Kevin Diks Gagal Penalti saat Jadi Kapten, Gladbach Tumbang Lagi dan Betah di Dasar Klasemen - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 20 September 2026 | 01:55 WIB
Kevin Diks (tengah) tak kuasa menghindarkan Borussia Moenchengladbach dari kekalahan saat menjamu Mainz di Bundesliga (19/9/2026). (INSTAGRAM @BORUSSIA)
BOLASPORT.COM - Rekor sempurna Kevin Diks dalam mengeksekusi penalti untuk Borussia Moenchengladbach terhenti saat timnya kalah lagi di pekan ke-4 Bundesliga.
Bek jagoan Timnas Indonesia kembali menggalang pertahanan Die Fohlen saat menjamu FSV Mainz di Borussia-Park, Sabtu (19/9/2026).
Kevin Diks dinobatkan sebagai kapten Borussia Moenchengladbach di pertandingan ini ketika Tim Kleindienst absen karena skors.
Bagi Gladbach, laga ini menandakan penampilan pertama sejak pelatih Eugen Polanski dipecat pekan lalu.
Kursi nakhoda sementara dipegang caretaker Jan Moritz Lichte hingga pelatih permanen diresmikan.
Lichte melakukan perubahan dalam peran Diks di lini belakang.
Biasanya pria berdarah Maluku tersebut diduetkan Polanski dengan Ko Itakura di jantung pertahanan.
Kombo Indonesia-Jepang dimainkan rutin dalam empat pertandingan pertama Bundesliga 2026-2027 di mana Gladbach selalu kalah.
Kali ini Lichte melakukan tweak lewat sistem tiga bek tengah dalam formasi 3-4-2-1. Diks berpartner dengan Itakura dan Jan Leszczynski.
Perubahan sistem permainan ini toh masih gagal menghadirkan angka pertama bagi Moenchengladbach.
Die Fohlen menyerah dalam drama 7 gol saat Mainz mencuri kemenangan 4-3.
Baca Juga: Petir Menyambar 2 Kali di Klubnya Kevin Diks, Gladbach Resmi Pecat Pelatih Lagi di Awal Musim
Seperti lazim terjadi, start Gladbach sejatinya menjanjikan dengan membuka skor lebih dulu pada menit ke-11.
Florian Neuhaus memantulkan tembakan rekannya dari luar kotak penalti untuk mengecoh gerak kiper.
Namun, Mainz menebusnya kontan dengan asis dan gol dari pemain Suriname, Sheraldo Becker.
Diawali skenario lemparan ke dalam, Becker mendapatkan bola dan mengopernya untuk dituntaskan Phillip Tietz (18').
Kemudian dia sendiri yang mencatatkan nama di papan skor melalui sundulannya di akhir babak pertama (45+1').
Masuk babak kedua, Kevin Diks sejatinya berpeluang menyamakan skor 2-2 melalui spesialisasinya, tendangan penalti.
Hanya, tak seperti biasanya, eksekusi mantan pemain Fiorentina ini gagal menyarangkan bola.
Tembakan keras Diks mengenai tiang gawang di sisi kiri kiper musuh.
Algojo Pengganti
Momen tersebut merupakan kegagalan penalti pertama untuk Diks dalam lima kali percobaan sejak gabung Gladbach.
Sebelumnya dalam empat eksekusi penalti musim lalu, dia selalu berhasil menceploskan bola ke gawang.
Adapun secara keseluruhan menurut data Transfermarkt, ini merupakan kegagalan ketiga dalam 22 kali tembakan penalti sepanjang kariernya.
Dua eksekusi lain yang mentah terjadi saat Diks menghadapi Kolding IF di Piala Denmark (2024) dan Timnas Australia di Kualifikasi Piala Dunia (2025).
Pasca-kegagalan penalti sang kapten, Gladbach bisa juga menyamakan skor melalui tembakan voli Isac Lidberg dua menit kemudian (59').
Baca Juga: Kevin Diks cs Kena Bantai 0-5 dan Meluncur ke Dasar, Pelatih Gladbach di Ujung Tanduk
Hanya, Mainz merespons lagi secara sempurna melalui dua gol yang dicetak Eric Martel (78') dan Danny da Costa (89').
Pada ujung pertandingan, Moenchengladbach kembali mendapatkan tendangan penalti akibat handball Martel di kotak terlarang.
Namun, kali ini bukan Diks yang mengambil bola. Striker Jepang, Shuto Machino, menjadi algojo pengganti dan berhasil menaklukkan kiper musuh (90+5').
Misi bangkit Die Fohlen terhalang waktu yang mepet dengan peluit akhir. Mereka pun kalah empat kali secara beruntun.
Mirisnya, klub juara Liga Jerman lima kali pada era 1970-an itu selalu kebobolan minimal tiga gol.
Kevin Diks dkk dikalahkan Leipzig 0-3, Elversberg 3-4, Freiburg 0-5 dan kini Mainz 3-4.
Selalu kalah, tanpa satu pun poin, menderita 16 gol dan cuma memasukkan 6 kali ke gawang lawan.
Dengan rapor terburuk macam itu sampai Spieltag 4, Moenchengladbach harus terima nasib mendekam di dasar klasemen Bundesliga saat jeda internasional tiba.