Pasang Target Tinggi Buat Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Erick Thohir Minta Maaf hingga Bawa-bawa Derbi Manchester - Semua Halaman - Bolasport

BOLASPORT.COM - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka suara mengenai target Timnas Indonesia yang diharapkan masuk delapan besar di Piala Asia 2027. Ia bahkan menganalogikan drama sengit laga Manchester United Vs Manchester City.
Target menembus babak perempat final alias delapan besar sebelumnya sempat disinggung oleh pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
Skuad Garuda dijadwalkan akan tampil di Piala Asia 2027, pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Arab Saudi.
Dalam ajang ini, Jay Idzes dan kawan-kawan dipastikan bergabung dalam Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Turnamen ini memang masih berlangsung pada awal tahun depan, bahkan sebelum tampil di Piala Asia 2027.
Timnas Indonesia akan lebih dulu fokus tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 yang bakal bergulir pada akhir September ini.
Erick Thohir pun bicara blak-blakan saat ditanya terkait target tnggi yang diberikan untuk Timnas Indonesia khususnya di Piala ASia 2026.
Menurutnya, PSSI memang sengaja memasang target tinggi bukan karena arogansi, melainkan demi mewujudkan mimpi seluruh pecinta sepak bola Tanah Air.
Pria yang juga menjabat sebagai Menpora itu bahkan meminta maaf apabila ambisinya bersama PSSI dinilai terlalu tinggi oleh sebagian pihak.
"Kembali, kalau saya, mohon maaf kalau PSSI, Ketua Umumnya hari ini ambisius," ujar Erick Thohir kepada awak media termasuk BolaSport.com, di Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
"Bukan karena apa, ya itu mimpi kita semua, gitu. Dan kita harus coba pasang target sebaik-baiknya," ucapnya.
Untuk menggambarkan betapa dinamis dan sulit ditebaknya persaingan di atas lapangan hijau, Erick Thohir lantas mengaitkannya dengan duel panas derbi Manchester di Liga Inggris, Minggu (13/9/2026).
Seperti diketahui, dalam derbi tersebut Manchester City harus bermain dengan 10 orang usai Phil Foden diganjar kartu merah pada menit ke-23.
Unggul jumlah pemain sejak babak pertama tentu membuat para pendukung Manchester United berada di atas angin dan berekspektasi skuad Setan Merah bakal memenangi pertandingan dengan mudah.
Namun, drama sepak bola justru berkata lain di babak kedua, ketika Erling Haaland berhasil memecah kebuntuan lewat gol yang dicetak pada menit ke-60 dan membawa Manchester City mengunci kemenangan 1-0 meski kalah jumlah pemain.
"Walaupun yang sepak bola itu kan. Ya, tadi malam aja Manchester City Vs Manchester United sudah dapat kartu merah di menit 23. Pasti pendukung MU, saya Arsenal, ya. Menang 2-0, ya," kata Erick Thohir.
"Jadi pendukung MU pasti berekspektasi, "Wah, sudah kena kartu merah di menit 23 babak pertama. Kan secara teori bisa bikin gol."
"Ya, cuman ternyata di babak kebobolan menit berapa saya lupa tadi malam. Dan ternyata sampai akhir tidak bisa draw atau menang," ungkapnya.
"Ya itulah bola. Kenapa bola jadi olahraga nomor satu di dunia? Karena penuh dengan drama."
Lebih lanjut, mantan Presiden Inter Milan itu mengingatkan bahwa untuk mewujudkan mimpi besar di panggung Asia, seluruh elemen sepak bola Indonesia harus berdiri kompak dan solid.
Erick menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah yang siap sebagai tuan rumah, dukungan PSSI terhadap agenda FIFA, hingga loyalitas suporter yang harus mengesampingkan ego rivalitas antarklub demi lambang Garuda di dada.
"Yang penting saya berharap semua stakeholder tadi: pemerintah kita solid menyiapkan diri sebagai tuan rumah, PSSI support FIFA—karena kan FIFA event-nya, kita supporting system-nya," jelas Erick Thohir.
"Dan suporter bisa tadi ya, setelah liga kalau boleh stop, ya dukung. Kalau waktu di liga kan ya masing-masing pemain Tim Nasional ya main di klubnya gitu."
"Ya cuman kalau sudah liga selesai, ya harus kita konsolidasi menjadi suporter Tim Nasional mendukung Tim Nasional dengan segala naik turunnya kondisi."
"Ya tapi harus, kita harus solid. Jangan kita dipecah belah terus sebagai bangsa, bahkan ada pihak-pihak, oknum-oknum tertentu sengaja memecah belah Timnas kita, gitu. Itu kan yang sekarang selalu diprovokasi."
Dalam kesempatan ini, Erick Thohir juga melayangkan pesan menohok kepada oknum-oknum tertentu yang dinilai kerap memprovokasi dan mencoba memecah belah keharmonisan timnas Indonesia, khususnya terkait perbandingan antar-pelatih.
Ia menegaskan PSSI selalu memberikan dukungan merata kepada semua juru taktik, mulai dari Shin Tae-yong, Patrick Kluivert, hingga John Herdman.
"Ya, yang Coach ini dibandingkan ini, Coach ini dibandingkan ini. Kalau kami dari PSSI enggak pernah banding-bandingkan. Semua Coach ya salaman kita," tutur Erick.
"Saya punya hubungan baik dengan Coach Shin Tae-yong, dengan Patrick, tentu hari ini saya harus mendukung John Herdman semaksimal mungkin sampai pada saatnya, gitu kan," pungkasnya.