Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amri Syahnawi Asian Games Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis ASIAN Games Bulu Tangkis indonesia Featured Nita Violina Marwah Spesial

    Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Ganda Campuran No 1 Dunia Akui Kecepatan Amri/Nita Bikin Kewalahan hingga Gagal ke Final - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Bulu Tangkis
  • Senin, 28 September 2026 | 21:45 WIB

    Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, diakui pasangan nomor satu dunia sebagai lawan yang cepat setelah semifinal Asian Games 2026.Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, diakui pasangan nomor satu dunia sebagai lawan yang cepat setelah semifinal Asian Games 2026.

    BOLASPORT.COM - Ganda campuran nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, mengakui kehebatan pasangan Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, setelah dikalahkan di semifinal Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

    Satu harapan China terkubur menyakitkan setelah tumbangnya Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping di semifinal bulu tangkis Asian Games 2026 nomor perorangan.

    Ganda campuran nomor satu dunia tersebut menelan kekalahan dari wakil Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang tidak diunggulkan.

    Kekalahan Feng/Huang dari Amri/Nita semakin mengejutkan karena terjadi dalam dua gim langsung dengan skor 12-21, 14-21.

    Mereka bermain bak pasangan yang linglung sepanjang laga berdurasi 35 menit tersebut.

    Ada insiden yang agak kontroversial di momen gim kedua, di mana Huang dianggap menunda servis terlalu lama di kedudukan 12-15.

    Wasit dari Sri Lanka, Lakpriya Eirisinghe, memberikan satu poin gratis ke pasangan Indonesia yang membuat Huang semakin tertekanm hampir marah dan berapi-api di reli selanjutnya.

    Meski begitu, Feng/Huang tidak menyinggung perkara tersebut.

    Mereka mengakui kekalahan dan menyebutkan keunggulan Amri/Nita yang akhirnya pecah telur melawan mereka.

    Baca Juga: Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Wakil Jepang Bertumbangan, Asa Tuan Rumah di Bibir Jurang dengan Hanya 1 Wakil ke Final

    Huang mengakui permainan Amri/Nita sudah meningkat banyak.

    Terutama dari segi kecepatan yang membuat Feng dan Huang banyak kewalahan hari ini.

    "Kami sepertinya tidak punya solusi dan selalu bermain mengikuti ritme lawan," kata Huang dilansir Bolasport dari Xinhua.

    "Pemain putra itu (Amri) tidak terlalu tinggi, tetapi dia sangat cepat."

    "Jika kami tidak bisa mengimbanginya, maka akan sangat sulit bagi kami untuk menyerang," tambah peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Wang Yi Lyu itu.

    Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, merayakan kemenangan pada semifinal Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, Senin, (28/9/2026).Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, merayakan kemenangan pada semifinal Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, Senin, (28/9/2026).

    Rekor pertemuan Amri/Nita melawan Feng/Huang akhirnya pecah juga setelah pada lima pertemuan sebelumnya selalu kalah.

    Tanda-tanda bisa revans sebenarnya sudah tercium saat kedua pasangan bertemu di pertemuan terakhir yang terjadi di semifinal Kejuaraan Dunia 2026, Agustus lalu.

    Di ajang ta kalah prestisius itu, Amri/Nita juga sudah membuat Feng/Huang kewalahan dengan kecepatan mereka.

    Bahkan hampir saja menang kalau tidak goyah di poin krusial pada gim terakhir, sebelum akhirnya tumbas dengan skor tipis 22-20. 14-21, 20-22.

    Baca Juga: Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Kejutan Amri/Nita Bekuk Pasangan No 1, Ganda Campuran ke Final Lagi!

    Final ganda campuran Asian Games 2026 akan mempertemukan Amri/Nita dengan unggulan kedua asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.

    Tugas Amri/Nita belum selesai, mereka akan menghadapi tekanan lebih besar dan tantangan lebih sulit.

    Selain karena Wei Ya Xin yang kidal, anak didik Nova Widianto ini juga belum pernah bertemu mereka sehingga pola permainan masih akan saling meraba.

    Komentar
    Additional JS