Barcelona Ugal-ugalan, Lamine Yamal dan Raphinha Cosplay Jadi Tsubasa-Misaki - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 20 September 2026 | 19:54 WIB
Raphinha (kanan) berkolaborasi lagi dengan Lamine Yamal untuk mencetak gol Barcelona ke gawang Sevilla dalam partai Liga Spanyol di Ramon Sanchez Pizjuan (19/9/2026). (LLUIS GENE/AFP)
BOLASPORT.COM - Layaknya Tsubasa Ozora-Taro Misaki, Barcelona punya Pasangan Emas dalam diri Lamine Yamal dan Raphinha.
Ada peran besar Lamine Yamal dan Raphinha di aksi 'ugal-ugalan' Barcelona atas Sevilla pada pekan ketujuh Liga Spanyol 2026-2027.
Duet maut Blaugrana membuat tuan rumah takluk 3-1, Sabtu (19/9/2026).
Raphinha memborong tiga gol dengan dua di antaranya berasal dari assist Yamal.
Sang bomber Brasil nyekor pada menit ke-22 setelah timnya kebobolan lebih dulu.
Memasuki menit ke-55, Raphinha menyundul umpan Yamal untuk membuat Barcelona berbalik unggul.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Spanyol - Barcelona Sempurna 7 Laga, Emil Audero Selamatkan Rayo dari Petaka
Duet maut Barcelona kembali menghadirkan gol saat laga berjalan 69 menit.
Diawali sodoran bola Yamal di kotak penalti, Raphinha melanjutkan dengan tendangan cungkil ke gawang
Transfermarkt mencatat sudah 13 gol Raphinha yang dipasok umpan Yamal selama tiga tahun main bareng di Barcelona.
Tak salah jika menyamakan pasangan Emas Barcelona dengan Taro Misaki dan Tsubasa Ozora di serial kartun Captain Tsubasa.
Dalam komik karangan Yoichi Takahashi, keduanya berkolaborasi sangat baik saat membela Nankatsu dan timnas Jepang.
Misaki rutin memberikan umpan-umpan manja kepada Tsubasa.
Baca Juga: Hasil Liga Spanyol - Hatrik Sempurna Raphinha Kalahkan Messi, Barcelona Remuntada di Markas Sevilla
Kembali ke dunia nyata, kolaborasi Yamal-Raphinha mengantarkan Barcelona ke jalur kesuksesan.
Mereka memberikan enam gelar juara bagi raksasa Catalunya sejak 2023.
Ruang ganti yang sehat dan saling dukung menjadi kunci kekompakan duo mematikan Barcelona.
Sebagai contoh, Raphinha pasang badan ketika Yamal gagal mencetak gol penalti dalam pertandingan sebelumnya melawan Racing Santander.
"Pada babak pertama, Lamine membutuhkannya, dia gagal mengeksekusi penalti, tetapi itu bukan masalah besar," kata Raphinha.
"Saya juga bisa gagal. Saya akan selalu membantu dia dan seluruh tim."
"Saya tahu bahwa bagi seorang penyerang, gol merupakan hal sangat penting. kami adalah sebuah keluarga dan semua harus tampil baik serta berada di jalur yang sama," ujar eks pemain Leeds United itu.
Di luar lapangan, Raphinha mengambil peran sebagai mentor bagi Yamal.
"Dia 11 tahun lebih muda dari saya," tutur si pemain kidal.
"Saya benar-benar menganggap dia seperti adik sendiri. Malah, usianya lebih muda daripada adik kandungku."
"Itulah alasan mengapa saya menganggapnya sebagai adik."
"Saya berusaha memberi dia nasihat sebaik mungkin," pungkas Raphinha.