Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Tanjung Verde Vozinha

    Kiper Tanjung Verde Menderita akibat Tenar di Piala Dunia 2026: Mending Saya Gak Terkenal! - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Internasional
  • Senin, 28 September 2026 | 22:42 WIB

    Kiper Tanjung Verde, Vozinha (kanan),  menderita imbas ketenarannya di Piala Dunia 2026.Kiper Tanjung Verde, Vozinha (kanan), menderita imbas ketenarannya di Piala Dunia 2026. (ROBERTO SCHMIDT / AFP)

    BOLASPORT.COM – Kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha, mengaku menderita imbas ketenarannya di Piala Dunia 2026.

    Kiper berusia 40 tahun itu menjadi sensasi di Piala Dunia 2026 berkat kiprah menterengnya bersama Timnas Tanjung Verde.

    Dalam debutnya di turnamen empat tahunan itu, Vozinha berhasil mencatatkan 18 penyelamatan dari empat pertandingan.

    Berkat kiprahnya, tim nasional berjulukan Si Hiu Biru itu bisa lolos ke babak 32 besar dalam debutnya di Piala Dunia.

    Tak ayal, penampilan mentereng kiper bernama lengkap Josimar Jose Evora Dias itu membuatnya tenar di dunia maya dan dunia nyata.

    Di dunia maya, jumlah pengikutnya di media sosial Instagram naik dari puluhan ribu dan kini menjadi 28 juta pengikut.

    Sementara di dunia nyata, kehidupannya berubah drastis dari yang sebelumnya tak dikenal dan kini kerap diburu pencinta sepak bola.

    "Sekarang kalau saya pergi keluar atau ke restoran, selalu ada saja orang yang ingin berfoto bersama atau meminta tanda tangan saya," ujar Vozinha, dikutip BolaSport.com dari ESPN.

    "Atau parahnya lagi, ada orang yang merekam saya," lanjut mantan rekan Witan Sulaeman di AS Trencin itu.

    Baca Juga: Melengkung ke Pojok Atas, Gol Bek Tanjung Verde ke Gawang Argentina Terpilih Jadi Gol Terbaik Piala Dunia 2026

    Siapa sangka, hal ini menjadi mimpi buruk baginya karena tak lagi memiliki privasi atau keleluasaan pribadi untuk menjalani hidup.

    Lebih lanjut, Vozinha mengatakan bahwa semua orang ingin terkenal sepertinya. Tetapi semua hanya melihat dari sisi positifnya.

    Kiper yang kini membela Colo-Colo tersebut menderita dengan ketenarannya dan ingin kembali hidup seperti sebelum Piala Dunia 2026.

    "Banyak orang ingin menjadi terkenal dan memiliki profil publik, namun mereka hanya melihat sisi positif dari kenyataan tersebut," terusnya.

    "Saya telah kehilangan kedamaian dan ketenangan saya. Saya tidak lagi memiliki privasi, atau setidaknya jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya."

    "Itulah hal yang paling banyak berubah dalam hidup saya, dan menurut saya tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengatasinya."

    "Sejujurnya, jika saya diberi pilihan antara kehidupan yang saya jalani saat ini dan kehidupan yang saya jalani sebelumnya, saya akan memilih kehidupan saya yang sebelumnya," terangnya.

    Vozinha menambahkan tak hanya dirinya yang menderita karena ketenaran ini, melainkan juga orang tuanya.

    Dia mengaku rumah ibunya di Tanjung Verde selalu dipenuhi penggemarnya sehingga kehidupan tenang sang ibu terganggu.

    Baca Juga: Efek Piala Dunia 2026, Kiper Tanjung Verde Tak Bisa Lagi Hidup Normal

    "Saya tidak berada di sana, jadi saya tidak bisa membantu mereka," tutur mantan kiper Chaves tersebut.

    "Mereka (orang tua dan keluarganya) harus belajar menghadapi situasi tersebut dan menetapkan batasan," pungkasnya.

    Sebenarnya, Vozinha sempat mengaku bahagia dengan ketenaran yang didapatnya setelah Piala Dunia 2026.

    Tetapi kini ketenaran itu perlahan menjadi mimpi buruknya, terlebih dirinya kini berkarier di kawasan yang fanatik sepak bola seperti Cili.  

    Komentar
    Additional JS