Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AC Milan Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Junior Ronaldo Baru Bikin 1 Gol dari 4 Laga, Kutukan Jersei Nomor 9 AC Milan Mulai Makan Korban? - Semua Halaman - Bolasport

    7 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Italia
  • Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

    Penyerang nomor 9 AC Milan, Goncalo Ramos, kembali gagal mencetak gol dalam laga kontra Lazio.Penyerang nomor 9 AC Milan, Goncalo Ramos, kembali gagal mencetak gol dalam laga kontra Lazio. (ACMILAN.COM)

    BOLASPORT.COM - Junior Cristiano Ronaldo, Goncalo Ramos, baru membuat satu gol dari 4 laga. Apakah kutukan jersei nomor 9 di AC Milan mulai memakan korban?

    Ramos kembali dipercaya turun sebagai penyerang starter oleh Ruben Amorim dalam duel Lazio vs Milan, Sabtu (12/9/2026) malam WIB.

    Ini menjadi laga keempat secara beruntun bagi penyerang asal Portugal tersebut tampil sejak menit pertama bersama I Rossoneri di Liga Italia 2026-2027.

    Namun, Goncalo Ramos lagi-lagi gagal memberikan sumbangsih gol untuk AC Milan.

    Dalam laga yang berkesudahan 2-2 di Stadion Olimpico itu, Ramos memang bermain sebagai starter, tetapi hanya turun selama 85 menit.

    Selama kurun waktu itu, ia sama sekali tidak mampu menciptakan peluang alih-alih tembakan tepat sasaran.

    Ramos juga tidak banyak berada di sepertiga akhir area milik lawan.

    Satu-satunya momen yang didapat sebagai ujung tombak utama AC Milan datang di penghujung paruh pertama.

    Baca Juga: AC Milan Sempat Bapuk & Tanpa Energi, Respons di Paruh Kedua Jadi Penyelamat

    Ramos melakukan sundulan memanfaatkan situasi sepak pojok, tetapi tandukannya melayang di atas mistar gawang Lazio.

    Selebihnya hingga ditarik keluar dengan digantikan Francesco Camarda, Ramos tidak mampu menebar tembakan ke gawang lawan.

    Kegagalan kembali penyerang berusia 25 tahun itu dalam mencetak gol membuatnya tersorot lagi.

    Didatangkan sebagai rekrutan termahal sepanjang sejarah klub pada musim panas 2026 dari PSG dengan biaya 74 juta euro, Goncalo Ramos justru tampil melempem.

    Dengan jersei nomor terkutuk di AC Milan, nomor 9, Ramos baru membukukan 1 gol saja dari 4 laga yang sudah dilakoninya.

    Hal ini menjadi sebuah tanda tanya besar mengingat investasi mahal untuk mengangkut Ramos ke San Siro belum juga membuahkan hasil.

    Terlebih junior Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal itu juga mengenakan nomor punggung 9 yang notabene nomor terkutuk di klub.

    Sudah banyak penyerang yang pernah memakai nomor tersebut menjadi flop jika sebelumnya tampil gacor bersama klub atau memakai nomor lamanya.

    Baca Juga: AC Milan Diminta Main seperti Como, Ruben Amorim: Sewa Saja Fabregas!

    Sejak pensiunnya Filippo Inzaghi pada 2012, nomor 9 tidak pernah berjodoh dengan pemakainya.

    Satu-satunya pemakai nomor 9 yang dianggap bisa mematahkan kutukannya adalah penyerang asal Prancis, Olivier Giroud, yang mampu mendulang 49 gol.

    Terlepas dari kutukan jersei nomor 9, Ramos mendapat pembelaan dari Ruben Amorim selaku pelatih.

    Menurut Amorim, rekan-rekannya di AC Milan juga perlu mengakomodasinya agar bisa mencetak gol.

    Ia turut berharap Goncalo Ramos bisa terus berkembang seiring berjalannya waktu.

    "Menurut saya, kami perlu menghabiskan lebih banyak waktu di dekat kotak penalti," ucap Amorim seperti dikutip dari DAZN.

    "Kami memang banyak menguasai bola, tapi justru jauh dari kotak penalti."

    "Kami perlu mendorong tim untuk maju ke depan dan menciptakan lebih banyak lagi kerja sama di dalam kotak penalti."

    Penyerang AC Milan asal Portugal, Goncalo Ramos, mengenakan nomor punggung terkutuk, nomor 9.Penyerang AC Milan asal Portugal, Goncalo Ramos, mengenakan nomor punggung terkutuk, nomor 9. (ACMILAN.COM)

    Baca Juga: Peringatan Kompatriot untuk Amorim di AC Milan: Awas Tekanannya Gila, Ekspektasinya Ketinggian!

    "Sebaliknya, kami hampir selalu masuk ke sana lewat umpan silang."

    "Dan terkadang, jika hanya mengandalkan umpan silang; meski bisa mengirimkannya sebanyak apa pun; hal itu justru menyulitkan penyerang."

    "Jadi, kami perlu memiliki variasi dalam cara memasuki kotak penalti: terkadang dengan Pulisic atau Cisse yang menusuk ke sudut, Ramos bisa memiliki lebih banyak peluang untuk menyentuh bola."

    "Namun, Ramos juga pasti akan terus berkembang seiring berjalannya musim," pungkasnya.

    Goncalo Ramos masih perlu bekerja keras untuk bisa menemukan bentuk permainan terbaiknya di lini depan.

    Musim 2026-2027 memang masih panjang untuk dilakoni baginya dalam menambah pundi-pundi gol.

    Kesempatannya untuk mengasah ketajaman kembali datang saat I Rossoneri bakal menghadapi Benfica di Liga Europa tengah pekan nanti.

    Ramos bisa menjadikan bekas klubnya di Portugal itu sebagai sarana untuk membuka kran golnya yang sedang mampat.

    Komentar
    Additional JS