Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Featured Ni Wayan Malana Skateboard Spesial

    Mimpi sang Ibu Iringi Kickflip Wayan Malana Fairbrother di Asian Games - Beritasatu

    3 min read

     


    Atlet skateboard Indonesia Ni Wayan Malana Fairbrother beraksi pada final nomor street putri Asian Games 2026 di Aichi Sky Expo Hall B, Tokoname, Aichi, Jepang, Minggu 27 September 2026. Malana menempati posisi keenam dengan mengumpulkan 136,97 poin sehingga gagal meraih medali. (Beritasatu.com/Fauzan)

    Nagoya, Beritasatu.com - Atlet skateboard Indonesia Ni Wayan Malana Fairbrother menutup debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan finis di posisi keenam nomor street putri. Meski gagal meraih medali, atlet berusia 14 tahun itu mencatat momen berkesan setelah berhasil menuntaskan salah satu kickflip terbaik dalam kariernya di Aichi Sky Expo, Jepang, Minggu (27/9/2026).

    Malana mengumpulkan total nilai 136,97. Momen terbaiknya terjadi pada kesempatan trik kedua ketika ia sukses mengeksekusi kickflip setelah gagal pada percobaan pertama.

    "Ini adalah salah satu penampilan terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mungkin melakukan kickflip terbaik yang pernah saya lakukan. Saya belum pernah melakukan kickflip sebesar itu sebelumnya," kata Malana, dikutip dari Antara.

    Keberhasilan tersebut memiliki cerita khusus. Sehari sebelum pertandingan, ibunda Malana ternyata bermimpi putrinya melakukan kickflip di Asian Games.

    Padahal, Malana mengaku belum memberi tahu sang ibu mengenai trik yang akan dicobanya di final. "Saya belum bilang apa-apa ke dia mau melakukan trik apa. Tetapi, saya kemarin sudah menulis mau kickflip. Terus dia tiba-tiba ngomong, 'Tadi malam aku mimpi kamu kickflip di Asian Games'," ujar Malana.

    Malana kemudian menunjukkan catatan rencana trik yang telah dibuatnya. Ternyata, kickflip yang muncul dalam mimpi sang ibu memang sama dengan trik yang hendak ia lakukan. "Terus saya bilang, 'Ma, aku mau kickflip untuk best trick kalau bisa masuk.' Dia bilang, 'Wah, aku mimpi itu.' Terus saya landing," katanya.

    Eksekusi tersebut mendapat nilai 75,69 dan langsung disambut ekspresi gembira Malana.

    Sebelumnya, Malana mencatat 8,04 poin pada run pertama. Nilainya meningkat menjadi 51,55 pada run kedua dan kembali naik menjadi 61,28 pada run ketiga.

    Pada sesi trik, Malana gagal di percobaan pertama sebelum bangkit melalui kickflip di percobaan kedua. Ia kemudian gagal menyelesaikan trik terakhir sehingga total nilainya berhenti di 136,97.

    "Saya memberikan semuanya. Saya sangat senang bisa berada di sini. Meskipun tidak mendapatkan medali, saya sudah melakukan yang terbaik," ujarnya.

    Malana mengakui dirinya tetap mengincar medali. Namun, hasil di Nagoya justru membuatnya semakin termotivasi untuk terus berkembang. "Saya benar-benar ingin mendapatkan medali. Tetapi, kalau saya sudah memberikan semuanya dan masih tidak cukup, berarti saya harus terus berjalan. Saya harus terus mendorong impian saya," katanya.

    Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dari perjalanannya. Meski tidak hadir langsung di Jepang, keluarga Malana tetap mengikuti perjuangannya dari Indonesia.

    Asian Games 2026 menjadi pengalaman besar bagi Malana yang masih berusia 14 tahun. Sejak kecil, ia telah mencoba berbagai cabang olahraga, mulai dari renang, basket, sepak bola, hingga akhirnya menekuni skateboard.

    "Saya masih surfing, masih bermain basket, masih bermain sepak bola. Saya masih belajar juga. Jadi, saya hanya seorang anak 14 tahun biasa yang sedang mengejar impian," katanya.

    Selepas Asian Games, Malana akan melanjutkan persiapan untuk mengejar target yang lebih besar, termasuk peluang tampil di Olimpiade Los Angeles 2028. "Saya akan pergi ke Paraguay bulan depan dan semoga bisa berhasil di sana juga," ujarnya.

    Malana menyadari masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. "Saya pikir saya hanya harus mendapatkan trik yang lebih besar, lebih banyak kombinasi, dan saya harus tetap bahagia," katanya.

    Pada final street putri, medali emas diraih Zhu Yuanling dari China dengan 166,57 poin. Oda Yumeka dari Jepang meraih perak dengan 161,96 poin, sedangkan perunggu menjadi milik Cui Chenxi dengan 156,60 poin.

    Komentar
    Additional JS