Laga Persija Vs Persib Tuntas dan Sukses, I.League Bicara soal Tantangan Panas Arema FC Vs Persebaya - Semua Halaman - Bolasport.

BOLASPORT.COM - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, buka suara terkait tantangan menyelenggarakan laga bertensi tinggi berikutnya seusai duel akbar Persija Jakarta Vs Persib Bandung sukses terlaksana dengan lancar.
Laga sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia antara Persija kontra Persib
sukses digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta,
Sabtu (12/9/2026).
Pertandingan pekan kedua Super League 2026/2027 tersebut berjalan aman dan
kondusif kendati dipadati lebih dari 58.000 penonton yang menyaksikan kemenangan
dramatis Macan Kemayoran 2-1 atas Maung Bandung.
Meski demikian, tugas operator kompetisi untuk mengawal partai-partai panas
belum usai.
Ujian berat berikutnya telah menanti, yakni duel sarat rivalitas di Derbi Jawa
Timur antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya.
Laga dengan intensitas tinggi antara Arema FC Vs Persebaya ini memang masih berlangsung pekan ke-11 yang yang dijadwalkan bergulir pada 29 November 2026 mendatang.
Baca Juga: Sehari usai Keok dari Persija, Igor Tolic Bawa Persib Bandung Terbang ke Korea Selatan
Namun, tentu saja pertandingan ini menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan.
Pasalnya, kedua tim juga memiliki rivaliras yang tinggi di sepak bola Tanah Air.
Terkait hal tersebut, Asep Saputra menegaskan bahwa pada prinsipnya seluruh laga di Super League memiliki bobot kepentingan yang setara.
“Saya pikir normal ya, sama statusnya dengan 305 pertandingan lainnya,” ujar Asep Saputra kepada awak media di Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2026).
“Secara khusus pertandingan terlaksana, ada proses persiapan, kan juga kita punya match commissioner di setiap pertandingan,” ucapnya.
Asep juga berbicara soal laga Persija Vs Persib yang sempat ada pelemparan saat Beckham Putra dan para pemain Maung Bandung yang melakukan pemanasan.
Terkait ini, Asep memastikan bahwa segala bentuk pelanggaran regulasi yang terjadi di atas lapangan akan tetap diproses melalui mekanisme resmi tanpa ada perlakuan
istimewa bagi laga mana pun.
“Kalau tadi pertanyaan soal ada beberapa tindakan ya mekanisme pertandingan normal lah,” kata Asep Saputra.
“Match Commisioner akan melihat mengakses, melaporkan, kalaupun terjadi misalnya hal-hal yang tidak sesuai dengan regulasi, kode disiplin, nanti dalam prosedurnya tentu akan diproses,” tegasnya.
“Di situ normal-lah tidak hanya khusus kepada pertandingan Persija Vs Persib saja, tetapi ada 305 pertandingan lainnya statusnya sama.”
Disinggung mengenai kesiapan menatap duel panas lainnya seperti Arema FC vs
Persebaya Surabaya pada 29 November mendatang, Asep tak menampik bahwa setiap pertandingan memiliki tingkat risiko yang berbeda.
Namun, ia optimistis kelancaran laga Persija vs Persib di Jakarta menjadi dorongan moral yang sangat berharga untuk menyongsong Derbi Jatim dan partai-partai krusial lainnya.
“Mungkin teman-teman media menyampaikan seperti itu, ada gradasi beberapa pertandingan, tapi bagi kami sendiri, tentu betul dari sisi risiko ada yang berbeda,” jelas Asep.
“Tapi konteksnya sekali lagi selalu menyebutkan 305 pertandingan Super League, artinya satu terlaksana tentu juga menjadi sebuah dukungan positif untuk match-match lainnya, tentu masih ada banyak pekerjaan rumah (PR), karena kita baru memulai, tetapi sekali lagi ini menjadi energi positif lah,” ungkapnya.
“Semoga semua pihak tetap menjaga kondusivitas, klub, pemain, match ofisial, penonton terutama, dan juga termasuk kami pun bagaimana cara konsisten memastikan regulasi, match operasional berjalan, dan juga penonton yang hadir betul-betul merasakan sebuah kompetisi yang harusnya semakin baik dan semakin memberikan nilai value yang lebih lah untuk sepak bola kita.”
Di sisi lain, Asep Saputra turut membeberkan kabar menggembirakan terkait grafik kehadiran penonton di stadion selama dua pekan awal bergulirnya kompetisi.
Ia mengungkapkan bahwa angka kehadiran suporter mengalami lonjakan yang sangat
signifikan dibandingkan musim lalu, bahkan kini menembus angka rata-rata hampir 10.000 penonton per laga.
Peningkatan ini tak lepas dari mulai dicabutnya larangan kehadiran suporter
tandang, meski pengecualian tetap diberlakukan ketat pada laga-laga berisiko tinggi.
I.League memang telah mencabut larangan untuk suporter away, sehingga suporter tim tamu sudah bisa langsung datang di stadion.
Walaupun memang untuk beberapa pertandingan seperti Persija Vs Persib masih dilarang.
Situasi ini juga tak menutup kemungkinan dalam beberapa laga yang dinilai memiliki resiko tinggi, seperti PSIM Yogyakarta Vs PSS Sleman hingga Arema FC Vs Persebaya.
“Saya pikir ini sebuah tren positif, tinggal bagaimana sekali lagi masing-masing klub memastikan bahwa pertandingan itu berjalan lancar,” ungkap Asep.
“Kan begini, sebuah kompetisi kita juga sudah melakukan sosialisasi, workshop, koordinasi bagaimana para klub juga harus bertanggung jawab memastikan pertandingan berjalan dengan lancar, ditambah ada satu kebijakan yang dinantikan away banned untuk suporter away sudah dicabut.”
”Tetapi sekali lagi memang masih ada beberapa pertandingan yang dalam catatan harus tetap seperti sebelumnya. Tapi atleast ada tren yang positif, naik, dan harapan ini bisa menularkan untuk pertandingan-pertandingan lainnya,” tuturnya