Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Featured Spesial

    Asian Games Jepang Dibuka dengan Berbagai Masalah, Banyak Kursi Kosong - Kompas

    9 min read

     

    NAGOYA, KOMPAS.com - Asian Games ke-20 di Kota Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, dibuka pada Sabtu (19/9/2026) dengan membawa berbagai masalah.

    Di Mizuho Park Athletic Stasium, stadion berkapasitas 30.000 penonton, banyak kursi kosong yang menunjukkan warga lokal kurang antusias, demikian laporan dari AFP.

    Adapun ajang olahraga terbesar di Asia yang melibatkan lebih banyak atlet dibandingkan Olimpiade ini dibuka langsung oleh Kaisar Jepang, Naruhito.

    Baca juga: China Tersingkir Tragis di Kriket Asian Games, Kalah Tanpa Main

    Opening ceremony berlangsung meriah di atas panggung berbentuk hati di Nagoya itu, diwarnai tepuk tangan sopan penonton.

    Potret Pembukaan Asian Games 2026, Tim Indonesia Tampil Memukau

    Kaisar dan Permaisuri Jepang disambut dengan penuh hormat saat menempati tempat duduk di samping Presiden Komite Olimpiade Internasional, Kirsty Coventry.

    "Di saat dunia paling membutuhkannya, Jepang selalu hadir memberikan jawaban," ujar Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA), Sheikh Joaan bin Hamad Al Thani, yang mengacu pada kesuksesan Olimpiade Tokyo 2021 usai tertunda akibat Covid-19.

    Ia memuji ajang ini sebagai bukti luar biasa akan ketangguhan, keramahan, dan komitmen.

    Baca juga: Gilas Bangladesh 10-0, Timnas Putri Korea Utara Calon Kuat Raih Emas Asian Games

    Diganggu kendala persiapan dan logistik

    Tampilan kabin berbasis kontainer di India bagi para atlet yang bersiap mengikuti Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Netaji Subhas National Institute of Sports di Patiala pada 4 September 2026. Sports Authority of India (SAI) memperkenalkan contoh fasilitas penginapan atlet di Patiala dan Bengaluru, yang dirancang untuk meniru akomodasi di Jepang.

    Lihat Foto

    Pembukaan dilakukan setelah masa persiapan yang dipenuhi kendala.

    Menampung lebih dari 11.000 atlet dan 6.000 ofisial dari 45 negara dan wilayah benar-benar menguji batas kemampuan panitia penyelenggara di Nagoya dan Prefektur Aichi.

    Demi penghematan biaya, tidak ada perkampungan atlet tradisional. Para peserta terpaksa menginap di berbagai tempat, mulai dari hotel, kapal pesiar Costa Serena, hingga hunian sementara bergaya kontainer.

    Beberapa tim mengeluhkan fasilitas hunian sementara ini, termasuk masalah ukuran tempat tidur yang terlalu pendek.

    Baca juga: Korsel Protes Kasur Asian Games Terlalu Pendek, Atlet Tak Bisa Selonjor

    Tak hanya itu, masalah transportasi juga sempat membuat beberapa atlet telantar di bandara akibat kendaraan jemputan tidak kunjung datang.

    Insiden lain juga terjadi pada Jumat (18/9/2026), ketika lagu kebangsaan Korea Utara dimainkan untuk tim hoki putra Korea Selatan.

    Faktor cuaca turut memperkeruh kondisi. Pekan lalu, hujan dengan curah tertinggi sepanjang sejarah membanjiri sebagian wilayah Nagoya.

    Kini, ancaman topan yang sedang mendekati Jepang bagian timur berpotensi memicu gangguan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

    Baca juga: Blunder Asian Games, Lagu Kebangsaan Korut Disetel Saat Korsel Main

    Bintang dunia dan atlet muda yang tampil

    Kontingen Indonesia dalam upacara pembukaan Asian Games 2026

    Lihat Foto

    Kompetisi akan berlangsung hingga penutupan pada 4 Oktober 2026, mempertandingkan lebih dari 40 cabang olahraga (cabor).

    Medali emas pertama diperebutkan pada Minggu (20/9/2026) pagi, kemungkinan besar melalui cabang triathlon perorangan putra.

    Selain gelar juara benua, ajang ini juga memperebutkan tiket kualifikasi Olimpiade 2028 untuk tujuh cabor.

    Baca juga: China Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-Robot, Tak Dikendalikan Manusia

    Seperti edisi-edisi terdahulu sejak pertama diadakan pada 1951, cabang olahraga utama Olimpiade seperti atletik dan renang hadir berdampingan dengan olahraga favorit kawasan seperti sepak takraw dan kabaddi.

    eSports, breakdance, serta balap sepeda BMX juga kembali hadir, disusul padel dan MMA yang melakoni debutnya.

    Berikut adalah sejumlah bintang dunia dan talenta muda siap mencuri perhatian.

    Baca juga: Jepang Kekurangan Anggaran, Peserta Tambahan Asian Games Diminta Cari Penginapan Sendiri

    China

    Mengincar puncak klasemen perolehan medali usai sukses mengemas 201 emas dan total 383 medali saat menjadi tuan rumah di Hangzhou.

    Kontingen mereka turut memboyong perenang muda berusia 13 tahun, Yu Zidi.

    Saat atlet China memasuki arena, mereka mendapat sambutan paling meriah selain tim tuan rumah Jepang.

    Baca juga: Indonesia Sport Summit 2026: Sesi Spesial Ajax, Kesempatan Jumpa Atlet

    India

    Membawa pemain kriket berusia 15 tahun, Vaibhav Sooryavanshi.

    Tim kriket India berambisi menunjukkan performa impresif sebelum cabang ini kembali ke Olimpiade Los Angeles setelah absen 128 tahun, serta berpeluang menghadapi rivalnya, Pakistan, di babak final pada lapangan kriket baru di Nagoya jika tidak terhalang hujan.

    Korea Utara

    Mengirimkan lebih dari 100 atlet di 14 cabor dengan target "membawa kegembiraan bagi Marsekal Kim Jong Un".

    Baca juga: Hadir di ISS 2026, Champions Stage Hadirkan Kisah Perjalanan para Juara

    Filipina dan Taiwan

    Bintang tenis Alexandra Eala siap berlaga membela Filipina.

    Sementara itu petinju Taiwan, Lin Yu-ting, kembali bertanding dua tahun setelah meraih emas Olimpiade Paris di tengah kontroversi gender yang sempat mempertanyakan kelayakannya.

    Iran

    Peraih dua medali perak Asian Games, Zahra Kiani, tampil sebagai pembawa bendera Iran dan membidik medali di cabang wushu.

    Uniknya, ia mempelajari teknik seni bela diri China tersebut secara mandiri.

    "Saya berlatih dengan menonton tayangan video. Saya melihat video atlet-atlet China dan mencoba meniru gerakan mereka," ungkapnya.

    Baca juga: Ketika Beckham dan Ronaldo Tampil di Asian Games untuk India...

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS