Jersey Ketiga Timnas Indonesia Dihujat Netizen, Disebut Mirip Seragam SPPG dan Warna Rezim Prabowo - Informasi

Ikhtisar
- • PSSI bersama mitra apparel Kelme merilis jersey ketiga Timnas Indonesia berwarna biru muda dan motif melati.
- • Tapi, warna dominan biru muda itu dikritik masyarakat di media sosial.
- • Mereka mengaitkan warna tersebut dengan identitas politik rezim Prabowo Subianto serta warga khas SPPG, dapus program Makan Bergizi Gratis (MBG).
INFORMASI.COM, Jakarta - Keputusan PSSI bersama mitra pakaian olahraga asal Spanyol, Kelme, memicu gelombang perbincangan panas di kalangan pencinta sepak bola tanah air.
Pemicunya adalah peluncuran resmi jersey ketiga Timnas Indonesia yang menggunakan dominasi warna biru muda terang. Jersey itu baru saja diluncurkan pada Kamis (17/9/2026).
Langkah berani tersebut langsung mengundang sentimen negatif dan kritik tajam dari warganet di berbagai platform digital. Perdebatan mencuat sesaat setelah visual pakaian alternatif skuad Garuda tersebut diunggah ke publik.
Sebagian besar pengguna media sosial langsung mengaitkan pemilihan warna biru muda dalam jersey ketiga Timnas mirip dengan identitas penguasa saat ini. Untuk diketahui, dalam kontestasi Pemilihan Presiden-Wakil Presiden, 2 tahun lalu, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming memilih warga biru muda sebagai identitas politiknya.
Tidak sedikit pula warganet yang melontarkan sindiran bahwa nuansa pakaian tersebut mirip dengan seragam petugas Satuan Pengamanan Pengawal Garuda (SPPG) atau program Makan Bergizi Gratis (MBG).Gelombang protes dan ketidakpuasan langsung membanjiri kolom komentar akun media sosial resmi penyedia perlengkapan olahraga tersebut.
Di platform Instagram, seorang pengguna dengan akun @jun0tics menulis secara gamblang ketidaksukaannya pada warna tersebut.
"Biru Prabowo ini mah, skipppp skippppp....." tulis akun @jun0tics mengekspresikan kekecewaannya di kolom komentar.
Narasi serupa mengenai intervensi selera penguasa juga disuarakan secara lantang oleh akun @baysptraaa. "Warna rezim banget," tulisnya.
Di media sosial X, akun @Nadya DM bahkan membeberkan upaya pemerintah Prabowo membirukan identitas semua program maupun kebijakan, termasuk yang ia duga jersey ketiga Timnas Indonesia.
"Semuanya aja lo jadiin biru
-Istana Negara
-Kemasan Beras Bulog
-Jersey Timnas Wkwkwkwk
warna kesukaan siapa sih eniihh???" tulis Nadya.
Kritik tajam tidak berhenti di situ karena beberapa pengguna lain juga menyoroti adanya dugaan pesanan khusus dari pihak luar.
Akun @serbabi_korea secara terang-terangan melayangkan kecurigaan dengan berkomentar, "Sepertinya request dari istana ini."
Pendapat bernada sindiran serupa juga ditulis oleh akun @extrvtx yang mempertanyakan keaslian ide desain tersebut melalui kalimat singkat. "Warna titipan kah?" tulisnya.
Warganet juga menilai warna ini sangat menjauh dari pakem sejarah tim nasional. Hal tersebut diungkapkan salah satunya oleh akun @nurrun1912.
"Gak pernah timnas pake biru muda a*j*r," tulisnya.
Selain tudingan politik praktis, asosiasi visual terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan petugas SPPG menjadi sasaran empuk olok-olok netizen.
Akun @fatwaxdh menulis kritik pendek yang menyentil estetika pakaian tersebut dengan kalimat, "Sentuhan SPPG".
Sementara itu, ejekan yang lebih tajam datang dari akun @catur__pamungkas yang menilai potongan pakaian tersebut kurang elegan untuk level tim nasional. Ia mengekspresikan kekesalannya dengan menulis, "Jelek kayak pegawai mbg".
Di sisi lain, akun @resres.ann ikut heran dengan arah desain pakaian olahraga nasional saat ini. Ia mengekspresikan kebingungannya dengan berkomentar, "Gelo sppg fc merambah ke sepakbola".
Merespons narasi liar yang terus beredar di masyarakat, pihak produsen segera memberikan penjelasan mengenai makna orisinal di balik rancangan tersebut.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis di media sosial, manajemen apparel menjelaskan bahwa konsep pakaian ini murni diangkat dari karakteristik geografis tanah air.
"Warna biru yang dipilih menjadi simbol harmoni dan kepercayaan, sekaligus menjadi penghubung ribuan pulau di Nusantara," tulis perwakilan pihak produsen dalam keterangan tertulisnya mengenai filosofi bertema bahari tersebut.
Selain menonjolkan aspek maritim, pakaian klasik berkerah putih ini juga menyematkan corak garis vertikal kuncup bunga melati pada bagian depan kain. Pihak perancang menegaskan bahwa lambang puspa bangsa yang belum mekar tersebut memiliki pesan filosofis tersendiri mengenai proses pertumbuhan sepak bola Indonesia yang sedang berjalan ke arah yang lebih baik.
Pakaian alternatif ini dipastikan akan menjalani debut resmi di atas lapangan hijau dalam waktu dekat. International Director Sales Kelme, Violet Wu, memberikan konfirmasi mengenai jadwal penggunaan seragam tersebut oleh para pemain.
"Kami berharap FIFA ASEAN Cup 2026 mendatang bisa menjadi panggung pertama bagi punggawa Timnas Indonesia untuk menggunakan jersey ketiga terbaru," ujar Violet Wu saat menjelaskan rencana operasional tim di turnamen Asia Tenggara tersebut.
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan bakal berlangsung mulai tanggal 25 September hingga 5 Oktober mendatang.