Dihantui Ketakutan Masa Lalu, Jurnalis Malaysia Minta Rekan Sejawat Tak Pakai Jersey Harimau Malaya - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 27 September 2026 | 16:33 WIB
Koresponden TVS David Andreas (kiri) dan jurnalis Bernama Ahmad Nazrin Syahmi Mohamad Arif. (NST.COM.MY)
SUPERBALL.ID - Para jurnalis Malaysia yang meliput pertandingan antara tim nasionalnya melawan Timnas Indonesia telah disarankan untuk tidak memakai jersey Harimau Malaya.
Saran tersebut datang dari sesama jurnalis asal Malaysia yang memiliki pengalaman meliput pertandingan kedua tim di Indonesia.
Seperti diketahui, Timnas Malaysia akan menghadapi Timnas Indonesia dalam pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Pertandingan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.
Bentrokan antara dua rival bebuyutan di Asia Tenggara itu tidak hanya menjadi fokus perhatian para pendukung kedua negara.
Aspek keamanan pertandingan juga termasuk di antara topik yang sering dibahas oleh beberapa jurnalis asal Malaysia.
Bahkan, pengalaman menegangkan saat meliput pertandingan kedua tim di masa lalu masih menghantui mereka.
Termasuk jurnalis BERNAMA Ahmad Nazrin Syahmi Arif, yang meliput pertandingan kedua tim di Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 2019.
Ahmad Nazrin mengatakan bahwa itu adalah salah satu pengalaman paling menakutkan dalam kariernya selama 10 tahun.
Saat itu, Malaysia menciptakan kemenangan sensasional dengan skor 3-2 atas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Namun, kegembiraan setelah kemenangan berubah menjadi momen kecemasan ketika situasi di sekitar GBK menjadi tegang.
Para pemain dan ofisial Harimau Malaya harus dievakuasi dari stadion menggunakan kendaraan taktis di bawah pengawasan keamanan yang ketat.
"Sepanjang karier saya sebagai jurnalis, saya belum pernah mengalami situasi sekritis dan setegang ini, terutama saat diserang dan dikelilingi oleh ribuan pendukung Indonesia."
"Pada saat itu, seluruh media dan pendukung Malaysia harus berlindung di ruangan khusus selama sekitar dua jam sebelum diizinkan kembali."
"Teriakan dan ancaman dari pendukung lokal terdengar dengan jelas."
"Pada saat yang sama, kami diberi tahu bahwa tim Malaysia harus naik Barracuda dan dikawal ketat oleh pasukan keamanan," Ahmad Nazrin.
Menurut Ahmad Nazrin, situasi saat itu sangat tegang sehingga para pendukung lokal terlihat mencari individu yang terkait dengan Malaysia.
Hal ini menyebabkan para jurnalis asal Malaysia juga perlu mengambil tindakan pencegahan.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026 - Malaysia Tak Tenang 48 Jam Dihantui Timnas Indonesia
"Pada saat itu, situasi menjadi kacau dan para pendukung bertindak agresif hingga saya melihat mereka mencari warga Malaysia," lanjut Ahmad Nazrin.
Berkaca dari pengalaman tersebut, Ahmad Nazrin menyarankan para jurnalis Malaysia tidak mengenakan jersey Harimau Malaya saat meliput.
"Jika Anda ingin aman, lebih baik jangan mengenakan jersey Malaysia karena itu bisa menjadi ancaman atau menyebabkan kita dikejar oleh pendukung Indonesia," ucapnya.
Ahmad Nazrin juga berharap pengalaman kelamnya di masa lalu akan tetap menjadi bagian dari sejarah dan tidak terulang kembali.
Terutama karena pertandingan kali ini berlangsung dalam turnamen FIFA yang tentunya membutuhkan tingkat keamanan yang lebih tinggi.
"Saya harap insiden serupa tidak terjadi lagi karena situasinya cukup menakutkan, tetapi saya berharap turnamen dengan status FIFA akan memiliki kontrol keamanan yang lebih baik," katanya.
Koresponden TVS, David Andreas, yang juga memiliki pengalaman meliput bentrokan antara kedua tim pada 2019.
Ia juga berharap sejarah tidak akan terulang dalam pertemuan kali ini dan mendesak para suporter untuk menerima hasil pertandingan.
"Kali ini saya harap insiden yang sama tidak terulang lagi. Itu akan mempermalukan tuan rumah," kata Andreas, dikutip SuperBall.id dari NST.
"Apa pun hasilnya, itu harus diterima dengan tangan terbuka karena ini hanyalah pertandingan sepak bola," tambahnya.
Menurut laporan, Indonesia telah meningkatkan pengamanan di sekitar GBK dengan mengerahkan lebih dari 5.000 personel keamanan untuk memastikan laga kali ini berlangsung aman.
Setidaknya dua kendaraan Barracuda juga disiapkan sebagai langkah antisipasi, termasuk untuk digunakan mengevakuasi tim Malaysia jika situasi berubah menjadi kacau.
Pertandingan antara Malaysia dan Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak ditonton di FIFA ASEAN Cup 2026.
Apalagi kedua tim memulai kampanye mereka dengan kemenangan dan tambahan tiga poin lainnya akan memperbesar peluang mereka ke partai final.