Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Perputaran Nasib Leo/Daniel dan Fajar/Fikri, Dari Tambahan Jadi Andalan Emas Ganda Putra - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 28 September 2026 | 14:05 WIB
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berpose setelah memastikan lolos ke final Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, Senin, (28/9/2026). (NOC INDONESIA)
BOLASPORT.COM - Perubahan peran terjadi dari sektor ganda putra Indonesia pada Asian Games 2026, Aichi-Nagoya.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menjadi unggulan kedua sebenarnya lebih diharapkan meraih medali emas Asian Games yang terakhir kali diraih Indonesia pada Asian Games 2018 oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo..
Namun, Fajar/Fikri kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang (China) lagi, pada semifinal Asian Games 2026.
Perlawanan Fajar/Fikri hingga rubber game berakhir pahit dalam pertandingan yang berlangsung pada Senin (28/9/2026) di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.
Fajar/Fikri kalah dengan skor 17-21, 21-13, 9-21. Sebelumnya, Fajar/Fikri menelan kekalahan dari ganda putra nomor 1 China tersebut saat tampil pada partai kedua final beregu putra.
Kekalahan sebelumnya bisa menjadi kesempatan Fajar/Fikri untuk membalas kekalahan. Namun, permainan Fajar/Fikri tiak berkembang pada gim penentuan.
"Selesai sudah tugas kami di Asian Games, menyumbangkan medali perunggu. Memang bukan yang kami harapkan, tapi kami tetap bersyukur. Kami, sudah bermain secara maksimal," tutur Fajar dilansir dari Antara.
"Pasangan China sangat luar biasa ya permainannya, mereka sangat siap, sangat tahu kelemahan kami. Sebaliknya, kami sudah mencoba berbagai cara dengan berbagai serangan tapi mereka memang sangat siap dengan pertahanannya," kata Fajar.
"Kalau harapan pasti All-Indonesian Final ya. Saya ingin mengulang Asian Games 2018 tapi memang inilah hasilnya."
"Kami sudah bermain secara maksimal sekuat tenaga. Semoga besok Leo/Daniel bisa membalas kekalahan kami untuk mendapatkan medali emas."
Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Fikri, yang menilai kekuatan lawan ada pada teknik pertahanan yang alot ditembus.
"Bermain sangat solid. Tadi kami berdua sudah berusaha menyerang tapi tidak bisa tembus, jadi ya itu hasilnya," kata Fikri menambahkan.
Sementara itu, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sebenarnya tidak diproyeksikan lebih dulu pada Asian Games 2026.
Hal ini melihat dari kondisi Daniel yang baru pulih dari cedera. Leo/Daniel juga baru reuni lagi pada Thailand Open 2026 dan langsung menjadi juara.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin diprediksi menemani Fajar/Fikri ke Asian Games, tetapi PBSI melakukan perubahan susunan pemain ke Aichi Nagoya.
Joaquin diturunkan ke nomor ganda campuran dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan ganda putra kedua diberikan kepada Leo/Daniel yang masih sempat mengikuti China Masters 2026.
Pada babak pertama, Leo/Daniel yang peringkatnya masih jauh di jajaran 20 besar berhasil membuat kejuatan dengan menaklukkan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung- jae (Korea Selatan).
Meski akhirnya kalah pada babak 16 besar pada China Masters, kemenangan ini menjadi modal Juara Dunia Junior 2017 itu untuk menaklukkan Kim/Seo lagi pada semifinal Asian Games 2026 dalam dua gim langsung dengan skor, 21-11, 21-14.
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, merayakan kemenangan pada semifinal Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, Senin, (28/9/2026). (NOC INDONESIA)
Dengan kegagalan Fajar/Fikri melaju ke final, ganda putra Indonesia menyisakan pasangan Leo/Daniel yang selanjutnya akan meladeni Liang/Wang.
Leo/Daniel juga punya peran cukup besar saat menyamakan kedudukan 2-2 saat Indonesia tertinggal, 1-2 dari China pada nomor beregu.
"Kami bersyukur, tadi bermain cukup baik. Kami juga saling komunikasi dan mengingatkan pola permainan lawan yang harus diwaspadai," ucap Daniel dalam siaran resmi PBSI.
"Kami berterima kasih kepada pelatih dan pengurus yang sudah percaya kepada kami untuk diturunkan di sini, dan kami tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Jadi kami harus belajar dari kegagalan-kegagalan sebelumnya, dan tidak boleh diulangi lagi."
Leo mengakui bahwa hasil China Masters menjadi modal penting menghadapi Kim/Seo lagi.
"Alhamdulillah hari ini bisa berjalan lancar. Di China Masters hasilnya sudah bagus lawan mereka, jadi coba diulangi lagi bagaimana caranya," aku Leo.
"Kemarin mereka lawan Jepang dan cukup kerepotan jadi dari situ kami bisa melihat lagi permainan mereka," aku Leo.
Sementara itu, China meloloskan 3 wakil ke final. Selain ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran menembus final.
Indonesia memiliki Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah pada final lainnya. Korea Selatan juga memiliki dua wakil dari nomor tunggal putri dan ganda putri.
Adapun satu-satunya wakil Jepang pada babak final adalah Akane Yamaguchi (Jepang). Sisanya adalah Kunlavut Vitidsarn (Thailand) dan Loh Kean Yew (Singapura).