Muncul Laporan Intimidasi Jelang Pemilihan FAM, Pengacara Olahraga: Segera Lapor Pihak Berwajib! - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 13 September 2026 | 21:48 WIB
Pemilihan kepemimpinan baru Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akan digelar Kamis mendatang. (NST.COM.MY)
SUPERBALL.ID - Segala dugaan pelanggaran terkait pemilihan kepemimpinan baru Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) harus segera dilaporkan kepada pihak berwenang dan badan-badan terkait.
Hal ini menyusul laporan yang menyebutkan bahwa kandidat tertentu menghadapi serangan pribadi dan intimidasi menjelang pemilihan anggota Komite Eksekutif badan induk sepak bola tersebut.
Adapun pemilihan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada hari Kamis mendatang.
Pengacara bidang olahraga dan komersial, Nik Erman Nik Roseli, menyatakan bahwa pihak mana pun yang memiliki informasi atau bukti mengenai pelanggaran tidak boleh tinggal diam.
Orang itu harus mengajukan pengaduan resmi kepada pihak berwenang yang tepat.
Nik Erman menjelaskan bahwa laporan semacam itu harus disampaikan kepada FAM, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), atau Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), selain juga membuat laporan polisi jika terdapat unsur pidana.
Ia menegaskan bahwa langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap dugaan yang muncul selama proses pemilihan kepemimpinan FAM diselidiki secara resmi, alih-alih hanya menjadi tuduhan tanpa bukti.
Baca Juga: Pengumuman Presiden Baru FAM Semakin Menarik, Hanya Jadi Pertarungan 2 Kandidat?
Ia mencatat bahwa Kode Pemilihan FAM melarang adanya pengaruh yang tidak semestinya dari pihak ketiga selama proses pemilihan dan mewajibkan badan induk tersebut untuk memberi tahu FIFA atau AFC jika insiden semacam itu terjadi.
"Jika pelecehan atau intimidasi berasal dari pejabat atau individu yang terlibat dalam sepak bola, hal itu merupakan pelanggaran terhadap peraturan FIFA dan FAM," ujarnya.
"Pihak yang terdampak harus mengambil tindakan lanjutan, seperti melaporkan masalah tersebut kepada FAM, AFC, dan FIFA, serta membuat laporan polisi."
"Pernyataan yang disampaikan tanpa tindakan lanjutan harus dianggap sebagai pernyataan kosong yang tidak berbobot."
Lebih lanjut, Nik Erman mengingatkan bahwa laporan harus dibuat jika ada individu yang melakukan politik uang untuk mengamankan suara selama perebutan posisi tersebut.
Ia menyatakan bahwa politik uang bukan hanya pelanggaran menurut peraturan FIFA—yang dapat berujung pada skorsing dari semua aktivitas terkait sepak bola, tetapi juga merupakan tindak pidana menurut hukum nasional.
"Cakupan politik uang tidak terbatas pada uang tunai," katanya.
"Hal ini juga mencakup pemberian hak istimewa serta janji jabatan atau kontrak."
"Perhatian lebih harus diberikan pada iming-iming non-moneter yang termasuk dalam definisi korupsi."
"Hal ini juga mencakup politik uang secara tidak langsung, di mana dana atau imbalan tidak diberikan secara langsung kepada anggota afiliasi yang memiliki hak suara, melainkan disalurkan kepada kenalan, perusahaan, atau anggota keluarga mereka."
Baca Juga: Presiden Baru Federasi Sepak Bola Malaysia Memiliki 3 Tanggung Jawab Besar
Sebagai informasi, Presiden dan Komite Eksekutif FAM yang baru terpilih hanya akan menjabat selama sekitar dua setengah tahun, karena pemilihan ini mencakup sisa masa jabatan periode 2025–2029.
Mantan anggota Komite Eksekutif (EXCO) FAM, Datuk Christopher Raj, memaparkan tiga tantangan utama yang dihadapi kepemimpinan baru.
Ketiga tantangan tersebut yakni memulihkan reputasi badan induk sepak bola, memperbaiki kesehatan keuangan, dan menjaga integritas administrasi.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa beban terberat tak diragukan lagi akan dipikul oleh sang presiden, posisi yang diperebutkan oleh Datuk Ab Ghani Hassan dan Datuk Seri Shahril Mokhtar.
Namun, ia juga mencatat bahwa para wakil presiden dan seluruh anggota EXCO memikul tanggung jawab untuk membuktikan bahwa pihak-pihak afiliasi telah membuat pilihan yang tepat dengan memilih mereka untuk mendorong perubahan di dalam FAM dan kancah sepak bola nasional.