Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    Fasilitas Asian Games Nagoya Disorot Media Jepang, Pemain Indonesia Mengungsi akibat Hujan -

    6 min read

     


    Ringkasan Berita:
    • Fasilitas penginapan sementara Asian Games Aichi–Nagoya 2026 di Nagoya menuai kritik setelah ditemukan kebocoran toilet, tempat tidur yang terlalu pendek bagi atlet bertubuh tinggi, hingga evakuasi akibat hujan ekstrem 
    • Sekitar 400 anggota delegasi harus mengungsi saat hujan lebat melanda. Panitia didesak segera memperbaiki fasilitas sebelum pertandingan dimulai

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, NAGOYA — Fasilitas penginapan sementara untuk atlet Asian Games Aichi–Nagoya 2026 menuai kritik dari delegasi sejumlah negara setelah ditemukan kebocoran, dan juga sorotan media Jepang, dengan  tempat tidur yang dianggap terlalu pendek, serta persoalan evakuasi akibat hujan lebat.

    "Sekitar 200 bangunan kayu prefabrikasi berbentuk kontainer terlihat berjajar di atas lahan beraspal di Garden Pier, Pelabuhan Nagoya," tulis media Jepang Chuo Nippo 14 September 2026. 

    Kawasan yang biasanya digunakan sebagai taman dan tempat parkir itu menjadi salah satu bagian perkampungan atlet untuk pesta olahraga Asia yang dijadwalkan dibuka pada 19 September 2026.

    Bentuk bangunan sementara yang menyerupai penginapan pekerja proyek memicu kritik di media sosial China. Sejumlah warganet bahkan menyebut fasilitas itu “lebih mirip kamp pengungsi daripada perkampungan atlet.

    Atlet Dibagi ke Tiga Jenis Penginapan

    Panitia penyelenggara sebelumnya membatalkan rencana awal pembangunan perkampungan atlet permanen. Sebagai gantinya, atlet dan ofisial dibagi ke dalam tiga jenis penginapan untuk mengurangi biaya penyelenggaraan dan meningkatkan keberlanjutan.

    Sekitar 2.000 orang ditempatkan di bangunan kontainer, sementara sekitar 4.000 orang akan menginap di kapal pesiar besar asal Italia, Costa Serena, yang dijadwalkan bersandar di Kinjo Pier pada 14 September.

    Baca juga: Karateka Leica Al Humaira Siap Tempur di Asian Games 2026, Juara Asia Jadi Modal Raih Medali Emas

    Sebanyak 9.000 peserta lainnya ditempatkan di sejumlah hotel di Kota Nagoya dan wilayah sekitarnya.

    Namun, jumlah peserta yang semula diperkirakan sekitar 15.000 orang meningkat menjadi 17.000 setelah sejumlah cabang pertandingan resmi ditambahkan pada Maret 2026.

    Peningkatan tersebut membuat panitia harus menampung lebih banyak peserta di fasilitas yang telah tersedia.

    Toilet Bocor dan Tempat Tidur Terlalu Pendek

    Tim bola basket putra Korea Selatan yang tiba lebih awal untuk mengikuti pertandingan fase grup ditempatkan di fasilitas kontainer tersebut.

    Pemain Korea Selatan Byun Jun-hyung mengunggah video melalui media sosial pada 11 September yang memperlihatkan air terus mengalir dari wastafel toilet hingga membanjiri lantai. Ia menyertakan tulisan “Tolong kami” dalam unggahan tersebut.

    Setiap bangunan kontainer memiliki luas sekitar 21 tsubo atau sekitar 69 meter persegi dengan kapasitas maksimal enam orang. Panjang tempat tidur yang tersedia sekitar 1,95 meter.

    Panitia memang menyediakan kasur tambahan untuk memperpanjang tempat tidur. Namun, fasilitas itu dinilai kurang nyaman bagi pemain bola basket yang memiliki tinggi sekitar atau lebih dari dua meter.

    Pemain Korea Selatan Lee Hyun-jung yang memiliki tinggi 202 sentimeter mengatakan kehidupan di penginapan tersebut cukup berat.

    “Tidak ada gunanya terus mengeluh. Kami sedang mencari cara agar ruangan ini dapat dibuat lebih nyaman,” katanya.

    Wakil Ketua Asosiasi Bola Basket Korea Selatan, Jung Jae-yong, menyebut kondisi penginapan kali ini sebagai yang terburuk sepanjang pengalamannya mengikuti kompetisi internasional.

    “Bagaimana mungkin pemain dengan tinggi lebih dari dua meter mendapat tempat tidur yang tidak memungkinkan mereka meluruskan kaki?” ujarnya.

    Ia juga mengaku menerima informasi bahwa kondisi penginapan sementara di kapal pesiar lebih buruk, meskipun klaim tersebut belum disertai penjelasan terperinci dari pihak penyelenggara.

    Baca juga: Asian Games 2026: Tim Bulu Tangkis Indonesia Telah Tiba di Tokyo, Bakal Sparring Lawan Pemain Jepang

    Atlet Indonesia Mengungsi ke Gedung Parkir

    Hujan ekstrem yang melanda wilayah Nagoya pada 8–9 September semakin memperlihatkan kelemahan fasilitas penginapan sementara.

    Curah hujan tercatat melampaui 100 milimeter dalam satu jam. Lebih dari 400 anggota delegasi yang menginap di bangunan kontainer harus dievakuasi.

    Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah atlet Indonesia berlindung dari hujan dengan berbaring langsung di lantai gedung parkir bertingkat. Lihat Foto.

    Kebocoran juga dilaporkan terjadi di beberapa arena pertandingan. 

    Pada 13 September, sebagian langit-langit sebuah stasiun kereta di Nagoya mengalami kebocoran sehingga petugas harus meletakkan ember untuk menampung air.

    Kontingen utama Korea Selatan yang terdiri atas 1.052 orang dan mengikuti 41 cabang olahraga dijadwalkan berangkat menuju Jepang pada 17 September.

    Kondisi tersebut memicu kritik bahwa penghematan anggaran penyelenggaraan dilakukan dengan mengorbankan kenyamanan serta kondisi fisik atlet

    Panitia Asian Games Aichi–Nagoya kini menghadapi desakan untuk segera memperbaiki penginapan sebelum seluruh peserta tiba dan pertandingan resmi dimulai.

    Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

    Komentar
    Additional JS