Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kevin Diks Ralf Rangnick Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia

    Kevin Diks Resmi bakal Dilatih Murid Ralf Rangnick, Apa Untungnya bagi Timnas Indonesia? - Semua Halaman - Bolasport.l

    8 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bundesliga
  • Rabu, 23 September 2026 | 09:30 WIB

    Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mendapatkan pelatih baru di Borussia Moenchengladbach, Alexander Blessin, yang diresmikan klub Bundesliga itu pada Selasa (22/9/2026).Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mendapatkan pelatih baru di Borussia Moenchengladbach, Alexander Blessin, yang diresmikan klub Bundesliga itu pada Selasa (22/9/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, akan merasakan tempaan pelatih baru di klubnya, Borussia Moenchengladbach, sekembalinya dari jeda internasional.

    Terpuruk di dasar klasemen Bundesliga, Moenchengladbach resmi melantik Alexander Blessin sebagai pelatih anyar bagi Kevin Diks dkk.

    Pengumuman tersebut dirilis laman resmi Die Fohlen pada Selasa (22/9/2026) waktu setempat.

    Blessin menduduki kursi pelatih permanen pasca-pemecatan Eugen Polanski, Minggu (13/9/2026).

    "Alexander Blessin adalah pelatih kepala baru Borussia Moenchengladbach," tulis pengumuman resmi di laman klub juara Liga Jerman lima kali pada era 1970-an itu.

    "Pria berusia 53 tahun ini telah menandatangani kontrak hingga 2028."

    "Blessin akan diperkenalkan secara resmi dalam konferensi pers di Borussia-Park, Rabu (23/9/2026)," begitu lanjutannya.

    Punya tugas berat membangkitkan Gladbach sebagai satu-satunya tim yang belum meraih angka di Bundesliga musim ini, Blessin memiliki riwayat karier yang menarik.

    Kiprahnya lahir dalam ekosistem kepelatihan Red Bull saat menukangi tim U-17 dan U-19 di RB Leipzig pada 2012-2020.

    Blessin bisa dibilang anak didik alias murid langsung dari Ralf Rangnick, eks pelatih Man United yang di Jerman dikenal sebagai 'Bapak Gegenpressing'.

    Baca Juga: Kevin Diks Gagal Penalti saat Jadi Kapten, Gladbach Tumbang Lagi dan Betah di Dasar Klasemen

    Pernah melatih Blessin saat masih jadi pemain di Stuttgart, Rangnick adalah sosok yang memboyong sang murid ke lingkungan Red Bull.

    Ketika Blessin menukangi tim junior, Rangnick membesut skuad utama mereka dan menanamkan filosofi permainan counter-pressing yang menjadi kurikulum di klub-klub naungan perusahaan raksasa minuman energi tersebut.

    Walhasil, ketika Blessin membentuk karier sendiri dengan melatih klub sebelumnya di Belgia (Oostende, Union SG), Italia (Genoa) dan Jerman (St Pauli), karakter itu melekat pula sebagai ciri khas permainannya.

    Alexander Blessin resmi ditunjuk sebagai pelatih baru klubnya Kevin Diks, Moenchengladbach, pada Selasa (22/9/2026).Alexander Blessin resmi ditunjuk sebagai pelatih baru klubnya Kevin Diks, Moenchengladbach, pada Selasa (22/9/2026). (IBRAHIM OT / AFP)

    Manfaat buat Timnas Indonesia

    Penunjukan sosok pemenang gelar juara piala domestik dan Pelatih Terbaik Liga Belgia 2023-2024 bersama Union SG tersebut memperlihatkan visi Moenchengladbach untuk bangkit dengan merevolusi sistem permainan.

    Gaya bermain dengan intensitas tinggi dan pressing ketat ala Blessin diharapkan menggenjot kualitas Die Fohlen.

    Gaya bermain tersebut bisa juga memberikan dampak secara tidak langsung untuk Timnas Indonesia.

    Kebiasaan Blessin memainkan sistem 3-4-3 sebagai formasi gacoannya cocok buat mengakomodasi kemampuan Kevin Diks.

    Pemain bertahan kelahiran Belanda yang memiliki garis keturunan Maluku itu piawai bermain di berbagai posisi lini belakang.

    Jika pola tiga bek sentral dipakai, Diks dapat dipasang sebagai bek tengah-sentral ataupun di sisi kanan-kiri.

    Baca Juga: Petir Menyambar 2 Kali di Klubnya Kevin Diks, Gladbach Resmi Pecat Pelatih Lagi di Awal Musim

    Kualitas pria 29 tahun itu pun bakal semakin terasah bersama sang pelatih baru.

    Hal menarik, gaya bermain tiga bek sentral ala Blessin paralel dengan formasi yang sering diturunkan John Herdman di Timnas Indonesia.

    Juru taktik asal Kanada itu kerap menerapkan formasi 3-4-3 atau variasinya macam 3-5-2 dan 5-3-2.

    Pendekatan Herdman untuk membangun lini belakang berlapis dengan mengandalkan serangan tajam dari sektor sayap kira-kira sama dengan teori permainan ala Blessin.

    Di bawah kendali Blessin, penguasaan bola bukan prioritas. Prinsip utamanya adalah bagaimana memanfaatkan possession seefesien mungkin untuk membuat peluang dan merebut kembali momentum secara kilat saat kehilangan bola.

    Dengan taktik yang berorientasi pada kecepatan, respons dan pemanfaatan ruang ini, Blessin membentuk identitas permainannya sendiri.

    Hal itu bisa menguntungkan bagi Kevin Diks secara personal demi mematangkan perannya bersama sang pelatih anyar dan membawa pengalaman tersebut ke dalam sistem yang sama di Timnas Indonesia.

    Komentar
    Additional JS