Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kickboxing Olimpiade Spesial

    Kickboxing Berpeluang Masuk Olimpiade, PP KBI Siapkan Integrasi Amatir dan Profesional - Kompas

    6 min read

     


    KOMPAS.com - Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI) periode 2026-2030 memfokuskan organisasinya membangun ekosistem terintegrasi antara pembinaan amatir dan profesional.

    Hal itu bertujuan untuk mendongkrak prestasi atlet kickboxing Indonesia dalam upayanya menembus persaingan di level dunia.

    Hal itu diungkapkan Ketua Umum PP KBI, Ngatino, dalam acara pelantikan kepengurusan PP KBI periode 2026-2030 di Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

    Baca juga: Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kondisi Nagoya Dipantau

    Acara dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman.

    INSIDE | BERAKHIR! | Atlético de Madrid 4 - 0 Real Sociedad

    Ngatino menyampaikan bahwa pada periode ketiganya ini, PP KBI akan berbenah secara internal sembari menyusun program peningkatan prestasi atlet di level internasional.

    "Kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk kembali memimpin Kickboxing Indonesia untuk periode ketiga merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang sangat besar," ucap Ngatino dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

    Baca juga: AC Milan Vs Benfica: Amorim Tak Cemaskan Kritik, Patok Target Tinggi

    "Apa yang telah kita lalui selama ini harus menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan dan pembenahan ke depan."

    "Kita harus membangun KBI yang semakin solid, profesional, transparan, modern dan mampu menjawab tantangan perkembangan olahraga nasional maupun internasional," lanjut dia.

    Sebagai program jangka pendek, PP KBI langsung menggelar rapat pleno usai acara pelantikan untuk mematangkan agenda organisasi. 

    Baca juga: Tiga Siswa Papua Football Academy Dipanggil TC Timnas U-16

    Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada awal November 2026 mendatang sebagai pengganti PON Bela Diri di Solo yang ditunda. 

    "Dalam Kejurnas itu ada namanya Gala Night yang tadi akan menentukan 10 atlet terbaik," kata Ngatino.

    Selain itu, Ngatino juga akan lebih memerhatikan kesinambungan pembinaan antara jalur amatir dan profesional.

    Baca juga: Persipura Usung Misi Bangkit, Tekad Hentikan Dominasi Kendal Tornado

    Harapannya, atlet yang membela Indonesia selalu dalam kondisi siap tempur di berbagai ajang internasional.

    "Harus ada ekosistem dalam pembinaan, antara amatir dan pro harus seiring. Pesan dari Pak Ketum KONI Pusat itu betul bahwa kita sudah siapkan nanti yang amatir 10 besar amatir hasil kejurnas itu langsung menjadi pro," ujar Ngatino.

    "Ke depannya, 2027, kita sudah siapkan untuk pro. Dan kemudian 2027 juga memulai lagi untuk mencari 10 atlet lagi untuk bersama-sama dengan 10 atlet yang ada di 2026 itu untuk kita siapkan menjadi atlet profesional," tutur Ngatino.

    Selain penguatan jalur prestasi, PP KBI juga menginisiasi pengembangan industri olahraga melalui KBI Pro untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi para atlet. 

    "KBI Pro kita bangun untuk dua tujuan besar. Pertama, menjadi wadah pertandingan profesional yang mampu meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding atlet Indonesia agar semakin siap menghadapi persaingan internasional," terang Ngatino.

    Baca juga: Cerita dari Papua Football Academy, Kolam Talenta Ujung Timur Indonesia

    "Kedua, KBI Pro harus dapat membuka peluang bagi atlet untuk memperoleh penghasilan secara profesional dari prestasi dan kemampuan mereka," tambahnya.

    Berpeluang Masuk Olimpiade

    Satu hal penting yang juga disampaikan oleh Ngatino adalah Asosiasi Kickboxing Dunia (WAKO) sudah diakui sebagai anggota penuh Komite Olimpiade Internasional (IOC). 

    Dengan demikian, ke depannya kickboxing berpeluang besar untuk dipertandingkan pada ajang Olimpiade.

    Baca juga: Mengapa Ratusan Pelajar Ikut Bela Negara?

    “WAKO sebagai Federasi Internasional (IF) itu sudah menjadi member penuh IOC dan telah menggunakan logo lima ring. Anggotanya pun sudah menembus 150 negara melebihi persyaratan masuk Olimpiade yakni 80 negara. Makanya, kickboxing berpeluang dipertandingkan pada Olimpiade mendatang,” tegasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, memberikan dukungan terhadap program yang dicanangkan oleh PP KBI.

    "Tadi dilaporkan bahwa kickboxing ini juga ada pembinaan amatir dan profesionalnya. Saya harapkan jenjang itu bisa dilalui dengan baik. Persiapkan atlet-atlet yang masuk ke profesional itu adalah juara-juara di amatir," tutur Marciano.

    "Karena di sana lawannya juga lebih tangguh dan dari sisi kesiapan atlet juga harus jauh lebih baik. Tapi dengan pembinaan yang baik, saya yakin Indonesia ke depan juga akan melahirkan atlet-atlet kickboxing yang bisa kita banggakan," jelas dia.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS