Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured FIFA ASEAN Cup Rully Nere Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Bangladesh Timnas Indonesia

    Bukan Sekadar Menang, Rully Nere Wanti-wanti Timnas Indonesia Wajib Bantai Bangladesh demi Tiket Final - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Rabu, 30 September 2026 | 09:45 WIB

    Legenda Timnas Indonesia, Rully Nere, berbicara blak-blakan soal skuad Garuda dan peluang juara di FIFA ASEAN Cup 2026, saat ditemui di SUGBK, Jakarta, Senin (28/9/2026).Legenda Timnas Indonesia, Rully Nere, berbicara blak-blakan soal skuad Garuda dan peluang juara di FIFA ASEAN Cup 2026, saat ditemui di SUGBK, Jakarta, Senin (28/9/2026). (WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM )

    BOLASPORT.COM - Legenda Timnas Indonesia, Rully Nere, mengingatkan skuad Garuda untuk tampil lebih agresif dan memburu kemenangan dengan margin gol besar pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 kontra Bangladesh.

    Timnas Indonesia sebelumnya harus puas berbagi poin usai bermain imbang 0-0 lawan sang rival abadi Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026).

    Hasil ini membuat peta persaingan menuju partai final tentu saja sangat sengit.

    Pasalnya, regulasi dalam turnamen ini hanya memberikan tiket final untuk juara grup.

    Saat ini, Timnas Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dari dua laga yang dilakoninya.

    Namun, Harimau Malaya sementara berhak menempati takhta puncak klasemen dengan keunggulan selisih gol +3 usai mengalahkan Bangladesh di laga perdana.

    Baca Juga: Timnas Indonesia Butuh Bantuan Singapura untuk Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

    Sementara itu, skuad Garuda berada di posisi kedua dengan torehan selisih gol +2 berkat kemenangan 2-0 atas Singapura di laga perdana.

    Rully Nere pun menyadari betul bahwa Timnas Indonesia masih punya peluang.

    Akan tetapi, peraih medali emas SEA Games 1987 tersebut menilai tim asuhan John Herdman tidak boleh hanya sekedar mengincar tiga poin saat lawan Bangladesh nantinya.

    Tim Merah Putih dijadwalkan menghadapi laga pamungkas kontra Bangladesh di SUGBK, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).

    “Ada peluang (juara), lawan nanti pertandingan terakhir,” ujar Rully Nere saat ditemui BolaSport.com di SUGBK, Senin (28/9/2026).

    “Tetapi harus menang lebih banyak (gol), karena pertandingan Malaysia lawan Singapura nanti juga pasti akan berlangsung seru,” ucapnya.

    Tak hanya menyoroti kalkulasi perburuan tiket final, mantan gelandang legendaris Persipura Jayapura tersebut turut memberikan evaluasi mendalam terkait performa skuad Garuda saat meladeni perlawanan Harimau Malaya.

    Rully Nere tak memungkiri bahwa tim tamu tampil cukup solid dan mampu mengendalikan jalannya permainan, terutama lewat pergerakan agresif dari sektor sayap.

    “Ya, saya lihat secara lihat langsung, dari dari permainan Malaysia lebih dominan bermain bolanya,” kata Rully Nere.

    “Kita lihat cara bermain bolanya lebih bagus. Bagaimana mereka bisa main, kerja sama timnya dan individunya bagus,” ungkapnya.

    Legenda Timnas Indonesia yang saat ini berusia 69 tahun itu meminta tim pelatih untuk mengevaluasi daya gedor lini serang menjelang partai penentuan kontra Bangladesh.

    Ia menilai Timnas INdonesia masih kekurangan sosok penyerang yang berani melakukan aksi individual untuk mendobrak rapatnya pertahanan lawan dari area flank.

    “Ya, pelatih, saya lihat sini dia harus cari pemain yang punya aksi, yang bisa buat aksi di lapangan,” tegas Rully Nere.

    Menurutnya ini karena sebenarnya Ole Romeny dan kawan-kawan dalam laga kontra Malaysia bisa memenangkan duel-duel bola.

    Baca Juga: Ironi Timnas Indonesia di Bawah John Herdman - Skuad Elit, Hasil Sulit saat Jumpa Tim-tim ASEAN

    Akan tetapi, tidak ada pemain yang punya aksi nyata untuk menusuk.

    Ia menilai bahwa sepak bola sekarang menuntut peran sayap yang aktif dan agresif dan itu terlihat dari para pemain Malaysia yang sukses merepotkan skuad Garuda.

    Untuk itu, Rully Nere menilai bahwa ini yang harus diperbaiki dalam laga kontra Bangladesh nantinya.

    Walaupun dalam kesempatan ini juga ia membuat pengakuan mengejutkan bahwa tak ada rasa bangga karena memang lebih banyak pemain keturunan yang dimainkan.

    Dalam laga kontra Harimau Malaya, John Herdman memang menurunkan pemain keturunan sebagai starter dan pemain seperti Rizky Ridho baru diturunkan dalam babak kedua.

    “Ya, kita lihat sekarang kan, sepak bola sekarang kan, sayap-sayap itu kan yang bagus. Malaysia lihat sayap-sayapnya bagus bikin juga rebutan,” jelasnya.

    “Ya, terus satu lagi rasa bangga tidak ada saya, walaupun menang karena semua pemain naturalisasi yang main. Seharusnya pemain lokal, jadi ada rasa semangat,” tuturnya.

    Kendati demikian, Rully Nere tetap menyuarakan optimismenya bahwa Timnas Indonesia memiliki kapasitas mumpuni untuk keluar dari tekanan dan melangkah ke partai final hingga merebut gelar juara.

    Komentar
    Additional JS