Ada Penyerang Naturalisasi Anyar Jelang Lawan Timnas Indonesia, Legenda Malaysia Justru Beri Peringatan Keras - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 23 September 2026 | 14:32 WIB
Legenda Timnas Malaysia, Safiq Rahim, memberi peringatan keras kepada semua skuad Harimau Malaya meski tim akan diperkuat penyerang naturalisasi anyar Bergson da Silva. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Mantan Kapten Timnas Malaysia, Mohd Safiq Rahim, memberikan peringatan tegas helang duel panas kontra Timnas Indonesia di ajang FIF ASEAN Cup 2026. Legenda Harimau Malaya tersebut mewanti-wanti agar tim tidak membebankan seluruh ekspektasi kepada penyerang naturalisasi anyar, Bergson da Silva.
Seperti diketahui, pemain kelahiran Brasil Bergson da Silva resmi menjadi Warga Negara Malaysia pada 21 Agustus 2026.
Masuknya nama Bergson da Silva ke dalam skuad asuhan pelatih sementara Tan Cheng Hoe memang langsung menyedot atensi publik sepak bola Negeri Jiran.
Pasalnya, penampilan di turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 ini akan menjadi debut pertamanya bersama Timnas Malaysia.
Apalagi penyerang kelahiran Brasil tersebut datang dengan reputasi mentereng sebagai mesin gol paling mematikan di panggung Liga Super Malaysia bersama Johor Darul Ta'zim (JDT).
Ketajaman Bergson yang telah teruji dengan torehan 27 gol dari 22 laga yang dilakoninya bersama Johor Darul Ta'zim musim 2025/2026 itu digadang-gadang bakal menjadi jawaban instan atas masalah klasik Harimau Malaya.
Pasalnya, selama ini tumpulnya penyelesaian akhir di lini depan Timnas Malaysia selalu jadi sorotan.
Kendati demikian, euforia kehadiran sang bomber anyar langsung diredam oleh Safiq Rahim.
Sosok yang pernah memimpin Malaysia menjuarai Piala AFF 2010 itu mengingatkan bahwa kedatangan Bergson bukanlah jaminan trofi instan bila tidak dibarengi dengan kolektivitas tim yang solid.
Bagi Safiq, sepak bola modern menuntut kontribusi penuh dari sebelas pemain di atas lapangan, bukan hanya bergantung pada keajaiban satu individu semata.
"Bagi saya, ini merupakan dampak positif bagi tim nasional," ujar Safiq Rahim, sebagaimana dikutip BolaSport.com dari media Malaysia BHarian, Rabu (23/9/2026).
"Sepak bola adalah olahraga tim," ucapnya.
Untuk itu, dengan adanya Bergson ini diharapkan bisa membantu Malaysia meraih hasil terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026.
Kehadirannya diharapkan bisa membuat Harimau Malaya tampil cukup percaya diri dalam turnamen baru bentukan FIFA ini.
"Saya berharap bergabungnya Bergson menjadi aset bagi tim nasional, dan pemain lain, rekan-rekan setimnya dapat mendukungnya dalam perjuangan membela negara," kata Safiq.
Peringatan Safiq Rahim ini terasa kian beralasan mengingat Malaysia tergabung bersama rival abadi mereka, Timnas Indonesia.
Duel Timnas Indonesia Vs Malaysia ini dipastikan bakal berjalan dengan intensitas tinggi, adu fisik yang ketat, serta tensi emosional yang luar biasa di atas lapangan.
Terlebih lagi, skuad Garuda saat ini dihuni oleh barisan pertahanan yang kokoh dan disiplin taktik mumpuni di bawah panggung internasional.
Safiq menyoroti bahwa seganas apa pun Bergson da Silva di kotak penalti lawan, sang penyerang akan kehilangan taringnya apabila lini tengah dan sektor sayap Malaysia gagal menyuplai bola-bola matang.
Bila rencana permainan tidak berjalan dan kerja sama tim macet, Bergson justru berpotensi terisolasi oleh kawalan ketat para bek Timnas Indonesia.
Apalagi saat ini skuad Garuda banyak dihuni pemain yang berkarier di Eropa seperti Kevin Diks, Calvin Verdonk, Justin Hubner, hingga Elkan Baggott.
Oleh karena itu, peran para pemain Harimau Malaya lainnya menjadi kunci mutlak untuk membuka ruang dan melayani sang predator kotak penalti.
Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan taktik tersendiri bagi pelatih sementara timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe.
Sekedar informasi, Harimau Malaya akan memulai perjuangan di turnamen ini dengan menghadapi Bangladesh pada 25 September mendatang.
Laga pembuka tersebut bakal menjadi panggung uji coba ketajaman dan chemistry Bergson sebelum Malaysia melakoni dua partai hidup-mati penentu tiket menuju partai final, yakni menghadapi Timnas Indonesia dan Singapura.