Bulu Tangkis Asian Games 2026 - Akhirnya Final, Tangis Haru Nita dan Syukur Amri setelah Dilatih Nova Widianto Lagi - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 28 September 2026 | 11:59 WIB
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, merayakan kemenangan pada semifinal Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, Senin, (28/9/2026).
BOLASPORT.COM - Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, meraih kemenangan besar lainnya dalam karier mereka dengan lolos ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengalahkan pasangan nomor satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China), untuk pertama kalinya.
Amri/Nita mencetak kemenangan dengan skor 21-12, 21-14 pada laga yang digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Senin (28/9/2026).
Padahal Feng/Huang selalu mengungguli Amri/Nita dalam lima pertemuan sebelumnya sebagaimana dicatat BWF.
Feng/Huang juga menjadi penghalangi Amri/Nita ketika hampir lolos ke final Kejuaraan Dunia 2026 bulan lalu dengan kemenangan skor ketat 22-20, 14-21, 20-22.
Bagi Amri/Nita, mereka begitu mensyukuri hasil tersebut karena menjadi final pertama sejak terakhir kali mengalaminya ketika menjuarai Indonesia Masters II 2024.
Nita menangis haru dirinya bersama Amri yang di luar dugaan mampu melaju sampai final Asian Games yang merupakan event bergengsi.
"Sudah lama banget tidak masuk final dan juga ya sampai berada di titik ini tidak mudah buat kami berdua," ucap Nita sambil menangis haru, dilansir BolaSport.com dalam rilis PBSI.
"Dengan naik turunnya, sempat awal tahun hasilnya jauh banget dari apa yang kami harapkan. Dan hari ini di Asian Games kami bisa main ke final."
"Rasanya bikin saya lega dan sangat-sangat bersyukur," ujar Nita.
Amri merasakan tekanan pada awalnya karena mereka belum pernah menang saat menghadapi Feng/Huang sebanyak lima pertandingan.
"Bersyukur alhamdulillah bisa selesai pertandingan tanpa cedera dan bisa memenangkan pertandingan di semifinal ini dan masuk ke final," kata Amri.
"Pertandingan tadi dari awal cukup pressure-nya lumayan gede buat saya. Tapi ternyata saya melihat lawan kondisinya sedikit lebih goyang daripada kami," ujarnya.
Amri sendiri melihat Feng/Huang justru tidak cukup siap dalam memulai pertandingan semifinal tadi.
Amri/Nita unggul jauh sejak awal sementara gestur frustrasi terlihat dari sisi seberang, termasuk oleh Huang Dong Ping, pemenang medali emas Olimpiade Tokyo 2020.
"Terasa mereka tidak siap, tidak tahu apa yang mereka rasakan. Dari kami di lapangan merasa sedikit lebih unggul dari sisi daya juang, dari fight-nya," tutur Amri.
"Perasaannya senang dan bersyukur. Karena dengan persiapan yang begitu lumayan, cukup panjang dan intens selama satu bulan."
"Kami benar-benar mencurahkan semuanya buat di Asian Games ini."
"Cukup lega karena di event ini kan empat tahun sekali dan kami bisa masuk ke final itu sangat luar biasa," ujarnya.
Amri turut berterima kasih terhadap pelatih ganda campuran, Nova Widianto, yang kembali ke Pelatnas.
Nova meninggalkan kursi kepelatihan ganda campuran Malaysia pada Juli lalu untuk kembali mengabdi di Cipayung.
"Dari Kejuaraan Dunia kami belajar satu hal, kami masih bisa asal mau dari segala kekurangan ini kami mau perbaiki, kami asah lagi kemampuan kami," kata Amri.
"Alhamdulillah pulang dari Kejuaraan Dunia sudah dipegang penuh Coach Nova (Widianto) dan sangat membantu buat kami karena cukup kompleks dari latihannya."
"Dia juga terus memotivasi kami, mengajarkan mentalitas dan selalu berpesan tujuan kami di bulu tangkis itu apa," ujarnya.
Perjuangan Amri/Nita belum selesai karena harus menghadapi laga perebutan medali emas melawan pasangan yang tak kalah kuat.
Amri/Nita akan menantang pasangan peringkat 3 dunia yang juga berasal dari China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.