Musuh Sabar Dulu, Sanksi Man City Mungkin Baru Bisa Inkrah 2027-2028 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 30 September 2026 | 19:37 WIB
Man City terancam sanksi berat akibat pelanggaran finansial selama periode 2009-2018. (DAVE THOMPSON/AFP)
BOLASPORT.COM - Proses hukum untuk menentukan sanksi pelanggaran keuangan Man City terancam berlarut-larut karena besar dan rumitnya skala kasus yang terjadi.
Selasa (29/9/2026), Premier League telah mengeluarkan vonis Manchester City bersalah atas kasus manipulasi keuangan yang dilakukan secara terstruktur pada 2009-2018.
Kubu Etihad Stadium mendapatkan tenggat hingga Jumat (2/10/2026) untuk melakukan banding.
Tindakan tersebut hanya awal dari prosedur panjang untuk menentukan vonis terakhir yang bakal dijatuhkan Premier League terhadap Man City.
Masih ada upaya berlapis yang harus ditempuh sebelum hukuman dijalani seandainya banding mereka gagal.
Setelah putusan ditetapkan, tahap selanjutnya adalah sidang lanjutan Komisi Independen Premier League demi menentukan jenis sanksi apa yang bakal dijatuhkan.
Kasus ini mendatangkan potensi hukuman paling ringan berupa denda sampai yang tahapnya semakin berat seperti pengurangan poin, pencopotan gelar juara, atau degradasi.
Setelah sanksi ditetapkan pun, masih ada proses banding atas jenis hukuman final tersebut sampai statusnya benar-benar inkrah.
Perlu dicatat, Man City tak bisa membawa banding kasus ini kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Premier League memiliki panel arbitrase sendiri sehingga semua proses peradilan untuk kasus spesifik seperti ini dilakukan di internal badan legal Liga Inggris.
"Jika City dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan, maka gelombang baru tindakan hukum oleh klub-klub lain tampaknya akan terjadi."
"Hal itu memicu proses rumit lainnya yang akan memakan lebih banyak waktu dan biaya serta kemungkinan besar berlanjut hingga paruh kedua tahun depan (2027)," tulis Manchester Evening News.
Lebih jauh, proses hukum mungkin juga berlanjut hingga 2028 karena kasus sebesar ini belum pernah terjadi sebelumnya di Liga Inggris.
Sinyal peringatan bagi klub-klub rival yang berharap mendapatkan limpahan piala dari The Citizens bahwa mereka masih harus bersabar 1-2 tahun ke depan guna menunggu kepastian.
"Yang pasti, kapan pun putusan resmi diumumkan, itu bukanlah akhir dari masalah ini," lanjut uraian di media tersebut.
CEO Manchester City, Ferran Soriano, menegaskan vonis 'kejam' dari Premier League adalah bentuk teori konspirasi yang bertujuan menjadikan klubnya target utama.
Pep Guardiola saat merayakan gelar Liga Inggris 2022-2023 untuk Man City bersama para petinggi klub. (OLI SCARFF/AFP)
Beda Chelsea
Oleh karena itu, Soriano dkk menyiapkan aksi bertahan yang agresif guna membela diri. Inilah yang akan menyebabkan proses hukum lebih berlarut-larut.
Hal berbeda terjadi pada kasus Chelsea, yang divonis melakukan pelanggaran keuangan di era Roman Abramovich beberapa waktu lalu.
Pihak The Blues bersikap kooperatif dan secara sukarela melaporkan sendiri pelanggaran yang terjadi di masa lalu kepada Premier League dan UEFA.
Imbasnya, proses investigasi berjalan cepat untuk menghasilkan sanksi denda dan penangguhan.
Secara berlawanan, Man City menyatakan siap bertarung di meja hijau dengan menolak segala tuduhan.
Baca Juga: Mantan Petinggi Dukung Man City Didegradasi Imbas 115 Kasus Finansial: Benar-benar Parah!
"Saya ingin menjelaskan secara rinci apa sebenarnya hal ini, langkah-langkah selanjutnya, dan bagaimana kami akan terus membela klub serta pada akhirnya dibebaskan dari tuduhan dalam proses ini," ucap Soriano.
"Seluruh kasus yang diajukan Liga terhadap kami didasarkan pada satu tuduhan palsu; bahwa uang pribadi pemilik klub secara diam-diam dimasukkan melalui beberapa sponsor dari Abu Dhabi."
"Ini sama sekali tidak benar. Bukti yang tak terbantahkan telah diserahkan kepada komisi Liga Inggris yang menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi dan memang tidak pernah terjadi."
"Para pengacara kami akan mengajukan banding yang menyatakan bahwa putusan tersebut mengandung kesalahan hukum, prinsip, dan fakta yang jelas tidak dapat diandalkan."
"Kami akan terus bekerja tanpa henti. Kami akan fokus pada proses banding independen serta semua jalur hukum lain yang tersedia demi memenangkan perkara ini."
"Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan buat melindungi klub serta menuntut ganti rugi dari pihak mana pun yang berusaha merugikannya, baik saat ini maupun di masa depan," tegasnya, dikutip BolaSport.com dari ESPN FC.