Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Bola Voli Featured Spesial Voli

    Hasil Voli Asian Games 2026 - Tuah Angka 5 Tidak Keluar, Indonesia Nomor 6 setelah Kehabisan Opsi di Hadapan Taiwan - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Voli
  • Selasa, 22 September 2026 | 12:22 WIB

    Timnas Voli Putri Indonesia harus mengakui keunggulan Taiwan pada final pemeringkatan 5-6 Asian Games 2026.Timnas Voli Putri Indonesia harus mengakui keunggulan Taiwan pada final pemeringkatan 5-6 Asian Games 2026. (AINAGOC)

    BOLASPORT.COM - Tim Nasional Bola Voli Putri Indonesia harus puas berakhir di peringkat keenam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Taiwan menjadi lawan yang terlalu kuat setelah lama tidak bersua.

    Terakhir kali Indonesia bertemu Taiwan di voli putri ialah tiga tahun yang lalu di semifinal AVC Challenge Cup dengan kemenangan dramatis 3-2 bagi Merah Putih.

    Setelah itu, Indonesia dan Taiwan kurang 'berjodoh' walau selalu tampil di ajang yang berubah nama menjadi AVC Nations Cup/AVC Cup.

    Taiwan membuktikan kualitas mereka sebagai negara yang konsisten meraih medali di kompetisi kasta kedua di Asia dalam dua tahun terakhir.

    Indonesia harus mengakui keunggulan Taiwan dalam final pemeringkatan 5-6 yang digelar pada Selasa (22/9/2026) di Park Arena Komaki, Nagoya, Jepang.

    Kekalahan 0-3 (15-25, 20-25, 11-25) membuat Indonesia berakhir di peringkat keenam.

    Tuah angka lima tidak keluar. Sebagai informasi, Timnas Voli Putri selalu finis kelima dalam dua kompetisi Asia lainnya tahun ini, yakni AVC Cup dan AVC Asian Championship.

    Baca Juga: Asian Games 2026 - Medi Yoku dkk dalam Statistik Pemain Terbaik, Timnas Voli Putri Hadapi Taiwan untuk Peringkat Ke-5

    Indonesia tampil dengan mempertahankan line-up dari pertandingan sebelumnya. Momentum dari kemenangan clean sweep atas rival kuat, Vietnam, kemarin coba dipertahankan.

    Mediol Stiovanny Yoku menjadi starter bareng Ersandrina Devega Salsabila, Azzahra Dwi Febyane, Chelsa Berliana Nurtomo, Maradanti Namira Tegariani, Arneta Putri Amellian, dan libero Indah Guretno Dwi Margiani.

    Sementara Taiwan tampil dengan Liao Yi-jen, Hsu Wan-yun, Kan Ko-hui, Chang Yi-chi, Tsai Yu-chun, Wu Tzu-hua sebagai susunan pemain mula.

    Indonesia menghadapi kesulitan pada set pertama. Setelah skor sama kuat 8-8, Taiwan yang merupakan runner-up AVC Cup menjauh hingga 16-10 dan kemudian 20-13.

    Kesalahan sendiri menjadi penghalang bagi Indonesia untuk memperkecil ketertinggalan. Penerimaan bola kurang prima turut menjadi penyebab.

    Time out yang diambil pelatih, Marcos Sugiyama, kurang berdampak. Indonesia kalah 15-25 pada set pertama dengan 9 poin Taiwan di antaranya berasal dari eror.

    Pergantian dilakukan Indonesia. Opposite berusia 16 tahun, Khanza Putri Yansi Ganeshtri, turun sejak awal setelah pada set sebelumnya menggantikan Azzahra alias Gendis.

    Indonesia bangkit dengan unggul 3-0 dan menjauh hingga 11-6. Khanza tampil baik dengan telah menyumbang 2 poin serangan seperti Medi Yoku dan Caca Devega pada set ini.

    Taiwan mendekat di 13-12. Pertahanan Indonesia tidak cukup kuat untuk mengatasi teror Tsai Yu-Chun dan Wu Tzu-hua di kedua sisi sayap.

    Serangan kilat Chelsa memecah kebuntuan. Indonesia membuka jarak lagi di 15-12. Sayangnya, tekanan Taiwan membuat Indonesia berbalik tertinggal di 17-18.

    Pergantian pemain dilakukan Indonesia. Ajeng Nur Cahaya menggantikan Arneta di posisi setter dan Putri Nur Hidayanti Agustin menggantikan Medi Yoku.

    Ketertinggalan diperkecil dari 18-21 menjadi 20-21. Sayangnya, set kedua tetap menjadi milik Taiwan yang menang dengan skor 20-25.

    Pergantian dilakukan lagi pada set ketiga. Tina Syifa Sabila Salim—outside hitter berusia 17 tahun—menggantikan Khanza, sedangkan pemain mula lainnya tetap sama.

    Semua pemain dalam skuad telah mendapatkan kesempatan dalam pertandingan ini, termasuk middle blocker Geofanny Eka Cahyaningtyas yang kembali setelah tampil pada set kedua.

    Sayangnya, ketika semua kartu telah digunakan, belum ada solusi untuk membawa Indonesia keluar dari tekanan.

    Strategi pemilihan pemain yang memberi porsi lebih terhadap pemain muda demi regenerasi, termasuk dua pemain U-18, menunjukkan kekurangannya.

    Taiwan dengan cepat membuka keunggulan sejak 8-3. Perlawanan Indonesia disudahi lebih cepat pada set ketiga dengan skor telak 11-25.

    Medi Yoku menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang mencapai dua digit poin dengan 10 angka dari 9 bola serangan dan 1 blok.

    Torehan Medi kalah dari tiga pemukul Taiwan yaitu Wu Tzu-hua (16 poin), Tsai Yu-chun (13 poin), dan Hsu Wan-yun (11 poin).

    Komentar
    Additional JS