Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Park Hang-Seo Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Park Hang-seo Akui Pernah Dapat Tawaran Menarik dari Rival Vietnam di ASEAN - Semua Halaman - Superball

    5 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • BOLA
  • Kamis, 3 September 2026 | 21:00 WIB

    Mantan pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo, sedang memantau para pemainnya bertanding dalam laga leg pertama semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 6 Januari 2023.Mantan pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo, sedang memantau para pemainnya bertanding dalam laga leg pertama semifinal Piala AFF 2022 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 6 Januari 2023. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    SUPERBALL.ID - Mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, mengaku pernah mendapat tawaran menarik dari salah satu rival Golden Star Warriors di Asia Tenggara.

    Park Hang-seo merupakan sosok yang membawa Timnas Vietnam kembali ke puncak kejayaan di Asia Tenggara.

    Setelah memenangi Piala AFF 2018 di bawah asuhan Park Hang-seo, Vietnam telah mencapai final dalam 4 dari 5 edisi serta memenangi 3 trofi.

    Park Hang-seo mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih Vietnam pada Januari 2023 setelah lebih dari 5 tahun menjabat.

    Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026 - Timnas Vietnam Berisiko Finis di Bawah Thailand karena Aturan Spesifik

    Setelah itu, ia menjabat sebagai penasihat untuk klub Bac Ninh FC di Vietnam sebelum jabatan menjadi Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).

    Selama periode tersebut, Park Hang-seo mengaku menolak banyak tawaran dari tim nasional dan klub baik di dalam maupun luar Korea Selatan.

    Menariknya, ia memutuskan untuk memulai babak baru dalam karier melatihnya di klub di Divisi Kedua Thailand Kanchanaburi Power FC.

    Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media Korea Selatan Footballist, Park Hang-seo mengungkapkan alasan memilih klub tersebut.

    "Saya sudah tiga tahun tidak bekerja langsung di lapangan, jadi mengambil peran sebagai manajer klub terasa sangat menegangkan."

    "Tetapi ketulusan orang-orang di Kanchanaburi mengubah pikiran saya."

    "Saya bisa melihat keinginan tulus mereka untuk membangun tim yang layak dan mereka juga berkomitmen untuk memberikan wewenang penuh kepada pelatih kepala," kata Park Hang-seo.

    Pelatih berusia 69 tahun itu juga mengaku menerima banyak tawaran mulai dari posisi pelatih kepala hingga direktur dan presiden klub.

    Bahkan, ia mengaku pernah mendapat tawaran yang menarik dari salah satu rival Timnas Vietnam di Asia Tenggara.

    Namun, kecintaannya terhadap Vietnam dan ketakutan melawan mantan anak didiknya membuat Park Hang-seo menolak tawaran tersebut.

    "Sebenarnya, saya pikir saya tidak akan kembali melatih lagi," kata Park Hang-seo.

    Baca Juga: Pelukan Shin Tae-yong dan Erick Thohir Disorot, Media Vietnam: Mereka Sudah Baikan!

    "Setelah meninggalkan Timnas Vietnam, saya menerima banyak tawaran dari negara-negara Asia Tenggara dan klub-klub profesional Korea, mulai dari posisi pelatih kepala hingga direktur dan presiden klub."

    "Bahkan ada satu tim Asia Tenggara yang menawarkan persyaratan yang sangat bagus."

    "Namun, jika saya melatih tim nasional Asia Tenggara, tim yang merupakan rival Vietnam, dan kemudian harus menghadapi Vietnam, hanya memikirkan hal itu saja sudah menakutkan."

    "Saya menerima begitu banyak kasih sayang dari masyarakat Vietnam."

    "Beberapa tempat menawarkan posisi kepada saya, tetapi setelah berdiskusi dengan istri saya, kami sampai pada kesimpulan bahwa saya sebaiknya tidak menerima tawaran melatih tim nasional Asia Tenggara."

    "Menghadapi Vietnam dalam pertandingan internasional sebagai pelatih kepala tim lawan adalah sesuatu yang sulit saya terima bahkan hanya untuk membayangkannya," tambahnya.

    Lebih lanjut, pelatih asal Korea Selatan itu juga mengungkapkan alasannya menolak tawaran dari negara asalnya.

    "Mengenai tawaran di Korea Selatan, saya rasa para pelatih muda sudah melakukan pekerjaan dengan baik, dan saya tidak seharusnya kembali dan mengambil tempat mereka."

    "Saya juga menerima tawaran untuk menjadi presiden sebuah klub yang berafiliasi dengan pemerintah daerah."

    "Namun saya sangat memahami bagaimana klub-klub semacam ini beroperasi."

    "Saya menyaksikan banyak hal ketika saya menjadi pelatih Gyeongnam FC. Karena itu saya menolak," kata Park Hang-seo.

    Komentar
    Additional JS