Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita EPL Featured Glazer Liga Inggris Manchester United Sepak Bola Sepak Bola Internasional Sir Jim Ratcliffe Spesial

    Bentangkan Spanduk Kekecewaan, Suporter Man United Protes Ratcliffe dan Keluarga Glazer - Kompas

    7 min read

     

    KOMPAS.com - Menjelang dimulainya laga sengit melawan Manchester City di ajang Liga Inggris (Premier League) 2026-2027, ribuan penggemar Manchester United menggelar aksi unjuk rasa.

    Protes besar-besaran ini berlangsung baik di luar maupun di dalam area stadion Old Trafford pada hari Minggu guna menyuarakan penolakan terhadap struktur kepemilikan klub.

    Aksi protes di luar markas kebesaran Manchester United tersebut diwarnai dengan nyala suar oleh massa yang merespons seruan dari Grup 1958.

    Kelompok pendukung fanatik Manchester United itu kemudian bergerak menyusuri terowongan Munich di bawah stadion sebelum pertandingan kontra Man City bergulir.

    Inggris Raih Peringkat 3 Piala Dunia 2026, Menang Dramatis dari Perancis

    Sementara itu, situasi di dalam stadion tak kalah memanas ketika kelompok The Red Army sengaja menanggalkan spanduk-spanduk dukungan yang biasa menghiasi tribune Manchester United.

    Baca juga: HT Skor Man United Vs Man City 0-0: Diwarnai Kartu Merah Phil Foden

    "Cara kalian memperlakukan kami adalah suatu aib," bunyi tulisan spanduk yang dibentangkan dikutip dari BBC Sport, Senin (14/9/2026). 

    Kekecewaan atas Kebijakan Tiket

    Langkah pembentangan satu spanduk tersebut menegaskan besarnya kekecewaan para suporter terhadap carut-marut pengelolaan tiket Man United saat ini.

    Pekan ini, pihak manajemen memang baru saja merilis laporan investigasi mengenai praktik percaloan tiket di kalangan penggemar.

    Baca juga: Belgia Masih Tunggu Penjelasan FIFA Soal Sanksi Balogun di Piala Dunia 2026

    Manajemen klub mengonfirmasi penangguhan terhadap 685 akun suporter, sementara 464 akun lainnya mendapatkan peringatan atau sanksi.

    Walau begitu, pihak klub memberikan klarifikasi resmi mengenai penyelesaian masalah tersebut.

    "468 kasus telah diselesaikan setelah para pendukung memberikan informasi yang relevan. Tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil, karena informasi yang diberikan cukup menjelaskan aktivitas yang teridentifikasi".

    Baca juga: Man United Vs Man City: Derbi yang Sangat Berarti bagi Kobbie Mainoo

    Menyikapi hal itu, The Red Army melayangkan pandangan mereka soal pentingnya melestarikan kultur pendukung yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

    Fan Man United membentangkan spanduk 'Glazers Out' saat laga Man United vs Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford pada 4 Septemberr 2022. (Foto oleh Oli SCARFF / AFP)

    Lihat Foto

    "Kecuali jika dukungan para penggemar yang datang menonton pertandingan dari generasi ke generasi diberi suara yang benar-benar didengarkan, sedikit yang tersisa dari budaya penggemar kita akan segera hilang selamanya," kata kelompok The Red Army dalam sebuah pernyataan.

    Mereka juga menegaskan posisi kelompoknya dalam ekosistem suporter di Old Trafford.

    Baca juga: Como, Liga Champions, dan Pekerjaan Ajaib Bernama Giuseppe Sinigaglia

    "TRA bukanlah kelompok protes, kami adalah kelompok 'pencipta suasana', tetapi kami tidak pernah ragu untuk menyatakan pendirian kami dengan jelas ketika kami percaya bahwa tidak melakukannya akan merugikan kepentingan para pendukung yang datang ke stadion."

    Kritik Mengarah pada Ratcliffe dan Glazer

    Sepanjang aksi unjuk rasa, terdengar lantang nyanyian-nyanyian yang menyasar pemilik saham minoritas, Sir Jim Ratcliffe.

    Para pendukung merasa Ratcliffe turut bertanggung jawab atas kondisi klub saat ini, sama seperti keluarga Glazer yang hingga kini tak pernah dimaafkan akibat membebani klub dengan tumpukan utang melalui skema akuisisi leverage pada 2005 silam.

    Rincian kondisi finansial klub dijadwalkan akan dirilis secara resmi pada 23 September mendatang bersamaan dengan laporan keuangan tahunan per 30 Juni 2026.

    Beban utang klub saat ini diperkirakan tembus melampaui 1 miliar pounds, termasuk kewajiban  biaya transfer pemain.

    Baca juga: Head to Head Man United Vs Man City, Enzo Maresca Tolak Ulangi Hasil Musim Lalu

    Selain itu, manajemen juga belum memberikan kepastian ihwal pendanaan proyek stadion baru yang diproyeksikan menelan anggaran lebih dari £2 miliar.

    Perwakilan dari 1958 Group, Steve Compton, menegaskan tuntutan utama para penggemar yang tak pernah pudar.

    Baca juga: Umuh Muchtar Larang Bobotoh Hadir di Persija Vs Persib: Jangan Sampai Ada yang Datang, Ikuti Apa yang Saya Sampaikan Ya

    "Kami ingin keluarga Glazer pergi dan itu tidak akan pernah berubah," kata Steve Compton dari 1958 Group.

    Ia pun mengkritik visi Ratcliffe yang dianggap belum membawa perubahan nyata.

    "Ratcliffe datang dan memberi kita secercah harapan, tetapi idenya untuk mengembalikan Manchester ke dalam Man United sangatlah jauh dari kenyataan."

    Compton juga menyoroti perlakuan klub terhadap para pendukung setianya di tengah polemik tiket yang sedang terjadi.

    "Hari ini adalah tentang bagaimana para penggemar yang telah setia menonton pertandingan seumur hidup diperlakukan, dengan kekacauan tiket musiman yang terjadi dan orang-orang yang dilarang masuk stadion, sungguh gila."

    Lebih lanjut, ia menyesalkan sikap klub yang dinilai mengabaikan dampak emosional dan psikologis yang dialami para suporter akibat sanksi sepihak.

    Baca juga: Link Live Streaming Man United Vs Man City di Liga Inggris 2026-2027

    "Pihak klub telah mengeluarkan banyak pernyataan, tetapi satu hal yang belum mereka lakukan adalah benar-benar meminta maaf kepada siapa pun."

    "Kami telah menerima ratusan pesan langsung; ini telah memengaruhi kesehatan masyarakat," tegasnya,

    "Mereka ini orang-orang biasa, orang-orang kelas pekerja yang menerima email yang memberitahukan bahwa SIM mereka telah ditangguhkan tanpa bukti nyata. Bagaimana Anda membela sesuatu yang Anda tidak tahu apa yang sedang Anda bela?"

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS