Adidas Gandeng Tentara IDF untuk Kampanye Promosi - Republika
Kampanye ini pun memicu kecaman di media sosial.
Rep: Gumanti Awaliyah

Adidas Promosi Adidas yang menampilkan eks tentara IDF Shalev Biton .
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan sandang asal Jerman, Adidas, menuai kecaman setelah menampilkan eks tentara Israel Shalev Biton dalam kampanye untuk layanan "One Shoe Service". Melalui inisiatif ini, pelanggan yang hanya membutuhkan satu sepatu cukup membayar separuh harga.
Biton kehilangan kaki kirinya setelah terluka parah saat bertugas di Gaza selama serangan militer Israel di wilayah tersebut pada tahun 2021. Dalam unggahan di Instagram pada 26 Agustus 2026, Biton mengumumkan keterlibatannya dalam kampanye terbaru Adidas.
"Rasanya ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan," kata Biton seraya mengatakan bahwa inisiatif One Shoe Service terinspirasi dari pengalamannya pribadinya yang hanya membutuhkan satu sepatu setelah kehilangan kaki kirinya.
Dalam unggahan berbahasa Ibrani, Biton mengatakan selama ini kerap membeli sepasang sepatu lari, meskipun hanya menggunakan satu sepatu. la menggambarkan inisiatif ini sebagai respons terhadap kebutuhan yang sederhana namun penting bagi orang-orang dengan kondisi serupa.
"Sekarang, tinggal saatnya untuk keluar dan berlari," kata Biton dilansir lama The Siasat Daily, Jumat (4/9/2026).
Layanan One Shoe Services di Israel merupakan bagian dari program yang sebelumnya telah diperkenalkan Adidas di sejumlah negara Eropa. Di Israel, layanan tersebut mulai diluncurkan pada Agustus 2026.
Kampanye ini pun memicu kecaman di media sosial, di mana warganet menyerukan boikot terhadap Adidas atas keputusannya menampilkan Biton. Warganet mempertanyakan keputusan Adidas menggaet sosok tentara Israel dalam kampanye yang mengusung pesan inklusivitas serta dukungan bagi orang yang mengalami amputasi.
Beberapa warganet juga membandingkan kisah Biton dengan kondisi warga Palestina di Gaza yang mengalami luka berat dan kehilangan anggota tubuh akibat serangan militer Israel.
"Beginilah cara kerja propaganda, Memanusiakan tentara, namun melenyapkan sosok warga Palestina yang menjadi sasaran bom," komentar warganet dengan akun @haroon**,
"Sayang sekali, adidas. Dulu saya sangat menyukai sepatu Anda, tetapi mulai sekarang saya akan memboikot merek ini karena telah mendukung IDF," kata warganet lainnya.
Halaman 2 / 2
Kritik ini muncul di tengah tingginya jumlah korban akibat perang di Gaza. Serangan Israel di wilayah tersebut telah menyebabkan lebih dari 73 ribu warga Palestina meninggal dan terluka, sementara banyak penyintas mengalami cedera permanen, termasuk kehilangan anggota tubuh.
Kejahatan dan penindasan Israel terhadap masyarakat Palestina hingga kini masih terus berlangsung. Menurut catatan Amnesty, selama hampir 18 tahun, Israel mempertahankan blokade ilegal atas Jalur Gaza yang tengah mereka duduki.
Sejak Oktober 2023, Israel memperketat blokade, membatasi pangan, BBM, dan pasokan medis, sehingga memperdalam krisis kemanusiaan. Semua ini adalah bagian dari recana sengaja Israel untuk menciptakan kondisi yang mendatangkan kehancuran bagi warga Palestina di Gaza.
Sejumlah organisasi internasional dan lembaga hak asasi manusia telah menyatakan bahwa tindakan militer dan kebijakan Israel di Gaza memenuhi unsur-unsur genosida berdasarkan Konvensi Genosida 1948.
Sementara itu, Adidas sebelumnya juga pernah menghadapi kontroversi yang berkaitan dengan konflik Israel-Palestina. Pada Juli 2024, perusahaan tersebut menarik dan merevisi kampanye iklan yang menampilkan model Palestina-Amerika Bella Hadid untuk mempromosikan sepatu SL72.
Kampanye itu mendapat kritik karena mengaitkan sepatu tersebut dengan Olimpiade Munich 1972, Sepatu SL72 pertama kali diperkenalkan sekitar periode penyelenggaraan Olimpiade tersebut.
Kampanye ini dikritik karena dikaitkan dengan tragedi Olimpiade Munich 1972, di mana kelompok Black September menyerang atlet Israel. Pemilihan Bella Hadid sebagai model juga memicu kemarahan kelompok pro-Israel dan kritikan dari organisasi seperti American Jewish Committee
Adidas kemudian meminta maaf dan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan kesalahan yang tidak disengaja. Perusahaan juga memutuskan untuk menghapus Bella Hadid dari sisa kampanye iklan tersebut.
Berita Terkait
Boikot Israel Sudah di Dompet Rakyat, Belum pada Pengadaan Pemerintah
Rembuk Rejogja - 04 August 2026, 11:06
Penolakan Operasi Perusahaan Terafiliasi Zionis di Indonesia Menguat
Nasional News - 18 February 2026, 16:17
Aktivis Pro-Palestina di Skotlandia Serbu Pabrik Pemasok Pesawat untuk Israel
Dunia - 08 January 2026, 08:03
Hari Pertama, Mamdani Langsung Rombak Aturan Pro-Israel New York
Internasional - 03 January 2026, 05:33
Empat Negara Boikot Eurovision karena Israel Tetap Boleh Ikut
Internasional - 05 December 2025, 08:09