Sosial Media
Arena Update
powered by Surfing Waves
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home APPI Berita Championships Featured Liga Indonesia PSBS Biak Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    APPI Tolak PSBS Biak Bermain di Kompetisi, Tunggakan Gaji 2,2 Miliar Belum Lunas - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • CHAMPIONSHIP
  • Kamis, 10 September 2026 | 23:00 WIB

    APPI mendesak PSBS Biak menyelesaikan tunggakan gaji sebelum bermain di Championship 2026/2027.APPI mendesak PSBS Biak menyelesaikan tunggakan gaji sebelum bermain di Championship 2026/2027. (INSTAGRAM/@PSBSOFFICIAL)

    BOLASPORT.COM - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menuntut agar PSBS Biak bisa menyelesaikan kewajibannya sebelum turun di kompetisi.

    PSBS musim ini akan bertarung di Championship 2026/2027 yang akan dimulai bulan ini.

    Pada Super League musim lalu salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah terkait finansial.

    Bahkan, nama mereka sampai saat ini masih masuk dalam FIFA Registration Bans dan ini tentu harus segera diselesaikan.

    Artinya PSBS tidak bisa mendaftarkan pemain baru meski ada wacana akan menurunkan pemain akademi.

    Baca Juga: Bukannya Bereskan Hukuman, PSBS Biak Malah Tambah Koleksi Sanksi FIFA Jelang Championship 2026/2027

    APPI mendesak agar PSBS bisa segera menyelesaikan kewajibannya sebelum bermain di Championship musim ini.

    Mereka bahkan sudah mengirim surat kepada I.League selaku operator kompetisi.

    Tujuannya agar keikutsertaan tim tersebut bisa dikaji ulang karena masih ada tanggungan yang belum diselesaikan.

    "Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyampaikan sikap tegas terkait keikutsertaan Klub PSBS Biak dalam Kompetisi Championship 2026/2027."

    "APPI telah secara resmi menyampaikan surat keberatan kepada I.League terkait keikutsertaan klub PSBS Biak dalam Kompetisi Championship 2026/2027 hingga seluruh kewajiban klub PSBS Biak terhadap para pemainnya diselesaikan secara tuntas dan menyeluruh," tulis rilis di website APPI.

    Baca Juga: Championship - PSBS Biak Masih Belum Bereskan Sanksi FIFA, Pilih Berkandang di Stadion Sriwedari Solo?

    Dalam suratnya, APPI meminta masalah terkait kewajiban gaji kepada pemain bisa segera diselesaikan.

    Pasalnya, bermain di kasta kedua musim ini tidak menjamin PSBS bisa menyelesaikan tunggakan gaji yang terjadi.

    Ini yang menjadi perhatian karena pemain harus mendapatkan haknya setelah bermain di kompetisi.

    "Dalam surat tersebut APPI menyoroti secara serius kelalaian berulang yang dilakukan oleh klub PSBS Biak yang mengabaikan Putusan DRC FIFA dan Putusan NDRC Indonesia pada Musim Kompetisi 2024/2025 dan Musim Kompetisi 2025/2026."

    "Tindakan Klub tersebut bukan hanya mencederai hak-hak dan keadilan hukum bagi para pemain yang hingga saat ini belum dibayarkan gajinya tapi juga berpotensi mengulang permasalahan yang sama pada Kompetisi Championship 2026/2027 yang akan datang," terangnya.

    Baca Juga: PSBS Biak Masih Berkutat dengan Sanksi FIFA, Para Alumnus Badai Pasifik Lanjutkan Karier di Super League

    APPI juga menjelaskan ada tunggakan kewajiban sebesar sebesar Rp2.295.358.781 yang terjadi selama dua musim.

    Ada 24 keputusan National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia terkait masalah ini.

    Nilai tersebut belum termasuk kewajiban berdasarkan perkara Putusan DRC FIFA.

    "18 (delapan belas) Putusan NDRC Indonesia untuk Musim Kompetisi 2025/2026 dengan total nilai kewajiban sebesar Rp2.048.026.114,00 (dua milyar empat puluh delapan juta dua puluh enam ribu seratus empat belas rupiah) yang belum diselesaikan  hingga saat ini."

    "6 (enam) Putusan NDRC Indonesia untuk Musim Kompetisi 2024/2025 dengan total nilai kewajiban sebesar Rp247.332.667,00 (dua ratus empat puluh tujuh juta tiga ratus tiga puluh dua ribu enam ratus enam puluh tujuh rupiah) yang belum diselesaikan hingga saat ini," lanjutnya.

    Pihak operator diharapkan bisa melihat masalah ini dengan serius apalagi terkait hak pemain.

    Perjanjian profesional terkait hak dan kewajiban harus dilaksanakan dengan baik.

    Apalagi, ini berpengaruh dengan kualitas kompetisi yang terus diusahakan semakin membaik.

    APPI memahami bahwa setiap klub memiliki hak untuk berkompetisi sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku."

    "Namun, hak tersebut harus berjalan beriringan dengan kewajiban untuk menghormati hak-hak para pemain dan melaksanakan putusan lembaga penyelesaian sengketa yang telah ditetapkan baik oleh FIFA maupun PSSI," tutupnya.

    Komentar
    Additional JS