Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Haornas Jawa Timur PON Spesial

    Haornas 2026, Jatim Pasang Target Juara Umum PON NTT-NTB - Beritasatu

    3 min read

     

    Jawa Timur menargetkan gelar juara umum PON NTT-NTB 2028. (Beritasatu.com/Nanda Andrianta)

    Surabaya, Beritasatu.com - Jawa Timur menegaskan ambisinya untuk merebut gelar juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT-NTB 2028. Target tersebut disampaikan dalam puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Minggu (20/9/2026).

    Acara tersebut dihadiri para pelaku olahraga Jawa Timur, termasuk perwakilan dari 73 pengurus cabang olahraga (cabor) di provinsi tersebut.

    Pada PON Aceh-Sumut sebelumnya, Jawa Timur harus puas menempati peringkat ketiga klasemen akhir dengan perolehan 146 medali emas, 136 perak, dan 143 perunggu.

    Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, Jatim selama ini selalu berada dalam persaingan tiga besar klasemen PON karena memiliki sejumlah cabor unggulan penyumbang medali.

    Menurut Emil, pemerintah provinsi berkomitmen memperkuat dukungan terhadap pembinaan atlet dan seluruh cabang olahraga agar mampu meningkatkan prestasi pada ajang nasional mendatang.

    "Kalau untuk Pekan Olahraga Nasional tentu kita berharap bisa menjadi juara umum. Biasanya kita selalu di tiga besar. Mudah-mudahan atlet-atlet kita yang sedang berjuang di Asian Games juga bisa memberikan sumbangan medali bagi Indonesia," kata Emil dalam peringatan Haornas di Surabaya.

    Emil menambahkan, pencapaian prestasi olahraga tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, dunia usaha, dan berbagai pihak lain diperlukan untuk membangun ekosistem pembinaan yang lebih kuat.

    Semangat untuk membawa Jawa Timur menjadi juara umum juga disampaikan Ketua Harian Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat Jawa Timur, Erwin H Poedjono.

    Erwin menilai perkembangan prestasi sejumlah cabang olahraga di bawah pembinaan organisasi olahraga Jawa Timur menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

    "Alhamdulillah prestasi-prestasi yang kita pegang dan kita awasi ada peningkatan dalam beberapa tahun ini. Kita berharap Jawa Timur tidak menjadi tiga besar atau dua besar, sekali-sekali kita juara. Ayo, juara umum," ujarnya.

    Menurut Erwin, target tersebut membutuhkan dukungan lebih luas, termasuk keterlibatan badan usaha milik daerah (BUMD) dan perusahaan swasta.

    Ia berharap dunia usaha ikut berperan dalam pembinaan olahraga agar persiapan atlet Jatim menghadapi PON dapat berjalan lebih maksimal.

    "Saya mengajak BUMD dan perusahaan-perusahaan swasta di Jawa Timur untuk lebih menggerakkan olahraga. Dengan dukungan Kadispora, Ketua KONI, dan seluruh insan dunia usaha di Jawa Timur, kita bisa juara umum PON," katanya.

    Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono juga menilai perhatian pemerintah terhadap olahraga menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan prestasi atlet.

    Bambang berharap pencapaian Jawa Timur pada Pra-PON maupun PON berikutnya dapat meningkat dibandingkan sebelumnya. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran untuk memastikan program pembinaan berjalan berkelanjutan.

    "Permasalahan biasanya adalah anggaran. Kami sangat mengharapkan adanya dukungan anggaran pembinaan yang cukup untuk semua cabor di Jawa Timur. Ini bisa mendukung percepatan atau peningkatan prestasi dari masing-masing cabor," jelasnya.

    Dengan dukungan pemerintah, KONI, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, Jawa Timur mulai mempersiapkan langkah menuju PON NTT-NTB 2028.

    Target yang dibidik bukan sekadar mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional, tetapi mengejar posisi tertinggi sebagai juara umum.

    Dalam rangkaian puncak Haornas 2026 di Surabaya, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh olahraga yang berkontribusi bagi kemajuan olahraga Jawa Timur.

    Legenda karate Indonesia Umar Syarif menerima penghargaan kategori purna atlet berprestasi. Sementara Bambang Haryo Soekartono mendapat penghargaan sebagai pembina olahraga terbaik.

    Komentar
    Additional JS