John Herdman Geram Ditanya Alasan Banyak Mainkan Pemain Keturunan: Mereka Orang Indonesia! - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pelatih-Timnas-Indonesia-John-Herdman-bersama-pemainnya-Ole-Romeny-2.jpg)
Ringkasan Berita:
- Timnas Indonesia mengalahkan Singapura 2-0 pada laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
- Dari 11 pemain yang tampil sejak menit awal, 10 di antaranya merupakan pemain naturalisasi.
- John Herdman seluruh pemain yang berada di dalam skuad merupakan bagian dari Indonesia dan memiliki tanggung jawab yang sama.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menurunkan komposisi terbaik saat menghadapi Singapura pada laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Dari 11 pemain yang tampil sejak menit awal, 10 di antaranya merupakan pemain naturalisasi.
Hanya Elkan Baggott yang berstatus bukan pemain naturalisasi.
Sebelas pemain yang diturunkan sejak awal adalah Maarten Paes (kiper), Kevin Diks, Luke Vickery, Mitchel Baker, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Elkan Baggott, Dean James, dan Justin Hubner.
Komposisi tersebut sempat menjadi sorotan karena minimnya pemain lokal dalam starting XI Timnas Indonesia.
Namun, John Herdman memiliki pandangan berbeda mengenai pembagian pemain lokal dan diaspora.
Pelatih asal Kanada itu menegaskan bahwa seluruh pemain yang berada di dalam skuad merupakan bagian dari Indonesia dan memiliki tanggung jawab yang sama ketika mengenakan seragam Merah Putih.
“Ini adalah susunan pemain yang ingin mewakili negara ini. Mereka bersedia melakukan perjalanan jauh, bekerja keras, berduel dalam situasi 50-50, serta bermain dengan penuh semangat, energi, dan hati untuk para suporter di sini. Hal itu penting untuk dihargai,” tegas John Herdman dalam sesi konferensi pers usai laga.
John Herdman bahkan meminta publik mengubah cara pandang mengenai istilah pemain lokal dan diaspora di Timnas Indonesia.
“Menurut saya, tidak ada perbedaan antara pemain lokal dan pemain diaspora. Tidak ada istilah lokal, tidak ada istilah diaspora. Kami adalah Indonesia,” terangnya.
Menurut pelatih asal Kanada itu, seluruh pemain yang dipilihnya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan kemampuan terbaik untuk Timnas Indonesia.
Baca juga: 10 Fakta Hasil Timnas Indonesia vs Singapura: Sejarah Baru hingga Rekor Ole Romeny di SUGBK
Mereka juga menjalankan tanggung jawab tersebut dengan menunjukkan kerja keras sepanjang pertandingan melawan Singapura.
“Kami mewakili bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, dan selalu berdiri bersama sebagai satu kesatuan. Ini adalah pola pikir yang harus kita ubah. Kita harus mengubah cara pandang tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, John Herdman juga menegaskan bahwa para pemain naturalisasi yang kini menjadi bagian dari skuad Garuda memiliki kecintaan terhadap Indonesia dan kesempatan untuk membela negara.
“Mereka sekarang adalah orang Indonesia. Mereka mencintai kesempatan bermain untuk Indonesia,” kata John Herdman yang diikuti anggukan Ole Romeny.
Ia kemudian memberikan penekanan mengenai parameter yang seharusnya digunakan untuk mempertanyakan komitmen seorang pemain terhadap Timnas Indonesia.
“Ketika mereka mulai menghindari duel, ketika mereka berhenti berlari dalam pertandingan, barulah pertanyaan mengenai hal tersebut bisa diajukan,” kata John Herdman.
Pada pertandingan tersebut, para pemain yang dipercaya John Herdman sejak awal mampu menjawab kepercayaan sang pelatih dengan kemenangan.
Timnas Indonesia mengalahkan Singapura 2-0 melalui gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
Kemenangan tersebut menjadi langkah awal skuad Garuda dalam perjalanan mereka di grup A FIFA ASEAN Cup 2026.