Panpel Persija Ungkap Alasan Laga Lawan Java United Bermain di Bali dan Tidak di Jabodetabek - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 15 September 2026 | 21:15 WIB
Ketua Panpel Persija Jakarta, Albin Laurent, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Persija, Kuningan, Jakarta, Senin (7/9/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Persija Jakarta memutuskan untuk menjamu Java United pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9/2026).
Ketua Panpel Persija, Albin Laurent, mengungkapkan alasan di balik perpindahan venue tersebut.
Laurent membenarkan Persija tidak bisa bermain di Jakarta untuk menjamu Java United.
Dua venue di Jakarta tidak bisa dipakai Persija.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, tidak bisa digunakan karena sedang steril untuk pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.
Sementara Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, persiapan konser penyanyi asal Amerika Serikat.
Laurent mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk menggelar pertandingan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, dan Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat.
Baca Juga: Kritik Bernardo Tavares setelah Saddil Ramdani Jalani Debut di Persebaya
Namun, dikarenakan ada beberapa alasan, Persija tidak bisa pakai dua stadion tersebut.
Perlu diketahui, Stadion Patriot sekarang jadi kandang dua klub Championship 2026/2027.
Mereka adalah Semen Padang dan Adhyaksa Bekasi FC.
“Sebenarnya kami sudah berupaya menggelar laga ini di Jabodetabek.”
“Stadion Patriot dipastikan tidak bisa karena ada pertandingan Liga 2.”
“Lalu ada opsi kami pindahkan ke Pakansari.”
“Teman-teman di Stadion Pakansari sebenarnya sudah terbuka untuk Persija bermain di sana.”
"Namun, di Pakansari ada kegiatan lari dan HUT PMI Kabupaten Bogor,” kata Laurent, Selasa (15/9/2026).
Lanjut Laurent, pihaknya sempat ingin memindahkan pertandingan itu di Yogyakarta.
Dua venue di sana dikontak agar bisa menjadi kandang sementara Persija.
Kedua venue itu adalah Stadion Maguwoharjo, Sleman, dan Stadion Sultan Agung, Bantul.
Lagi-lagi di dua stadion itu ada alasan berbeda sehingga Persija tidak bisa berkandang di sana.
“Sempat ada opsi bermain di Stadion Sultan Agung.”
“Namun, lampu penerangannya kurang memadai.”
“Sempat ada opsi juga di Stadion Maguwoharjo tapi cancel karena ada event motor.”
“Akhirnya kami putuskan bermain di Bali,” kata Laurent.