Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Papua PB Djarum Sumatera

    Dari Sumatera hingga Papua, 1.601 Pebulu Tangkis Muda Berebut Tiket ke PB Djarum - Okezone

    8 min read

     

    A A A

    Dari Sumatera hingga Papua, 1.601 Pebulu Tangkis Muda Berebut Tiket ke PB Djarum. Foto: SINDOnews/HO/Istimewa

    KUDUS - Sebanyak 1.601 pebulutangkis muda dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus. Mereka datang dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai Sumatera hingga Papua, untuk memperebutkan Djarum Beasiswa Bulutangkis sekaligus kesempatan bergabung dengan PB Djarum .

    Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PB Djarum di GOR Djarum, Jati, mulai Rabu (9/9) hingga Minggu (13/9).

    Para peserta terbagi dalam tiga kategori usia, yakni U-11, KU-11, dan KU-12, baik putra maupun putri. Kudus menjadi kota ketiga yang menjadi lokasi seleksi setelah Pekanbaru pada Juli dan Makassar pada Agustus.

    Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan pelaksanaan audisi yang bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pembinaan bulutangkis Indonesia.

    Menurut Yoppy, audisi tidak sekadar bertujuan menemukan calon atlet berprestasi, tetapi juga menjaga semangat pembinaan bulutangkis di berbagai daerah.

    "Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, kami ingin terus mengambil peran dalam mendukung kemajuan olahraga Indonesia melalui pembinaan atlet sejak usia dini. Audisi Umum PB Djarum menjadi salah satu langkah untuk menemukan talenta-talenta muda potensial dari berbagai daerah," ujar Yoppy.

    Ia menegaskan, proses untuk menjadi atlet berprestasi membutuhkan waktu panjang. Karena itu, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga motivasi untuk terus berkembang.

    "Kami percaya regenerasi adalah kunci agar bulutangkis Indonesia tetap memiliki prestasi di masa depan. Tentu prestasi atlet tidak serta-merta didapat secara instan. Ada proses panjang dalam menempa kemampuan dan motivasi tinggi," katanya.

    Seleksi Ketat untuk Menemukan Talenta Potensial

    Dari Sumatera hingga Papua, 1.601 Pebulu Tangkis Muda Berebut Tiket ke PB Djarum

    Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menyebut jumlah peserta di Kudus lebih banyak dibandingkan dua kota sebelumnya. Kondisi tersebut membuat proses pencarian bakat menjadi semakin kompetitif.

    "Jumlah peserta yang lebih banyak di Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus diharapkan membuat bibit-bibit potensial yang bisa kami amati semakin beragam. Tetapi ini juga menjadi tantangan karena kami harus benar-benar mendapatkan bakat super yang akan masuk ke fase karantina," kata Sigit.

    Peraih gelar juara dunia 1997 itu menjelaskan, tim pencari bakat akan menilai peserta dari berbagai aspek. Kemampuan footwork, teknik dasar, cara memegang raket, stroke, hingga smash menjadi sejumlah indikator yang diperhatikan. Faktor postur juga masuk dalam penilaian.

    Sementara itu, Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, mengatakan standar seleksi ditetapkan cukup tinggi. Selain kemampuan teknis, aspek nonteknis, termasuk mental dan cara peserta bermain, turut menjadi pertimbangan.

    "Selain teknik dasar bermain bulutangkis yang baik, kami juga melihat postur. Kami memiliki beberapa patokan untuk memprediksi perkembangan postur mereka dalam lima sampai enam tahun ke depan," ujar Fung.

    "Di lapangan, kami juga melihat bagaimana cara bermain dan strategi mereka sejak usia dini. Itu menjadi bahan pertimbangan kami," sambungnya.

    Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum, Hendrawan, mengatakan pencarian atlet putri memiliki tantangan tersendiri. Jumlah atlet putri yang tersedia masih lebih sedikit dibandingkan sektor putra sehingga proses penjaringan harus dilakukan secara lebih mendalam.

    "Kita tahu sektor putri masih harus dimaksimalkan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Kami akan melihat secara detail untuk mencari bibit yang sesuai dengan kriteria," kata Hendrawan.

    Menurut dia, semangat bertanding, tenaga, kemampuan, serta teknik menjadi sejumlah aspek yang akan dinilai. Pembinaan atlet putri, lanjut Hendrawan, merupakan program jangka panjang yang membutuhkan proses berkelanjutan.

    Kevin Sanjaya: Mental Jadi Modal Penting

    Dari Sumatera hingga Papua, 1.601 Pebulu Tangkis Muda Berebut Tiket ke PB Djarum

    Legenda PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Kevin Sanjaya, turut hadir dalam proses audisi. Peraih dua gelar All England itu mengaku kembali bernostalgia karena pernah mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2006.

    Kevin menilai mentalitas dan motivasi menjadi modal penting bagi atlet muda yang ingin menembus level elite.

    "Hadir di GOR Jati membuat saya bernostalgia semasa pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2006. Saya senang melihat perjuangan adik-adik yang begitu gigih," ujar Kevin.

    Menurutnya, atlet muda harus mampu menghadapi hasil pertandingan dengan mental yang kuat.

    "Mentalitas bertanding dan siap dengan hasil apa pun di lapangan menjadi poin penting untuk menjadi pebulutangkis andal. Antara keinginan untuk menang dan rasa takut kalah harus seimbang," katanya.

    Peserta dari Pekanbaru hingga Papua

    Dari Sumatera hingga Papua, 1.601 Pebulu Tangkis Muda Berebut Tiket ke PB Djarum

    Semangat pantang menyerah ditunjukkan Austin Christian, peserta asal Pekanbaru. Audisi di Kudus menjadi kesempatan keduanya setelah sebelumnya mengikuti seleksi di kota asalnya.

    Austin mengaku ingin terus berlatih dan menambah pengalaman demi mewujudkan cita-citanya menjadi juara dunia.

    "Saya ingin masuk PB Djarum yang menjadi salah satu klub besar di Indonesia. Saya akan terus berlatih dan pantang menyerah untuk mengasah kemampuan serta menambah pengalaman bertanding karena saya ingin menjadi juara dunia," ujar Austin.

    Sang ayah, Bambang Suri Widodo, mendukung penuh perjuangan Austin. Menurutnya, pengalaman mengikuti proses seleksi menjadi bagian penting dalam membentuk mental sang anak.

    "Saya selalu berpesan, jangan pikirkan menangnya dulu, tetapi bagaimana bisa tenang di lapangan. Semoga ke depan Austin bisa lebih siap secara mental, bermain lebih tenang, dan semakin mengasah teknik bermain," kata Bambang.

    Perjalanan lebih jauh ditempuh Siti Athiyyah Salsabila yang datang bersama ayahnya, Hasan Samiun, dari Mimika, Papua Tengah.

    Hasan mengatakan persiapan dilakukan sejak jauh hari. Ia bahkan membawa Siti ke Kudus dua pekan sebelum audisi agar dapat beradaptasi dengan kondisi setempat.

    "Kami berprinsip datang ke Kudus tidak bisa setengah-setengah. Mental, ketahanan, dan teknik bermain harus benar-benar dipersiapkan," ujar Hasan.

    Menurut dia, kualitas lawan yang dihadapi di Kudus menjadi pengalaman penting bagi Siti.

    Siti sendiri berhasil melewati babak screening dan melanjutkan perjuangan di kategori KU-11. Ia mengaku menikmati persaingan menghadapi peserta dari berbagai daerah.

    "Seru sekali mengikuti Audisi Umum PB Djarum dan berhadapan dengan lawan dari berbagai daerah. Aku tidak gentar dan ingin terus bertanding. Aku akan berlatih keras untuk bisa menjadi penerus prestasi Susi Susanti," ujar Siti.

    Dua Tahap Seleksi hingga Karantina

    Dari Sumatera hingga Papua, 1.601 Pebulu Tangkis Muda Berebut Tiket ke PB Djarum

    Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus diawali fase screening pada Rabu (9/9) dan Kamis (10/9). Peserta bertanding berdasarkan kategori usia dan jenis kelamin dalam pertandingan satu gim hingga 21 poin.

    Pada fase ini tidak diberlakukan deuce atau setting. Pergantian lapangan dilakukan ketika salah satu pemain mencapai angka 11.

    Seleksi kemudian berlanjut ke fase turnamen yang berlangsung selama tiga hari, Jumat (11/9) hingga Minggu (13/9). Pada hari terakhir, peserta yang berhak mendapatkan Super Tiket untuk melanjutkan ke tahap karantina akan diumumkan.

    Untuk mendapatkan Super Tiket melalui jalur hasil pertandingan, peserta putra harus mencapai babak semifinal. Sementara peserta putri wajib menembus babak final.

    Peluang juga tetap terbuka bagi peserta yang belum memenuhi batas tersebut. Tim Pencari Bakat dapat memberikan Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat kepada peserta yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan, meski gagal mencapai semifinal atau final.

    Namun, Super Tiket bukan tahap akhir untuk menjadi atlet binaan PB Djarum. Peserta yang lolos akan menjalani karantina selama empat minggu di asrama PB Djarum.

    Selama masa karantina, mereka akan menjalani aktivitas layaknya atlet PB Djarum dan mendapatkan penilaian menyeluruh, mulai dari kedisiplinan, kemampuan teknik, hingga kualitas dan potensi perkembangan mereka.

    Hasil evaluasi selama karantina akan menentukan peserta yang akhirnya dinyatakan sebagai atlet binaan PB Djarum.

    (sto)

    Komentar
    Additional JS