Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita F1 Featured Juara Malaysia Spesial

    Kisah Alex Yoong, Dari Legenda Formula 1 Malaysia Jadi Pelatih Emas Asian Games - Investor Trust

    6 min read

     

    Mantan pembalap Formula 1 Malaysia Alex Yoong sukses menjadi pelatih peraih medali emas Asian Games 2026 dari esport nomor e-Racing. Foto: www.instagram.com/alexyoongf1

    Poin Penting

    ●Taj Izrin Aiman Taj Madira merebut emas e-Racing Gran Turismo 7 dan mencatat sejarah sebagai peraih emas esports pertama Malaysia di Asian Games 2026.
    ●Nasihat Alex Yoong untuk tetap tenang, mengatur pernapasan, dan tidak overthinking membantu Taj Izrin bangkit setelah sempat turun ke posisi keempat dan kelima.
    ●Alex Yoong merupakan mantan pembalap Formula 1 Malaysia yang membela Minardi pada 2001-2002 dan kini memanfaatkan pengalaman balapnya untuk membimbing Taj Izrin.

    NAGOYA, investortrust.id – Taj Izrin Aiman Taj Madira mengungkap sosok yang berperan penting di balik keberhasilannya merebut medali emas e-Racing untuk Malaysia pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Nasihat mantan pembalap Formula 1 Malaysia, Alex Yoong, menjadi salah satu kunci Taj Izrin meraih emas di salah satu nomor esports.

    Taj Izrin mencetak sejarah dengan mempersembahkan medali emas esports pertama Malaysia di Asian Games setelah tampil pada nomor Gran Turismo 7. Dalam perlombaan tersebut, posisinya sempat turun ke peringkat keempat bahkan kelima ketika harus berhadapan dengan para pembalap dari Jepang, Indonesia, dan Arab Saudi.

    Situasi tersebut tidak membuat Taj Izrin kehilangan kendali. Menurutnya, arahan Alex Yoong untuk tetap tenang dan tidak terlalu memikirkan keadaan menjadi modal penting saat menghadapi fase-fase krusial dalam pertandingan.

    Baca Juga

    Peluang Emas Indonesia di Asian Games 2026 Terbuka, 14 Final Partai Menanti

    "Pelatih saya, Alex, selalu mengatakan kepada saya untuk tidak terlalu banyak berpikir, berlatih teknik pernapasan, dan tetap rileks. Ada saat-saat ketika kami turun ke posisi P4 atau P5, tetapi saya pikir tetap tenang adalah alasan kami bisa bangkit," kata Taj Izrin, dilansir New Straits Times.

    Taj Izrin menambahkan, kemampuan menjaga ketenangan tersebut terus dibawanya sejak babak semifinal hingga final. Mental yang stabil menjadi sangat penting karena persaingan di Asian Games mempertemukannya dengan pembalap berpengalaman yang sebelumnya sudah tampil di kejuaraan dunia.

    "Itu adalah salah satu hal yang saya bawa dari semifinal hingga final, yakni tetap tenang apa pun situasinya," ujar Taj Izrin.

    https://cdn.investortrust.id/images/17902319598897729.jpg

    Taj Izrin Aiman meraih medali emas Asia Games 2026 untuk Malaysia dari esport cabang e-Racing pada nomor Gran Turismo 7. (web.facebook.com/anwaribrahimofficial)
    Source: web.facebook.com/anwaribrahimofficial

    "Tekanannya memang ada, terutama di Asian Games. Namun, saya pernah berkompetisi dalam balapan nyata dan World Series, sehingga pengalaman tersebut membantu saya menjaga fokus," beber Taj Izrin.

    Rasa hormat Taj Izrin kepada Alex Yoong memang cukup masuk akal. Bagi penggemar lomba jet darat, Alex Yoong bukan sosok asing. Pria kelahiran Kuala Lumpur pada 20 Juli 1976 tersebut tercatat sebagai pembalap Malaysia yang pernah berlaga di Formula 1 bersama Minardi.

    Alex Yoong menjalani debut F1 pada Grand Prix Italia 2001 setelah bergabung dengan Minardi pada tiga balapan terakhir musim tersebut. Dia kemudian menjadi pembalap reguler Minardi pada musim 2002. Dia mengoleksi 18 start Grand Prix sepanjang kiprahnya di Formula 1.

    Prestasi terbaik Alex Yoong terjadi pada Grand Prix Australia 2002. Dia mampu menyelesaikan balapan di posisi ketujuh bersama Minardi, meski tidak memperoleh poin karena sistem penilaian saat itu hanya memberikan poin kepada enam pembalap teratas.

    Alex Yoong juga memiliki catatan khusus di Grand Prix Malaysia. Pada balapan di Sepang 2002, dia menjadi satu-satunya pembalap Malaysia yang pernah memulai balapan Formula 1 di kandang. Dia mengawali lomba dari posisi ke-22, sempat naik hingga posisi ke-14, sebelum akhirnya gagal menyelesaikan balapan akibat masalah gearbox.

    Pengalaman panjang di dunia balap tersebut kini menjadi bekal Alex Yoong dalam membimbing Taj Izrin sebagai pelatih. Dalam perjuangan Taj Izrin merebut emas e-Racing Asian Games, Yoong memberikan perhatian bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga kesiapan mental.

    Nasihat Alex Yoong yang paling bagus adalah agar Taj Izrin tidak terlalu banyak berpikir, mengatur pernapasan, dan tetap tenang. Sebab, saat final Asian Games itu, posisinya sempat turun ke peringkat keempat dan kelima dalam final Gran Turismo 7.

    Baca Juga

    Puan Minta Masyarakat Dukung Penuh Kontingen Indonesia di Asian Games 2026

    Komentar
    Additional JS