Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Noda Kalah dari Alwi Iringi Torehan Sejarah Terburuk Tunggal Putra China - Semua Halaman - Bolasport.
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 30 September 2026 | 17:20 WIB
Li Shi Feng dikalahkan Alwi Farhan di nomor beregu putra Asian Games 2026 yang mengakibatkan motivasinya turun drastis. (ARIF KARTONO/AFP)
BOLASPORT.COM - Torehan terburuk menimpa hasil tunggal putra China dalam sejarah keikutsertaan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya setelah tak satupun wakil mereka pulang dengan medali.
Untuk pertama kalinya dalam 52 tahun, China gagal membawa pulang medali Asian Games di sektor tunggal putra.
Kegagalan tersebut terjadi setelah dua amunisi andalan tunggal putra China, Shi Yu Qi dan Li Shi Feng, secara mengejutkan tersingkir sebelum mencapai semifinal.
Mirisnya, mereka semua kandas di tangan para underdog yang kebetulan sama-sama dari Korea Selatan, negara yang jarang terdengar memiliki tunggal putra top beberapa tahun terakhir.
Shi Yu Qi kalah dari Yoo Tae-bin dengan skor 17-21, 23-25 sedangkan Li Shi Feng dijegal Choi Ji-hoon dengan skor 21-18, 19-21, 18-21.
Kekalahan mereka membuat China untuk kali pertama tidak memiliki kontestan yang meraih medali tunggal putra sejak partisipasi mereka di Asian Games 1974.
Torehan sejarah buruk ini ternyata tidak lepas dari bayang-bayang kekalahan tim putra China dari Indonesia di nomor beregu.
Hal tersebut diungkapkan Li Shi Feng, yang menjadi korban keganasan Alwi Farhan pada partai ketiga yang krusial di final beregu putra, Kamis pekan lalu.
Li mengungkapkan bahwa kalah dari Alwi di laga penting itu telah menghabiskan banyak energinya, baik secara fisik maupun mental.
Baca Juga: Asian Games 2026 - Mirip Evaluasi Nova Widianto, Ganda Campuran No 2 China Sebut Celah Amri/Nita
Bahkan, secara jujur, juara Asian Games 2022 itu merasakan motivasi yang memudar.
"Semangat saya sedang rendah," demikian pengakuan Li Shi Feng, dikutip Bolasport dari Channel News Asia.
"Setelah beristirahat sehari (dari final beregu), saya benar-benar ingin bermain bagus di pertandingan pertama tunggal putra, tetapi saya masih belum bisa menyesuaikan performa saya dengan baik," tandasnya.
Memudarnya semangat Li tidak lepas dari tekanan yang dirasakannya.
Maklum, di final beregu putra itu, ia hanya butuh menang saat China sudah unggul 2-0 duluan.
Namun akibat kekalahan Li, Indonesia bisa memperpanjang napas, memanfaatkan kesempatan dan menyapu tiga partai berikutnya dengan kemenangan.
"Saya tahu saya seharusnya tidak menyerah, tapi pada akhirnya saya memang tidak berhasil," ujarnya menyesali.
Sementara Shi Yu Qi mengeluhkan masalah kebugaran fisik.
Sejak sebelum berangkat ke Asian Games 2026, rupanya ia sudah tidak percaya diri setelah tumpukan cedera yang ia derita.
"Saat mengikuti Asian Games kali ini, saya tidak terlalu percaya diri," kata Shi.
Kegagalan di Asian Games 2026 bukan satu-satunya noda tunggal putra China di turnamen mayor.
Pada Kejuaraan Dunia 2026 Agustus lalu, China juga tidak memiliki peraih medali di sektor ini setelah Li, Shi dan satu wakil lain yaitu Weng Hong Yang kandas duluan di perempat final dan babak awal.