Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gary Neville Manchester United Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Man United Tunjukkan Permainan 15 Menit Terburuk di Mata Gary Neville - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com - Gary Neville menyebut 15 menit penampilan Manchester United saat menghadapi Fulham sebagai periode terburuk sepanjang pengamatannya terhadap klub tersebut.

    Komentar itu disampaikan Neville setelah gol bunuh diri Lisandro Martinez membuat Fulham unggul pada babak kedua.

    Man United kemudian menyelamatkan satu poin lewat gol Matheus Cunha pada menit ke-89 sehingga pertandingan di pekan kelima Lga Inggris itu berakhir 1-1.

    Baca juga: Hasil Newcastle United Vs Liverpool 3-3, The Reds Nyaris Kalah Saat Salah Cetak 2 Gol

    Mantan kapten Man United tersebut mengaku belum pernah melihat penampilan tim dengan tingkat usaha seperti itu sejak mulai mengikuti klub sejak usia lima tahun.

    Argentina 0 Tembakan dalam 90 Menit, Terburuk dalam Final Piala Dunia!

    "Saya sudah menyaksikan Manchester United sejak usia lima tahun dan itu adalah 15 menit terburuk yang pernah saya lihat," ujar Neville, dilansir dari BBC, Senin (21/9/2026).

    "Benar-benar memalukan."

    "Saya belum pernah melihat kurangnya usaha seperti itu. Apa yang kira-kira dipikirkan (Michael) Carrick?"

    Baca juga: Hasil AC Milan Vs Lecce 3-0: Amorim Akui Belajar dari Kesalahan di Man United

    Neville Soroti Penampilan Man United

    Kritik Neville merujuk pada periode awal babak kedua laga kontra Fulham hingga gol bunuh diri Lisandro Martinez.

    Man United tampil kesulitan sebelum akhirnya Cunha mencetak gol penyama kedudukan melalui tembakan pada menit ke-89 yang sempat mengenai pemain Fulham.

    Neville pernah menjadi bagian skuad United saat kalah 1-3 dari Fulham di Old Trafford pada Oktober 2003.

    Bek Manchester United, Harry Maguire, dan pelatih kepala Michael Carrick berbincang di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Fulham dan Manchester United di Craven Cottage, London, pada 20 September 2026. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-1.

    Lihat Foto

    Baca juga: Hasil Liga Inggris: Chelsea Pesta Gol, Man City Putus Tren Negatif, Arsenal Kalahkan Man United

    Dalam beberapa musim terakhir, MU juga mengalami kekalahan besar, termasuk 0-7 dari Liverpool serta dua kekalahan 1-6 di kandang sendiri melawan Tottenham dan Manchester City.

    Kritik tersebut muncul setelah MU juga kalah dari Man City dalam derbi pada pekan sebelumnya. City saat itu bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama.

    United kemudian kembali kalah di kandang dari Brighton setelah sempat unggul dua gol. Hasil tersebut menjadi kekalahan kandang dari Brighton pertama dalam lebih dari 50 tahun.

    Baca juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris: Man City Tak Terbendung, Man United Tertahan

    Jalannya Laga Fulham vs Man United

    Bermain di Craven Cottage Stadium, Minggu (20/9/2026), kedua tim langsung menciptakan sejumlah peluang sejak awal pertandingan.

    Bernd Leno menggagalkan tendangan Lisandro Martinez, sementara Diogo Dalot juga melepas tembakan melebar.

    Bruno Fernandes kemudian membentur tiang setelah menerima umpan Matheus Cunha. Cunha kembali mendapat peluang, tetapi bola kembali mengenai tiang.

    Baca juga: Newcastle United Vs Liverpool: Penampilan Menawan Salah di St James' Park

    Fulham membalas lewat Josh King dan Sander Berge, tetapi Senne Lammens tampil sigap mengamankan gawang Man United.

    Babak pertama berakhir 0-0 dengan total 26 percobaan, terbanyak dalam satu babak pertama Premier League tanpa gol sejak data Opta tersedia pada 2003-2004.

    Fulham membuka skor melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez setelah bola pantulan penyelamatan Lammens mengenai kakinya.

    Man United menyamakan kedudukan pada menit ke-89 lewat tembakan Cunha yang membentur David Affengruber sebelum masuk ke gawang.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Momen Messi Menangis Setelah Argentina Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026

    Komentar
    Additional JS