Kalah dari Ranking 41 FIFA di Kandang Sendiri, Jerman Sudah Jadi Tim Medioker - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 28 September 2026 | 08:40 WIB
Juergen Klopp belum berhasil mendapatkan kemenangan setelah menangani Timnas Jerman selepas Piala Dunia 2026. (MICHAELA STACHE/AFP)
BOLASPORT.COM - Seorang legenda Timnas Jerman mengkritik keras kualitas Der Panzer menyusul hasil terbaru yang mereka dapatkan.
Dilatih Juergen Klopp setelah Piala Dunia 2026, Jerman masih belum bisa mendapatkan kemenangan pertama.
Tiga hari setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Belanda dalam laga pertama Grup A2 UEFA Nations League 2026-2027, Die Nationalmannschaft kalah 0-1 dari Yunani, Minggu (27/9/2026) di Augsburg.
Pantas dicatat, Yunani saat ini menghuni peringkat ke-41 dalam ranking FIFA sementara Jerman berada di posisi ke-13.
Klopp sejauh ini belum bisa memperbaiki performa buruk Jerman, yang di Piala Dunia 2026 sudah tersingkir di babak 32 besar setelah tak mampu mengalahkan Ekuador dan Paraguay.
Melihat lebih jauh ke belakang, langkah Timnas Jerman juga sudah terhenti di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022. Sementara di Piala Eropa, Joshua Kimmich dkk. hanya mampu mencapai babak 16 besar pada 2020 dan perempat final di turnamen 2024.
Mantan pemain Jerman, Bastian Schweinsteiger, berbicara keras soal kualitas yang dimiliki DFB-Team sekarang.
Baca Juga: Hasil Lengkap UEFA Nations League - Jerman Tumbang di Tangan Yunani, Israel Dibantai
Eks gelandang yang mengoleksi 121 caps pada selang 2004-2016 serta membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2014 itu menyebut Jerman sekarang sudah menjadi sebuah tim medioker.
"Kita sudah bukan lagi sebuah tim top," kata mantan pemain Bayern Muenchen dan Man United itu seperti dikutip dari TMW.
"Sekarang kita hanya sebuah tim medioker. Kita tidak lagi memiliki pemain yang mampu membuat perbedaan."
"Yunani bahkan memiliki Konstantinos Karetsas, Christos Tzolis, Vangelis Pavlidis. Buat saya, mereka adalah pemain-pemain yang membuat perbedaan."
"Saya harap Juergen Klopp bisa membangun tim yang mampu memainkan sepak bola Klopp," pungkas Schweinsteiger.
Pada FIFA Matchday September-Oktober ini, Klopp memanggil skuad yang gemuk untuk melakoni 4 pertandingan UEFA Nations League melawan Belanda, Yunani, Serbia, dan Yunani lagi.
Sebanyak 44 pemain dipanggil di mana mereka dibagi menjadi 2 tim yang masing-masing akan memainkan 2 pertandingan.
Sejumlah pemain yang belum memiliki caps dan berasal dari klub "antah berantah" dipanggil Klopp.
Di antaranya ada Max Rosenfelder (Freiburg), Said El Mala (Koeln), dan Felix Keidel (Elversberg).
Pendekatan ini dikritik oleh media Jerman, tetapi Klopp bersikeras bahwa metode tersebut dibutuhkan untuk mencari calon pemain reguler sebanyak-banyaknya.
"Rencana untuk dua setengah minggu ini adalah mengumpulkan informasi semaksimal mungkin," kata eks pelatih Liverpool itu kepada Kicker.
"Bayangkan jika kita hanya membawa tim yang sama seperti yang tampil di Piala Dunia. Saya tidak tahu apakah dengan tim itu hasilnya akan berbeda."
"Sekarang kami membuka pintu untuk begitu banyak wajah baru dan nama-nama baru ini tidak melakukan banyak kesalahan."
"Tetapi, ini bukan soal menyalahkan siapa-siapa. Situasi ini juga tidak mudah untuk pemain-pemain yang posisinya sudah mapan."
"Dari sudut pandang saya, tidak ada cara lain untuk melakukan hal ini. Saya yakin ini cara terbaik, 100%," pungkasnya.