Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Naturalisasi Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Indonesia Timnas Malaysia Timnas Vietnam

    Jelang Timnas Indonesia Tampil FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Soroti Proyek Naturalisasi Malaysia dan Vietnam - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Selasa, 15 September 2026 | 05:45 WIB

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir,  menyoroti program naturalisasi Malaysia dan Vietnam dibandingkan dengan Timnas IndonesiaKetua Umum PSSI, Erick Thohir, menyoroti program naturalisasi Malaysia dan Vietnam dibandingkan dengan Timnas Indonesia (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir soroti manuver naturalisasi negara-negara Asia Tenggara jelang penampilan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

    FIFA ASEAN Cup 2026 bakal jadi momentum tepat bagi seluruh negara Asia Tenggara untuk menunjukkan skuad terbaiknya.

    Timnas Indonesia dipastikan bakal menurunkan tim terbaik.

    Karena itu, John Herdman bisa memanggil banyak pemain yang turun di lima liga top Eropa.

    Meski begitu, Erick Thohir juga berharap John Herdman punya banyak rencana kepada Timnas Indonesia agar bisa tampil maksimal di FIFA ASEAN Cup 2026.

    "Tentu, ya kita harapkan kita memberikan tim yang terbaik," ujar Erick Thohir.

    "Tapi kalau memang ada yang cedera, mungkin kita juga menjadi catatan bagaimana nanti Coach John (Herdman) bisa meramu plan A, plan B, plan C-nya seperti apa, ketebalan dari tim itu sendiri, gitu."

    "Masih ada satu-dua gim kayaknya di liga, di internasional dan di dalam negeri."

    Baca Juga: John Herdman Berjanji Timnas Indonesia Tampil Maksimal di FIFA ASEAN Cup 2026 usai Gagal Total di ASEAN Championship

    "Ya mudah-mudahan pemain bisa menjaga diri, dan sehingga kita bisa memberikan tim yang terbaik," imbuhnya.

    Keseriusan negara-negara Asia Tenggara juga ditunjukkan dalam manuver mereka menarik pemain naturalisasi.

    Erick Thohir menyoroti secara khusus program dua negara kompetitor, yaitu Malaysia dan Vietnam.

    Program naturalisasi jelas dibutuhkan demi mewujudkan target juara.

    "Karena saya melihat keseriusan dari negara-negara tetangga untuk FIFA Matchday ini terjadi banyak sekali percepatan, juga naturalisasi," ujar Erick Thohir.

    "Malaysia kemarin kalau tidak salah mungkin lima sampai tujuh naturalisasi yang didorong untuk FIFA ASEAN Cup ini."

    "Vietnam yang juara AFF, memang luar biasa timnya."

    "Menambah lagi dua naturalisasi, salah satunya dari Afrika."

    Baca Juga: Tatap Kualifikasi Piala Dunia 2030, PSSI Siap Maksimalkan Kalender FIFA Matchday demi Timnas Indonesia

    "Jadi, semua tim saya rasa serius menyiapkan tim-timnya untuk juara," imbuhnya.

    Erick Thohir mengaku Timnas Indonesia mengusung target juara di turnamen FIFA ASEAN Cup 2026.

    Selain itu, John Herdman juga direkrut demi mewujudkan target menuju Piala Dunia 2030.

    "Nah, tentu Indonesia ingin juara juga, ya. Itulah saya bilang kepada semua pelatih Timnas, saya tidak malu-malu waktu itu saya mengucapkan terima kasih atas jerih payahnya, tetapi tentu masing-masing kepelatihan punya targetnya masing-masing," ujar Erick Thohir.

    "Seperti Coach John (Herdman), itu kontrak kita sampai 2027."

    "Memang Coach John itu dipersiapkan untuk kualifikasi daripada Piala Dunia, walaupun ada target-target antara, tapi persiapannya memang untuk Piala Dunia, gitu."

    "Ada beberapa pelatih Tim Nasional ditargetkan pada saat itu untuk lolos, ya. Ada juga yang persiapan sebelumnya."

    "Jadi semuanya saya rasa tadi yang disampaikan Coach John bahwa PSSI hari ini ambisius, Ketua Umumnya ambisius, ya saya mengucapkan mohon maaf."

    "Ya tidak lain ini bagian dari yang kita presentasikan kepada FIFA setelah Kanjuruhan waktu itu."

    "Kita ingin lolos Piala Dunia tahun 2038 kalau tidak salah, cuman kemarin kita lihat ada momentum, kita percepat kebangkitan bola kita."

    "Ya, mohon maaf kalau dilihat dengan perspektif yang berbeda. Kita harus punya mimpi setinggi-tingginya, ya proses dan kesehariannya yang kita harus jaga," tutupnya.

    Komentar
    Additional JS