Asian Games Bikin Korsel Geram, Jepang Tampilkan Panglima Invasi ke Korea - Kompas
NAGOYA, KOMPAS.com - Komite Olahraga & Olimpiade Korea (KSOC) mengajukan keberatan kepada penyelenggara Asian Games Nagoya terkait kehadiran sosok panglima perang Jepang, Toyotomi Hideyoshi, dalam acara penyambutan.
Protes tersebut dipicu oleh munculnya figur yang memimpin invasi Jepang ke Korea pada 1592–1598 itu dalam upacara pada Selasa (15/9/2026), yang berujung pada reaksi keras dari masyarakat Korea Selatan.
Presiden KSOC, Ryu Seung-min, melayangkan surat resmi kepada panitia penyelenggara setempat serta Dewan Olimpiade Asia.
Baca juga: Asian Games Jepang Dibuka dengan Berbagai Masalah, Banyak Kursi Kosong
"Mengirimkan surat kepada panitia penyelenggara setempat dan Dewan Olimpiade Asia untuk menyatakan penyayangan, serta mendesak diambilnya langkah-langkah guna mencegah terulangnya kejadian serupa," ujar juru bicara KSOC kepada AFP, Jumat (18/9/2026).
Panitia Asian Games Minta Maaf ke Korsel karena Salah Putar Lagu Kebangsaan Korut
Sosok Toyotomi Hideyoshi sejatinya dihadirkan bersama dua panglima perang Jepang lainnya untuk menyambut kedatangan kapal pesiar di Nagoya.
Kapal tersebut dialokasikan sebagai hotel terapung bagi ribuan atlet peserta Asian Games.
Baca juga: Warga India Siap Tampung Atlet Asian Games, Jaga-jaga Akomodasi Kurang
Tanggapan penyelenggara

Lihat Foto
Menanggapi keberatan dari pihak Korsel, panitia penyelenggara menyatakan bahwa pertunjukan tersebut tidak dimaksudkan untuk memuji tokoh sejarah tertentu ataupun menyampaikan pesan sejarah apa pun.
"Kami menyadari bahwa Asian Games mempertemukan beragam atlet dan ofisial dari berbagai negara dan wilayah, serta bahwa upacara maupun bentuk ekspresi lainnya dapat ditafsirkan dengan berbagai cara," ungkap panitia.
"Kami akan terus memastikan bahwa program dan konten kami sesuai untuk kompetisi internasional, dan kami menyambut dengan sepenuh hati para atlet serta ofisial dari berbagai negara dan wilayah di Asia," lanjut pernyataan tersebut.
Baca juga: Blunder Asian Games, Lagu Kebangsaan Korut Disetel Saat Korsel Main
Isu sejarah hingga kini masih menjadi hal yang amat sensitif dalam hubungan diplomasi Korea Selatan dan Jepang. Kedua negara kerap diwarnai ketegangan akibat rekam jejak masa lalu.
Selain invasi Hideyoshi yang menjadi peristiwa penting dalam sejarah Korea, Semenanjung Korea juga sempat berada di bawah kekuasaan kolonial Jepang dari 1910 hingga 1945.
Berdasarkan data dari Seoul, sekitar 780.000 warga Korea dipaksa menjalani kerja paksa selama periode kolonialisme Jepang.
Angka ini belum mencakup para perempuan yang dipaksa menjadi budak seks oleh militer Jepang.
Baca juga: Asian Games Minta Maaf Langsung ke Korsel karena Salah Putar Lagu Korea Utara
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Korut Makin “Mencak-mencak”, AS Jual Rudal ke Korsel