Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Malaysia

    Hadapi Malaysia di Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Bangladesh Minta Suporter Tak Berkhayal Juara - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Jumat, 25 September 2026 | 06:40 WIB

    Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, menyebut bahwa tim asuhannya bisa kalah tipis 0-1 dari Malaysia saja dinilai sudah luar biasa.Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, menyebut bahwa tim asuhannya bisa kalah tipis 0-1 dari Malaysia saja dinilai sudah luar biasa. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, membuat pernyataan yang sangat realistis menjelang pertandingan mereka di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

    Bangladesh akan menghadapi Malaysia dalam laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026).

    Pelatih berusia 65 tahun tersebut secara terbuka mengakui tim asuhannya berstatus sebagai tim kuda hitam paling bawah di turnamen antarnegara Asia Tenggara edisi perdana ini.

    Mantan pelatih Timnas Filipina itu bahkan tidak segan menyebut hasil imbang atau kalah 0-1 dari Harimau Malaya sudah menjadi pencapaian yang sangat luar biasa bagi skuad The Bengal Tigers.

    Sikap merendah Thomas Dooley ini didasari oleh jurang perbedaan kualitas dan peringkat FIFA yang terbentang sangat jauh di antara kedua tim.

    Saat ini Bangladesh masih tertahan di peringkat ke-181 dunia sedangkan Timnas Malaysia menempati posisi yang jauh lebih baik yakni ranking 136.

    Melihat situasi ini, Dooley pun tak ingin membebani anak asuhnya dengan target muluk-muluk.

    Ia hanya berharap para pemainnya dapat memberikan perlawanan yang sengit dan memetik pelajaran berharga di atas lapangan.

    Baca Juga: Main di Kandang Sendiri, John Herdman Bertekad Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

    “Malaysia jelas sedikit lebih baik dan pertandingan itu akan sangat sulit bagi kami,” ujar Thomas Dooley kepada awak media termasuk BolaSport.com di SUGBK, Jakarta, Kamis ((24/9/2026).

    “Kesuksesan adalah jika kami mendapatkan hasil yang bagus. Jika kami kalah 0-1 atau mendapatkan hasil imbang, itu akan luar biasa,” ucapnya.

    “Kami harus belajar dari kesalahan yang kami buat untuk pertandingan berikutnya. Begitulah cara kami harus berkembang.”

    “Tidak ada hal yang datang secara instan dalam semalam karena tidak ada pil ajaib yang bisa Anda minum lalu tiba-tiba membuat Anda seratus persen bugar atau langsung memahami sepak bola.”

    “Semuanya terjadi karena sebuah alasan dan itulah mengapa kami berada di peringkat 181 sementara tim lain berada di posisi 150, 130, atau 100.”

    Dalam kesempatan ini, sang pelatih juga meminta para pendukung setia sepak bola Bangladesh untuk tidak berekspektasi atau berkhayal berlebihan hingga membayangkan tim kesayangan mereka langsung keluar sebagai juara.

    “Maksud saya, setiap kali melangkah ke lapangan, Anda selalu ingin melakukan yang terbaik. Tetapi kami realistis dan saya tahu kami memiliki banyak penggemar di rumah di Bangladesh yang berpikir bahwa kami datang ke sini, kami akan menjadi nomor satu,” kata Thomas Dooley.

    “Tetapi itu sangat sulit dan saya selalu mengatakan, Anda tahu, kami harus realistis. Malaysia
    berapa? Hampir 20 atau 50 poin di atas kami dalam peringkat. Itu banyak,” ungkapnya.

    “Kemudian ada Singapura, mereka sekitar 30-35 poin di atas kami, kemudian ada Indonesia.”

    Pelatih yang pernah membawa Filipina mengalahkan Timnas Indonesia 4-0 di Piala AFF 2014 itu sadar betul bahwa mereka sebenarnya bukan tim yang diundang sejak awal untuk tampil di FIFA ASEAN Cup ini.

    Namun, ia merasa sangat bersyukur dan senang karena timnya mendapatkan kesempatan langka untuk menguji kekuatan menghadapi tim-tim tangguh Asia Tenggara sebelum mereka tampil di kejuaraan SAFF atau turnamen Asia Selatan pada November mendatang.

    “Ini turnamen yang kami nantikan, untuk belajar sesuatu. Jadi kami bisa saja membuat beberapa kesalahan, semoga tidak terlalu banyak kesalahan,” ungkap Dooley.

    “Kami dapat memperbaikinya, menggunakannya untuk pertandingan berikutnya, terutama untuk turnamen SAFF, itu adalah tujuan kami. Tetapi juga, Anda tahu, apa pun bisa terjadi.”

    Baca Juga: Erick Thohir: Biaya Logistik Peserta FIFA ASEAN Cup 2026 Ditanggung FIFA

    “Jadi kami tahu bahwa kami adalah underdog di turnamen ini dan kami bahkan awalnya idak diundang. Jadi kami senang bisa datang ke sini dan mencoba mewakili sepak bola Bangladesh di Indonesia.”

    Mantan pemain Timnas Amerika pada Piala Dunia 1994 dan 1998 tersebut berbicara soal peluang mencuri poin dari Malaysia.

    Ia memahami betul beban psikologis yang kini dipikul calon lawan karena sebagai tim, biasanya Bangladesh pun tak ingin kalah dari tim berperingkat di bawahnya.

    “Kami berharap bisa mendapatkan hasil yang baik melawan Malaysia. Kami akan berjuang, kami akan mencoba bermain sepak bola, kami akan mencoba mendapatkan hasil terbaik yang bisa kami dapatkan, tetapi kami juga realistis bahwa Indonesia dan Malaysia berpikir sama seperti kami,” jelas Dooley.

    “Ketika kami bermain melawan tim yang peringkatnya lebih rendah, kami tidak ingin kalah. Kami tidak boleh kalah melawan tim yang peringkatnya lebih rendah.”

    “Hal itulah yang selalu kami bicarakan. Begitulah cara Malaysia juga berpikir. Mereka tidak ingin kalah melawan kami.”

    “Kami harus realistis, akan sangat sulit untuk mendapatkan hasil yang bagus melawan Malaysia, tetapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik yang kami bisa,” tuturnya.

    Komentar
    Additional JS