Perjuangan Timnas Basket Indonesia di Asian Games 2026, Berangkat Hindari Erupsi Anak Krakatau, Tiba Dihantam Banjir dan Badai - SindoNews

Perjuangan Timnas Basket Indonesia di Asian Games 2026, Berangkat Hindari Erupsi Anak Krakatau, Tiba Dihantam Banjir dan Badai
JAKARTA - Perjuangan Timnas Basket Putra Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak berjalan mulus. Skuad Merah Putih harus menghadapi gangguan alam sejak sebelum meninggalkan Indonesia hingga tiba di Jepang.
Rombongan Timnas Basket Putra Indonesia awalnya dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Singapura pada Minggu (7/9/2026) malam. Namun, meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat operasional sejumlah bandara di Jakarta dihentikan.
Situasi tersebut memaksa tim mengubah rencana perjalanan. Sebanyak 12 pemain bersama ofisial kemudian menempuh perjalanan darat menggunakan bus dari Jakarta menuju Surabaya untuk melanjutkan penerbangan melalui Bandara Internasional Juanda.
Managing Director Badan Tim Nasional DPP Perbasi, Jeremy Imanuel Santoso, mengatakan perubahan rute dilakukan setelah berkoordinasi dengan Perbasi dan Tim Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia.
"Dini hari tadi atas koordinasi Perbasi dan Tim CdM, Tim 5x5 Putra Indonesia melakukan perjalanan darat dengan bus ke Surabaya. Sekarang sedang makan pagi di Salatiga. Mohon doa agar kondisi alam baik dan tim dapat terbang pukul 19.15 ke Singapura via Juanda dengan Singapore Airlines dan pukul 01.20 tanggal 8 September ke Nagoya," kata Jeremy, Senin (7/9).
Plt Manajer Timnas Basket 5x5 Putra Indonesia, Ahmad Nuradin, memastikan seluruh pemain dan staf berada dalam kondisi aman dan sehat. Ia menyebut perubahan perjalanan tersebut sebagai dampak keadaan kahar atau force majeure akibat aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
"Kami mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat serta memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar perjalanan Timnas Basket 5x5 Putra menuju Aichi-Nagoya berjalan lancar dan aman," ujar Ahmad.
Belum Sempat Latihan, Nagoya Dihantam Badai dan Banjir
Perjuangan belum berhenti setelah tim berhasil tiba di Jepang. Cuaca ekstrem justru menyambut rombongan Timnas Basket Indonesia di Nagoya.
Badai dan banjir melanda wilayah Nagoya menjelang pelaksanaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pemerintah setempat bahkan menghentikan sementara berbagai aktivitas demi keselamatan masyarakat, termasuk kegiatan latihan atlet.
Kondisi tersebut berdampak langsung kepada Timnas Basket Indonesia yang dijadwalkan menghadapi Jepang pada Kamis (10/9/2026). Skuad Merah Putih belum dapat menjalani sesi latihan seperti yang telah direncanakan.
Chef de Mission Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, mengatakan kondisi di Nagoya merupakan situasi force majeure yang tidak hanya berdampak kepada kontingen Indonesia, tetapi juga masyarakat setempat.
"Semenjak tadi malam memang ada situasi besar di Nagoya dalam bentuk badai, sehingga terjadi banjir. Pemerintah Provinsi Nagoya sudah mengeluarkan peringatan untuk menghentikan semua kegiatan yang ada di Nagoya," kata Todotua seusai pengukuhan Kontingen Indonesia di Wisma Serbaguna GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9).
Sejumlah fasilitas olahraga turut terdampak penghentian aktivitas. Sekolah dan berbagai pelayanan publik di luar rumah sakit juga ditutup sementara untuk menjaga keselamatan warga.
Di tengah kondisi tersebut, Tim CdM terus berkoordinasi dengan manajemen Timnas Basket Indonesia di Nagoya. Alternatif lokasi latihan tengah dicari agar para pemain setidaknya dapat melakukan pemanasan sebelum pertandingan.
"Saat ini kami dengan tim manajer basket yang ada di sana sudah berkomunikasi untuk mencarikan tempat latihan, setidaknya untuk pemanasan. Kami terus mendukung sekaligus memonitor perkembangan situasi," ungkap Todotua.
Erick Minta Tim Fokus
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meminta seluruh pihak memahami situasi yang dihadapi Jepang sebagai tuan rumah Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Menurut Erick, panitia dan pemerintah Jepang akan berupaya mencari solusi atas gangguan yang muncul akibat cuaca ekstrem. Tim Indonesia diminta tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
"Kita harus mendukung tuan rumah Pemerintah Jepang. Pasti mereka memiliki kendala. Nanti seperti apa keputusan panitia, tentu Chief de Mission akan melobi dan memberikan pandangan mengenai solusinya," kata Erick.
"Fokus, tinggal 10 hari lagi. Fokus, jaga makan, jaga istirahat. Yang lain serahkan kepada ahlinya," tambahnya.
Timnas Basket Putra Indonesia membawa 12 pemain untuk menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka adalah Derrick Michael, Abraham Grahita, Ali Bagir, Andakara Prastawa, Yudha Saputera yang dipercaya menjadi kapten, Vincent Kosasih, Hendrick Yonga, Lester Prosper, Dame Diagne, Pandu Wiguna, Fhirdan Guntara, dan Anthony Beane.
Skuad tersebut dilatih David Singleton dengan Andri Malay dan Ismael sebagai asisten pelatih.
Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang pada 10 September, Korea Selatan pada 11 September, kemudian Arab Saudi pada 13 September.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Indonesia menargetkan empat medali emas pada ajang tersebut.
Erick mengatakan target empat emas ditetapkan dengan mempertimbangkan peta persaingan dan perubahan nomor pertandingan dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022, ketika Indonesia mampu meraih tujuh emas.
"Realitas kalau melihat kondisi hari ini, empat emas itu menjadi target hari ini. Dari cabang-cabang yang mungkin kita semua paham, tidak berbeda dengan Olimpiade, yaitu seperti bulu tangkis, panjat tebing, dan tentu angkat besi," kata Erick.
(sto)