Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Featured Seraf Naro Spesial

    Perjuangan Seraf Naro Sebelum Raih Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026 - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Cabang olahraga wushu menjadi penyumbang medali pertama bagi kontingen Indonesia pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

    Seraf Naro Siregar menjadi atlet pertama Indonesia yang menyumbangkan medali setelah menempati posisi ketiga pada final nomor Men's Chanquan.

    Medali tersebut sekaligus membuka perolehan Indonesia dalam rangkaian kompetisi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

    Pada final yang berlangsung di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Nagoya, Seraf mencatatkan skor 9,720 poin.

    Penampakan Jersey Ketiga Timnas Indonesia, Warna Biru Laut, Segini Harganya!

    Medali emas dan perak diraih oleh dua atlet Macau, Chi Hin Kuong dan Chi Kuan Song, yang masing-masing mencatatkan 9,723 dan 9,720 poin.

    Baca juga: Hasil Voli Asian Games 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Dapat Pelajaran dari Thailand

    Dalam rilis yang diterima KOMPAS.com, Seraf mengaku medali tersebut memiliki arti tersendiri baginya.

    Pasalnya, Chanquan bukan merupakan nomor utama Seraf. Sebelumnya, ia meraih medali perunggu pada Asian Games Hangzhou 2022 di nomor Daoshu & Gunshu.

    "Untuk performa hari ini, saya bisa menampilkan cukup baik, seperti latihan biasa. Saya sudah cukup bangga dengan hasil hari ini karena memang persaingan di nomor ini sangat-sangat ketat. Bisa dilihat dari penilaiannya, jaraknya dekat semua," tutur Seraf.

    "Jadi saya merasa sangat lega bisa mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia," tambahnya.

    Sempat Cedera Lutut

    Perjalanan Seraf menuju Asian Games 2026 tidak berlangsung mudah.

    Baca juga: Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Beregu Putri Indonesia Lolos Perempat Final

    Sekitar satu setengah bulan sebelum pertandingan, atlet wushu Indonesia tersebut mengalami gangguan pada lutut.

    Cedera tersebut sempat menghambat persiapannya karena rasa nyeri muncul ketika melakukan lompatan, tolakan, hingga pendaratan.

    "Atlet, bagi atlet pasti itu adalah hal yang umum. Cuma memang yang tidak umum adalah bagaimana kita bisa bangkit, bisa tetap percaya diri ketika kita harus membela negara," ucap Seraf.

    Berbagai metode terapi kemudian dilakukan Seraf untuk memulihkan kondisinya, mulai dari latihan penguatan, akupunktur, hingga shockwave therapy.

    Selama mengalami cedera, intensitas latihan Seraf juga tidak seperti biasanya.

    Baca juga: Seraf Naro Siregar Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026

    Ia bahkan harus mengurangi latihan teknik menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan, dari yang biasanya bisa mencapai 10 kali.

    "Saya latihan sedikit, kaki sudah kencang, kaki sudah tidak bisa buat lompat, kaki sudah tidak ada tenaga," tuturnya.

    "Jadi programnya penguatan, tusuk jarum, terapi, setelah itu shockwave therapy, besok penguatan lagi, nanti tusuk jarum lagi. Jadi seminggu bisa tiga sampai empat kali, shockwave juga," jelas Seraf.

    Timnas Wushu Indonesia menjalani TC ke China jelang Asian Games 2026

    Lihat Foto

    Medali Asian Games Berarti Segalanya

    Seraf menilai medali perunggu yang diraihnya memiliki arti besar karena Asian Games merupakan salah satu panggung terbesar bagi atlet di kawasan Asia.

    "Arti medali Asian Games ini buat saya segalanya. Karena kita tahu pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet," ungkapnya.

    Baca juga: Lolos Final Teqball Asian Games 2026, Sumaya Siapkan Perubahan Strategi

    "Atlet mana pun sudah bermimpi untuk berkompetisi di sini, apalagi dapat medali. Saya sangat mendedikasikan semua hidup saya untuk event terbesar ini," tutup Seraf.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Kata Media Vietnam Usai Timnas Indonesia Keok di Kandang, Rekor Terburuk Garuda!

    Komentar
    Additional JS