laga perdana antara Bali United kontra PSS Sleman dimulai.
Pantauan Bolasport.com di lokasi, suasana Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, sudah bergetar mulai dipenuhi suporter sejak sore hari.
Bukan hanya suporter Bali United saja, tetapi juga suporter tim tamu yakni PSS Sleman pun sudah berdatagan ke stadion sejak pukul 17.00 WITA.
Baca Juga: Garudayaksa FC Tidak Niat Juara Super League 2026/2027, Kok Bisa?
Baik suporter Bali United maupun PSS sangat antusias karena ini untuk pertama kalinya suporter tim tamu diperbolehkan kembali ke stadion.
Setelah kejadian Tragedi Kanjuruhan pada 2022 lalu yang menewaskan 135 korban jiwa membuat kompetisi selalu digelar tanpa suporter tim tamu.
Namun, ini untuk pertama di Super League 2026/2027 suporter tim tamu akhirnya sudah diperbolehkan datang ke stadion mendukung tim kesayangan.
Pembukaan Super League 2026/2027 ini berlangsung cukup menarik dan meriah.
Kemeriahan diawali dengan alunan syahdu lagu “Tanah Airku” dan langsung dilanjut dengan nyanyian Kicau Mania yang sukses menghibur ribuan pasang mata di tribune.
Puncaknya, langit Gianyar seketika membara dengan pesta kembang api yang megah, menandai bahwa persaingan perebutan gelar juara Super League musim ini telah resmi dibuka.
Selain itu, I.League selagu operator kompetisi pun membuat pembukaan menarik dan dipastikan berbeda dari sebelum-sebelumnya.
Pasalnya, dalam kesempatan ini, 18 perwakilan suporter resmi dari Arema FC, Bhayangkara FC, Borneo FC, Dewa United, Persib Bandung, Persija Jakarta hingga Persebaya Surabaya berkomitmen memenuhi aturan untuk suporter away.
Perwakilan Suporter Muh Alfajri Jayadi (Red Gank Jendlap) yang mewakili 17 suporter lainnya membacakan dengan lantang atas deklarasi suporter away.
Tak hanya soal kemeriahan visual, momen pembukaan kali ini juga membawa pesan
kuat untuk kemajuan sepak bola Tanah Air.
Perwakilan suporter dari 18 klub kontestan Super League 2026/2027 berkumpul di
lapangan untuk membacakan deklarasi bersama.
Ada enam poin penting yang ditekankan dalam komitmen tersebut yakni yang pertama harus menjaga kondusivitas berkomitmen untuk menciptakan suasana pertandingan yang aman, damai, dan kondusif baik di dalam maupun di luar area stadion.
Kedua, stop Anarkisme dan kekerasan menolak keras segala bentuk tindakan
anarkis, provokasi, kekerasan fisik maupun verbal terhadap suporter tim lawan dan perangkat pertandingan.
Baca Juga: 18 Suporter Super League 2026/2027 Deklarasikan Perdamaian, Siap Dihukum Apabila Melanggar
Kemudian ketiga menekankan agar tidak ada rasisme dan SARA, serta poin keempat tertib dan taat aturan patuh terhadap seluruh regulasi panitia penyelenggara atau Panpel.
Setelah itu, poin kelima yakni agar suporter away menciptakan kondusivitas dalam pelaksanaan pertandingan tandang atau away day.
Sementara poin terakhir yang keenam yakni kesatria dan sportif siap mendukung tim dengan cara yang sehat dan menerima apa pun hasil pertandingan dengan sikap kesatria dan sportif.
Setelah pembacaan deklarasi untuk suporter away, sebelum laga perdana benar-benar dimulai.
Di tengah kemeriahan, suasana mendadak berubah menjadi khidmat saat seluruh
stadion menundukkan kepala.
Momen one minute silence dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang mantan pelatih Timnas U-17 Indonesia yakni Iwan Setiawan yang telah berpulang.
Almarhum dikenal sebagai sosok pelatih nyentrik, namun penuh dedikasi yang telah
memberikan banyak warna bagi perjalanan sepak bola Indonesia.