Sosial Media
Live Skor Bola - Flashscore
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Angkat Besi Asian Games Berita Eko Yuli Irawan Featured Spesial

    Asian Games 2026 - 37 Tahun dan Peringkat 4, Eko Yuli Tuntaskan Lomba Lagi setelah Nestapa di Hangzhou dan Paris - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Ragam
  • Kamis, 24 September 2026 | 17:03 WIB

    Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, berupaya melakukan angkatan clean and jerk dalam perlombaan angkat besi kelas 65kg pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, 24 September 2026.Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, berupaya melakukan angkatan clean and jerk dalam perlombaan angkat besi kelas 65kg pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, 24 September 2026. (TANGKAPAN LAYAR RANS SPORTAINMENT)

    BOLASPORT.COM - Eko Yuli Irawan belum beruntung untuk meraih medali dalam aksi yang berpeluang untuk menjadi aksi terakhirnya di Asian Games. Setidaknya, kali ini sang lifter legendaris menuntaskan penampilannya.

    Eko Yuli Irawan menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan usia yang tak lagi muda, yaitu 37 tahun. Bahkan lebih dari separuh lawan berusia 13 tahun lebih muda darinya.

    Sebagai informasi, tahun ini tepat 20 tahun sejak debutnya di Pesta Olahraga Asia.

    Lebih dahulu tampil di Asian Games daripada SEA Games, panggung Asia menjadi titik mula dari karier seorang atlet yang akan menjadi salah satu legenda.

    Berawal dari peringkat enam di Doha 2006, Eko sukses menyabet medali perunggu di Guangzhou 2010 dan Incheon 2014, kemudian naik kelas dengan emas di Jakarta-Palembang 2018.

    Di Olimpiade Eko juga menjadi andalan dengan selalu meraih medali dalam empat edisi beruntun: perunggu di Beijing 2008 dan London 2012, lalu perak di Rio 2016 dan Tokyo 2020.

    Baca Juga: Debut Apik Luluk Diana Tri Wijayana, Keran Medali Angkat Besi Mulai Mengalir di Asian Games 2026

    Sayangnya, dua penampilan terakhir Eko di Asian Games dan Olimpiade berakhir pahit.

    Di Hangzhou 2022 olahragawan asal Lampung itu didiskualifikasi karena gagal melakukan satu pun angkatan sukses di clean and jerk. Nestapa terulang di Paris 2024 karena cedera.

    Kini, Kamis (24/9/2026) di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Eko akhirnya dapat menyelesaikan penampilannya dalam event angkat besi 65kg putra Asian Games 2026.

    Eko berhasil melakukan angkatan dengan beban tertinggi 135kg pada sesi snatch dan 167kg pada sesi clean and jerk.

    Memang, Eko belum beruntung untuk membawa pulang medali di perlombaan yang berpeluang menjadi yang terakhir baginya di Asian Games. Eko berakhir di peringkat keempat.

    Peluang sebenarnya terbuka bagi Eko ketika juara SEA Games 2025, Thongsuk Patsaphong, gagal melakukan satu pun angkatan sukses pada sesi snatch.

    Malang bagi Eko, dia gagal dalam upaya menaikkan torehan dari 135kg menjadi 138kg dalam sesi yang memerlukan kekuatan untuk mengangkat barbel dalam satu langkah.

    Peluang masih terbuka. Medali masih mungkin untuk diraih walau Eko terpaut 4kg dari Tran Minh Tri, atlet Vietnam, yang menjadi pesaing utama untuk perunggu.

    Namun, ujian belum berakhir ketika Eko Yuli memerlukan dua kesempatan dalam sesi clean and jerk untuk bisa mengangkat target awalnya yaitu 167kg.

    Adapun Tran Minh Tri sukses dengan target pertama 167kg dalam sekali coba dan meningkat ke 170kg dalam kesempatan keduanya.

    Eko merespons dengan menaikkan targetnya sejauh 8kg untuk perlawanan terakhirnya. Target pamungkasnya ialah 175kg, melebihi Tran yang mengincar 173kg.

    Kesempatan kembali terbuka bagi Eko karena Tran gagal pada percobaan terakhirnya.

    Eko menarik napas sambil mengucap doa. Sayangnya, dia tidak sanggup untuk upaya terakhir ini. Dia jatuh terjengkang sebelum barbel terangkat ke pundaknya.

    Baca Juga: Voli Asian Games 2026 -Pelatih Tanggapi Target 3 Besar bagi Indonesia di Tengah Ancaman Thailand dan Iran

    Eko berakhir di peringkat keempat dengan total angkatan 302kg.

    Adapun podium diisi oleh Pak Myong-jin dari Korea Selatan untuk emas (328kg), He Yue Ji dari China untuk perak (327kg), dan Tran Minh Tri dari Vietnam untuk perunggu (309kg).

    Dengan ini Indonesia belum menambah raihan medali dari cabang olahraga angkat besi sejak perunggu dari Luluk Diana Tri Wijayana di kelas 49kg putri kemarin.

    Bertanding pada hari yang sama dengan Eko Yuli, Ricko Saputra harus gigit jari karena hanya terpaut 1kg dari podium di kelas 60kg putra.

    Torehan 130kg pada snatch dan 168kg pada clean and jerk untuk total 298kg dari Ricko terpaut sedikit dari Theerapong Silachai (Thailand) yang membukukan total angkatan 299kg.

    Komentar
    Additional JS