Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asian Games Berita Dunia Internasional Featured India Jepang Kasus Spesial

    Asian Games 2026 Kembali Menuai Protes, Atlet India Kritik Kamar Pria dan Wanita Digabung - Grid

    3 min read

     

    Atlet India kritik akomodasi Asian Games 2026. (YouTube Asian Games 2026)

    Grid.ID - Baru-baru ini, atlet India mengungkap protes terkait akomodasi Asian Games 2026. Pasalnya, ia mengungkap bahwa kamar untuk atlet pria dan wanita dijadikan dalam satu ruangan.

    Hal ini tentu membuat para atlet merasa tidak nyaman. Sebelumnya, protes juga disampaikan oleh pihak kontingan Korea Selatan.

    Hal itu diungkap oleh Wakil Presiden Asosiasi Bola Basket Korea (KBA), Jung Jae Yong. Dikutip dari Grid.ID pada Sabtu (19/9/2026), Jung Jae Yong menyebut bahwa akomodasi dalam gelaran Asian Games 2026 kali ini terburuk.

    Pasalnya, peserta merasa tidak nyaman dengan tempat tidur yang disediakan. Atlet yang tingginya mencapai 2 meter tidak bisa berbaring di atas kasur tersebut.

    "Berdasarkan pengalaman saya, ini adalah kondisi terburuk yang pernah terjadi," ujarnya.

    "Atlet yang tingginya lebih dari dua meter bahkan tidak bisa meregangkan kaki mereka di atas tempat tidur. Itu tidak masuk akal," terangnya.

    Selain itu, Byeon Jun Hyeon, timnas Basket Korea Selatan mengungkap masalah yang terjadi di kamar tempatnya menginap. Ia mengungkap bahwa wastafel di ruangannya bocor hingga membuat lantai basah.

    Byeon Jun Hyeon juga meminta bantuan agar masalah itu dapat ditangani secara serius. Ia mengunggah kondisi kamarnya melalui akun sosial media.

    Kemudian, timnas Voli Putri dari Vietnam juga mengalami kejadian tak mengenakkan. Pasalnya, mereka diantarkan ke hotel yang salah oleh kendaraan yang telah disediakan panitia.

    Hal itu menyebabkan semua atlet timnas Voli Putri Vietnam sekaligus ofisial mereka harus berjalan kaki untuk menuju hotel mereka. Bahkan, mereka juga membawa koper hingga barang bawaan mereka sendiri dengan berjalan kaki.

    Baru-baru ini, kritik datang dari atlet asal India. Dikutip dari TribunSport pada Sabtu (19/9/2026), atlet asal India, yakni pesilat perempuan Pranati Nayak, serta pelatihnya, Ashok Mishra mengalami kejadian kurang mengenakkan.

    Baca Juga: Timnas Voli Putri Indonesia Lolos Perempat Final usai Bekuk Nepal 3-0 di Asian Games 2026, Kini Siap Lawan Thailand

    Pasalnya, mereka ditempatkan dalam satu kamar tidur. Hal ini membuat atlet tersebut tidak nyaman berada dalam satu kamar dengan lawan jenis.

    Padahal, mereka bukanlah pasangan suami istri. Tak hanya itu saja, dirinya juga mengungkap masalah yang terjadi ketika ia akan mengambil kunci kamarnya.

    Staf hotel mengungkap bahwa pemesanan kamarnya tidak bisa ditemukan di register. Hal itu lantaran kesalahan administrasi dari dokumen resmi.

    Huruf "I" pada nama Ashok Mishra telah dihilangkan dalam catatan sistem sehingga memerlukan waktu untuk membenahinya. Ashok pun harus menunggu hingga pukul 02.00 pagi untuk membetulkan masalah tersebut.

    Hal ini membuatnya kesulitan untuk segera beristirahat. Dirinya harus menunggu staff hotel untuk membenahi namanya hingga pagi.

    "Ya, memang ada sedikit kekacauan saat proses akomodasi," ujarnya.

    "Masalah itu terselesaikan sekitar pukul 2.00 pagi," lanjutnya.

    Sebelumnya, atlet India juga mengalami hal yang sama. Mereka harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan kamar.

    Masalah akomodasi dalam gelaran Asian Games 2026 ini masih menjadi perbincangan. Banyak pihak menilai bahwa akomodasi dalam ajang olahraga Asia ini belum terpenuhi dengan baik.

    Asian Games 2026 diketahui dibuka pada 19 September 2026. Ajang olahraga internasional ini dijadwalkan rampung pada 4 Oktober 2026 mendatang.

    Beberapa masalah terkait akomodasi masih terus dilaporkan. Beberapa atlet meminta agar hal ini segera diselesaikan. (*)

    Baca Juga: Opening Asian Games 2026 Digelar Besok, Masalah Akomodasi Masih Semrawut dan Butuh Penanganan Cepat

     


    Komentar
    Additional JS