Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup John Herdman Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia Timnas Singapura

    John Herdman Beri Peringatan Realistis dan Sebut Timnas Indonesia Belum Bisa Seperti Mobil Rolls-Royce - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan peringatan realistis dan sebut skuad Garuda tak bisa langsung main seperti mobil Rolls-Royce.

    Skuad Garuda dijadwalkan melawan Singapura dalam laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026).

    Timnas Indonesia terakhir kali bertemu Singapura dalam laga penyisihan grup di ASEAN Championship 2026 atau yang dikenal Piala AFF.

    Dalam turnamen tersebut, Thom Haye dan kawan-kawan ditahan imbang Singapura 1-1, sehingga mereka gagal lolos ke babak semifinal Piala AFF 2026.

    Dengan pengalaman dan pelajaran yang didapatkan di Singapura pada Juli lalu.

    John Herdman pun meminta anak asuhnya untuk tidak mudah frustasi apabila permainan skuad Garuda terasa kaku di awal laga.

    Baca Juga: Kevin Diks Akui Dapat Nasihat dari Jay Idzes Usai Ditunjuk John Herdman Jadi Kapten Timnas Indonesia 

    Kekhawatiran ini tentu bukan tanpa alasan, karena memang para pemain baru kembali berkumpul setelah tiga bulan tidak bersama akibat jeda kalender internasional dan kompetisi di klub masing-masing.

    Kondisi tersebut membuat pelatih asal Inggris ini menyadari bahwa memadukan kembali chemistry antarpemain di atas lapangan membutuhkan waktu dan proses adaptasi.

    Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut bahkan mengibaratkan Timnas Indonesia belum bisa langsung melaju mulus layaknia sebuah mobil mewah Rolls-Royce.

    “Ya, saya pikir target kami ketika memulai pertandingan besok adalah seperti yang sudah saya sampaikan,” ujar John Herdman kepada awak media termasuk BolaSport.com, di SUGBK, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

    “Kelompok pemain ini belum bermain bersama selama tiga bulan, jadi tugas mereka adalah membangun koneksi dengan cepat berdasarkan kerangka taktik kami,” ucapnya.

    “Namun, saya bisa merasakan bahwa di balik layar, di luar lapangan, ini adalah kelompok yang sangat kompak. Mereka bisa menyatu dengan sangat cepat. Anda bisa mendengar energi dan tawa mereka.”

    “Para pemain ini senang berada di sini bersama-sama. Namun, sekarang mereka harus menghilangkan rasa kaku dan karat setelah lama tidak bermain bersama,” tegasnya.

    Pelatih berusia 51 tahun tersebut menilai bahwa musih terbesar Timnas Indonesia pada laga pembuka bukanlah semapat-mata lawan, melainkan kemampuan para pemain dalam mengendalikan emosi dan ego di lapangan.

    John Herdman menekankan pentingnya menjaga fokus taktik agar identitas permainan Timnas Indonesia tetap terjaga di depan puluhan suporter di SUGBK nantinya.

    “Mereka tidak boleh frustrasi dengan potensi ketidaklancaran yang muncul ketika sebuah tim tidak bermain bersama dalam jangka waktu tertentu,” kata John Herdman.

    “Bagi saya, hal yang perlu dikelola adalah rasa frustrasi. Kami harus memastikan mereka tetap fokus pada tugas, yaitu berada di posisi yang tepat di lapangan untuk satu sama lain, menghadirkan identitas permainan di kandang sendiri, dan memberikan penampilan yang bisa dibanggakan oleh para suporter maupun diri mereka sendiri.”

    Pelatih yang pernah mengantarkan Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia tersebut menegaskan bahwa saat ini skuad Garuda melawan diri sendiri.

    Ia menilai bahwa mereka harus bisa mengelola rasa frustasi agar permainan bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

    Herdman pun memberikan peringatan realistis bahwa skuad Garuda tak akan bisa langsung main mulus setelah tiga bulan baru kembali bergabung.

    Namun, ia meyakini Kevin Diks dan kawan-kawan tentu saja akan memberikan yang terbaik dalam turnamen ini.

    “Seperti yang terus saya katakan, ini adalah kami melawan diri kami sendiri. Jika kami bisa mencapai level permainan yang kami inginkan, saya pikir talenta yang ada di sini seharusnya cukup,” ungkap John Herdman.

    “Namun, kami harus mengelola rasa frustrasi pada pertandingan pertama tersebut.”

    “Anda tidak mengumpulkan sebuah tim setelah tiga bulan dan berharap tim itu langsung bermain seperti Rolls-Royce. Terkadang permainan akan sedikit kaku, dan kami harus melewati proses tersebut,” jelasnya.

    Pandangan sang pelatih pun diamini langsung oleh sang kapten, Kevin Diks.

    Bek Borussia Monchengladbach tersebut mengingatkan rekan-rekan setimnya agar memiliki ketangguhan mental hingga level tertinggi saat menghadapi situasi sulit di atas lapangan.

    Baca Juga: Pelatih Singapura Tidak Sabar Lawan Timnas Indonesia dan Rasakan Atmosfer SUGBK

    Menurut Kevin Diks, kesalahan mendasar seperti salah operan tidak boleh sampai merusak fokus dan rencana permainan tim secara keseluruhan.

    “Ya, seperti yang Anda katakan, juga rasa frustrasi di pertandingan pembuka kita, apa pun itu, Anda harus siap secara mental 1.000 persen, dan itulah yang saya harapkan juga dari tim dan juga untuk diri saya sendiri,” ujar Kevin Diks.

    “Saya pikir itu adalah cara terbaik. Ketika melakukan kesalahan umpan, pikirkan bola berikutnya. Jika Anda melakukan kesalahan umpan, tidak masalah, fokus pada bola berikutnya.”

    “Saya pikir bagian besar dari sepak bola adalah mental. Jika Anda kuat secara mental, Anda bisa mencapai hal-hal yang sebelumnya tidak pernah Anda bayangkan,” tuturnya.

    Timnas Indonesia dijadwalkan menjamu Singapura pada laga pembuka Grup A di SUGBK, Jumat (25/9/2026) pukul 19.30 WIB.

    Kemenangan di partai ini menjadi modal krusial bagi tim Merah Putih sebelum melakoni duel rivalitas kontra Malaysia pada Senin (28/9/2026) mendatang.

    Komentar
    Additional JS